Posts

Showing posts from November, 2016

Rabu meraba

Hari ini aku akan bercerita lagi.. Lelah dan kantuk luar biasa. Aku masih saja kelelahan jiwa raga. Pagi ini ku bangun dengan niatan meet up bareng mayapada Amerta dan nemuin bang Dinar perwakilan Greenpeace yang sekali lagi mampir ke Purwokerto. Harusnya semalam, cuman berhubung mereka kemaleman, ya jadilah pending Ampe siang tadi. Ah. Yaudahlah. Azza bakal rewel kalo a ku ga datang.. Dan yah. Terngiang kata-katanya Pras.. " Aku mah senang-senangnya kalo Ama kalian.." Dan yah. Aku pun beranjak mandi dan bersiap. Yap. Kumpul dan ketemu anak mayapada emang selalu menyenangkan, punya cerita.. kebanyakan gaul Ama bocah kaya azza, Alif, Dika.. yah mereka sukses bikin aku gampang seneng. Nurture that little child inside of me.. Makan siang di kantin biar murah. Semeja Ama ka gembel. Walau agak canggung dan malu awalnya, semua baik-baik saja. Walau disela itu ka gembel terus membawa-bawa namamu, mungkin dia ga enak kali yah Ama kamu bang. Ah semua sudah selesai dan baik saj...

Will it get better?

Abaang... Aku pikir aku sudah bisa bilang sudah. Tapi kenapa aku terus sedih begini ya Orang bilang adalah wajar kalau menjadi limbung setelah kehilangan cinta yang dalam. Aku ingin meringis sendiri akan hal itu.. Hari ini bahkan aku tak lagi yakin apa yang kurasa padamu bisa disebut cinta. Kamu selalu minta aku berfikiran terbuka. Dunia bukan hanya hitam dan putih. Dan cinta tak hanya sekotak harus selalu saling memiliki.. Aku masih tak paham caranya menjadi seperti itu. Iyah. Dan itu yang buatku sangsi.. Apa benar yang kurasa ini masih bisa disebut kasih yang tulus? Ketika bahkan rasional ku tau kita sama-sama lebih baik saling melepaskan. Tapi kenapa aku masih begitu rindu, mengapa aku begitu shock dan terpukul saat ditampar kenyataan bahwa kau tak menginginkanku lagi. Kenapa aku begitu kehilangan Abang.. Kenapa.. Kenapa saat aku rasa aku mulai merangkak berjalan lagi, desir angin ini datang membawa kenangan dan kerinduan yang memekakkan. Kenapa aku begitu ingin tahu ka...

Malam abang, dan tentang perjalanan yang harus dimulai kembali

Hai Abang.. Apa kabarmu ? Aku yakin kau baik saja.. Aku percaya kamu selalu menjaga kesehatan dan berusaha positif di manapun kamu ada sekarang. Aku ingin berhenti menulis disini, tapi ah sudahlah.. Malam ini, 26 November 2016 Abang. Lagi ada acara band-band-an tuh di de front. Seseorang yg kukenal ada disana, abis manggung dan katanya lg bantuin acara disana. Atau sekedar kumpul nongkrong sama teman-teman sesamanya. Entah. Aku pun bertanya-tanya, mungkinkah kau ada disana Abang? Sekedar nonton penampilan last scientist, PYI, deelel.. atau ngopi ngudud bareng temen-temenmu.. Benar a tau tidak. Aku Takan tau jawabannya malam ini. Dan mungkin Takan berusaha susah payah lagi mencari tahu juga. Aku berjanji pada teman-temanku, pada seseorang yang memintaku untuk kali ini benar-benar berusaha menjauh sekalian dari kamu. Berhenti semua kontak dan komunikasi. Memberi jarak. Bukan maksud negatif ingin memutus silaturahmi. Tapi jarak. Aku butuh jarak . Ruang dan waktu untuk menenangk...

