Tentang kesepian dan menjadi sendiri
Selamat malam dunia... Malam ini masih sama gelap nya sebagaimana malam-malam lainnya.. Kesendirianku masih saja menghadirkan sepi. hingga aku kesulitan meletakan handphone ku setiap saat, kapanpun dimana pun. Sebegitu mudahnya bosan dan rasa gabut menghinggapi, menjadikan keinginan menghubungi ka gembel, Revin, Fahry atau mas Deskon dan lain-lain semakin besar. Padahal sebenarnya tak ada hal sebegitu pentingnya untuk menghubungi. Yah kecuali sama ka gembel. Berhubung persoalan pulang bareng ke Purwokerto tapi orangnya susah banget dihubungin, jadilah hampir kehabisan tiket karena lama menunggu dan menghubunginya. Ckckck.. Beberapa malam yang lalu, aku keluar lagi dengan ka gembel. Ia pamit ke kedua orang tua ku bahkan ikutan bikin alasan palsu, demi bisa keluar dan meet up bareng Kolin dan KA Akmal. Nothing special really. Hanya menyambung percakapan asik yang dahulu sempat terhenti sejenak gegara sempat tumbuh kebaperan diantara kita. Kala itu aku yang salah mengartikannya, malah...