Escape
Aku pernah jadi orang yang sanguis..
Basking in the light of people around me..
Lalu pernahnya saat bersama Abang, aku sedang di posisi melankolis. Begitu sensitif. Terkesan baperan dan cengeng mungkin..
Tapi ya itulah. Manusia memang selalu berubah.
Dan mungkin keduanya memang adalah diriku. Yang kadang lebih menonjol satu daripada lainnya.
Dan yang aku sadar. Kamu dan mungkin banyak orang lainnya bask in the earm of my sanguis side. But then, not everyone could handle me on the other side.
Sekarang dan besok jadi apah, aku gatau..
Ga ambil pusing.
Aku hanya ingin semua masalah ini segera berakhir. Aku hanya ingin hidup. Bebas. Damai. Bahagia.. ga salah kan ?
Dan kalau di pilihan egois ku untuk bahagia ku harus menanggalkan mereka yang menekan dan give negative vibe toward me, aku mencoba melakukannya..
Apa bisa ? Entah.
Kamu tahu aku bang, orang yang begitu peduli. Walau tak bisa mengekspresikannya dengan benar kadang .
Jauh sebelum kamu ada, aku dah ambil keputusan untuk tanggal. Namun kehadiranmu sebagai anchor baruku membuatku urung beranjak dulu.
Jadi sekarang, kamu sendiri yang memutus segalanya . Aku tinggal berkemas untuk selamanya pergi juga. Makasih.
Ya. Kamu mempermudah. Kamu dan masalahku di kota ini memang yang lebih ringan ku jalani dan ceritakan. Sekarang aku mudah saja untuk pergi.
Tapi yang lain ?
Ah. Aku kehabisan kata-kata..
Im the escapist. Tapi kali ini Takan bisa kabur. Nyawa malaikat kecilku di ujung sana. Aku tak bisa mempertaruhkan. Aku tak bisa meninggalkannya.
Ia nyawaku. Ia cahaya hidupku.. ia alasanku untuk terus hidup dan make the world a bit safe for him.
Aku ga boleh tumbang disini. Jangan.
Tubuhku memang sedang renta. Lemah.
Semangat jiwaku mungkin sedang terasa terasing. Sajak aku telah memberimu segala yang ku punya, yang kini tak lagi bisa ku akses jalannya..
Bu lah..
Kamu emang hanya suplemen yang dibutuhkan tubuhku. Tapi sebagaimana suplemen. Tanpamu aku tetap hidup. Walau tak se fit itu.
Aku hanya ingin ini segera selesai. Gimanapun caranya..
Aku hanya ingin hidup.
Tapi..
Kalau emang satu-satunya cara ini selesai dengan nyawaku, mungkin kematian adalah mercy bagiku.
Akan ku sambut dia dengan tangan terbuka..
Comments
Post a Comment