Bercerita tentang sabtu malam kemarin

Minggu, 20 November.. Hari kesekian sejak kau memilih mundur dari sisiku. Hari kesekian juga setelah kau konfirmasi kembali bahwa tak, kau tak salah kata atau ku tak salah dengar, kita mencapai titik akhir, kau memilihi jalan yang berbeda.. bahwa aku hanya salah satu persinggahan sementara mu saja. Bahwa aku memang tak punya tempat di masa depanmu.. Tak yakin kapan sebenarnya kita berakhir. Sama seperti tak pernah jelas kapan kita memulai semuanya.. Semua terjadi begitu saja.. kita terlanjur nyaman. Lalu saat kau selesai beristirahat kamu mulai resah dan tak lagi ingin tinggal. Hanya aku yang menyadari ada yang salah, tapi tak kunjung juga punya keberanian mempertanyakan. Pun kamu yang selama ini terus mengelak. Hari ini. Disela sepi dan kecewa yang membengkak ini. Kadang aku bertanya-tanya sendiri.. apakah kemarahan ku atas photo itu terlalu terburu-buru, apakah aku salah karena marah dan bertanya, apa salah ingin kamu sekali saja mempertimbangkan aku dan perasaanku, apa aku salah...
Terimakasih telah datang, kemudian pergi. Terimakasih telah mengajarkan banyak hal bahwa yang baik tak akan selamanya berakhir baik. Tahun ini aku kembali bertemu dengan pertemuan dan perpisahan. Namun diantara semuanya, kepergianmu yang paling aku ingat. Menyadarkan ku bahwa sebenarnya aku kuat. Terimakasih abaaaaang.. Riario hapororoku.. My own devil king.. Ayahnya orionku.. Bintang yang dikirim Tuhan di langit malam ku.. Lelaki pertama yang pernah ku sanjung dan banga-banggakan di depan semua keluarga.. Ia. Yang pernahnya menjadi lelaki kesayanganku

Syukur itu ada dimana saja

Abaaaaaang.. Aku mau cerita Lagi-lagi aku bangun kesiangan. Dan aku lupa kalo hari ini tuh tanggal 17. Hari dibukanya pendaftaran kkn periode Januari-Februari. Jadilah aku ga kedapatan kuota. Ah tapi aku ga ambil pusing. Aku ge masih gatau mau kkn dimana. Gamau terburu2 dan malah salah langkah lah. Daaan waktu bergulir begitu saja sambil menghabiskan buku demi buku.. ebook demi ebook. Tadinya kufikir ga akan kemana-mana lagi hari ini. Etapi jam 3 . Usai hujan reda. Pras udah nyampe buat keliling nyari penginapan sekali lagi. Katanya dia dapet rekomendasi tempat daerah Deket telaga sunyi. Duh dimana itu ya.. Ngeeeng.. Jadilah sore ini ku jelajahi bumi Banyumas bersama pras, si Mendagri bem pertanian yang ternyata dah cukup senior sbg anak Greenpeace. Wooosh.. Udara Baturraden segar bang. Fresh.. Angin menerpa kita berdua. Aku pake jaket waterproof ku kok. Tenang aja. Etapi si Pras yang batu, lg sakit tapi pakenya cuma kaos doang. Duh tu anak ya.. Jalan raya Baturraden biasa ...

November oh noo

November oh November.. Ternyata tak semanis biasanya.. Di bulan ini hujan dan badai tak kunjung reda. Begitu pula hujan di hatiku.. Ya. Kisahku bersambung  di November. Siapa yang sangka yah? Ternyata singkat banget.. Bukan tepat November sih. Tapi di akhir Oktober. Tapi yah. November just be my gloomy day. Ha-ha-ha.. Ya aku punya masalahmu sendiri yang tak kubagi kesiapapun. Tak juga dengannya.. Problematika yang mengancam dan sampai kali mempertaruhkan nyawaku sendiri tuk menghadapinya. Kau kira itu berlebihan? Ah, aku tak peduli. Memang begitu adanya. Hal yang tak lagi bisa ku sepelekan karena berkali aku telah hampir dibuat mati dibunuh olehnya.. Nya kali ini bukan sosok lelaki yang pernahnya kesayanganku itu. Bukan.  Ia datang dari masa lalu ku yang kelam. Yang belum sempat kutebus dosanya.. Kalau selama ini aku pasang wajah baik saja. Seolah masalahmu hanya tentang cinta, biarkanlah. Itu lebih mudah dijelaskan. Aku mungkin masih sering menangis karenanya. Ti...

Reanswer satrio

FYI puisi yg kemarin kamu liat itu, aku bikin udah berhari-hari-hari yang lalu. sebenernya aku lagi bikin blog baru sambil buat ngarsipin kata dan tulisan yang pernah ku buat. and to be honest i dont know why suddenly i remember you, kamu yang kemarin minta liat tulisanku yang lainnya. walaupun tadinya pengen pelit. tapi entah, kufikir ya untuk terakhir kalinya gapapa lah, sedikit kamu juga perlu menikmati ini, dan biarkan kamu ngebaca dan ngedenger tentang pernahnya kekecewaan itu menyiksaku. btw makasih sayang dah rela jadi objek inspirasi juga pembaca pikiranku selama ini. walau aku tahu itu jelek, aneh, ga jelas, lebay, bikin malu dan lainnya.. tapi seperti yang kamu pernah minta, biarkan ini jadi memorial yang suatu hari akan kita liat ke belakang dan bernostalgia atau tertawa kan. tenang aja. yah. aku udah lebih waras kok sekarang. atau setidaknya nanti pasti aku akan baik-baik aja sayang, Im Survivor, yeah?! 😆 aku ga berhenti ucap syukur pada Tuhan, pada semesta...

elegi terakhir

jujur aku tak lagi tahu apa kita ini.. apa aku dan kamu.. masih adakah sesuatu? apa yang sedang kita lakukan? apa yang harus kulakukan lagi.. harus apa rasa yang hadir sebenarnya..? Kamu sayang, pernah menjadi my rocks.. my strength and anchor who held me on the ground.. cambuk, buku kamus tebalku dan kopi hitam pahit yang kutemukan dalam perjalananku. saat jatuh dan enggan bangun, kamu cambukku buat mau bangun lagi dan ga jadi manja atau cengeng.. kamu buku kamus tebal yang begitu malas ku buka apalagi baca, tapi ternyata disana aku menemukan dan belajar banyak hal.. Kamu.. Kopi hitamku.. sedang aku pecinta hal manis dan kedua asam. benar-benar benci hambar atau pahit. Tapi kamu kepahitanku, dikamu aku tahu, hidup akan lebih banyak pahitnya, daripada manisnya, untuk bangun fit! diicip kopinya, meleklah! kadang setelah kepahitan, ada enzim dalam cafein yang bekerja di tubuh memaksa kita segera bangun dan melek lagi, hilangkan kantuk karena dunia belum selesai sampai disitu...

Aku pernah menitikkan kisahku - on Vemme, Nov2016

Aku pernah terbangun dalam keadaan gamang, sebab harapan yang terlalu tinggi. Pernah juga terbangun dalam keadaan mati, sebab dibunuh oleh mimpi. Tapi sekali, aku terbangun dalam keadaan hidup, namun segalanya telah berhenti. Aku tidak mati, hanya cerita yang kuakhiri. Lalu terjerat ingatanku, pada durma yang menyebar kebencian. Terperosok tubuhku dalam nafsu yang tak mengenal majikan. Aku terlalu mengabaikan logika, hingga perasaan merajai seluruh indera. Aku buta, pada kenyataan. Aku tuli, pada bisik-bisik kebenaran. Aku kebas, pada sentuhan. Aku bisu, pada kejujuran. Dan hanya getir, yang kukenal di ujung bibir. Kau pernah membawaku pada sebuah titik, dan mengikatku hingga tak berkutik. Lalu kau biarkan segerombolan burung-burung pemakan bangkai, menghabisi harapanku yang abai. Kala itu, aku mentitikan kisahku. Aku mengakhiri cerita yang bermain di kepala–yang di dalamnya, kau lah pemeran utama yang kusanjung di hadapan Tuhan. Kemudian lahir sebuah pertanyaan, kau pergi d...

Outburst

Kita pernah berjanji percaya.. Quesera Sera.. And that, Perubahan itu nyata.. Jadi jangan khawatir atau takut akan perubahan, hadapi yang bisa di hadapi, jalani yang harus dijalani. Walau terkadang hidup ga melulu berjalan seperti rencana dan maunya kita.. Tapi hari ini aku tak tahu lagi yang mana yang harus dipercaya darimu sayang. Kamu minta ku jangan khawatir, bahwa ga ada yang perlu di khawatirkan. Bahwa semua baik-baik aja. That you'll stay be with me for a very long time.. Tapi aku pernah kepo dan khilaf. Nyatanya yang kau kata ke dia hal yang jelas berbeda. Sungguh sebaliknya. Aku coba bertenang dan berkata pada diri sendiri.. kamu hanya coba menjaga kedamaian. Aku cukup percaya kamu. Kamu minta maaf. Dan dengan gampang aku maafkan. Tapi aku ga lupa. Keraguan itu mulai tumbuh. Dan detik ini aku tak tahu yang mana saja darimu yang masih bisa ku percaya. Karena banyak bohongnya kamu.. Baik saja? Lalu apa yang terjadi? Kamu ga baik saja dan kamu bohong.. Kita akan ...

Revin dan pencarian penghiburan

Ah hari hari belakangan sungguh suck.. Kepala yang berat. Tubuh yang lemas. Demam panas dingin. Mual muntah ga jelas. Pola tidur yang kacau. Nightmare. Nafas yang terus saja hilang terengah-engah. Konsentrasi yang buyar. Project jadi lama kelarnya.. belom lagi tuh paketan-paketan yang Dateng makin lama makin ngeselin... Aaaarghhh.. Dan saat seperti ini, kemana kalian semua? Hilang kan.. Jojo, Penny, yah aku ga akan bawa anak kmpa yg pasti lagi capek diatas. Ah aku nyesel ga bisa nyusul. Satu-satunya penghiburan ya dengan kontak dan pesan-pesannya Revin. Ah Revin. Siapa lagi tuh? Halaah.. bukan siapa-siapa gue.. Namanya Revin Wahyudin (gatau bener apa kaga, belom croscek ktp-nye). Dan yah gue ketemu dan kenal orang ini belom begitu lama. Bisa dikatakan 7bulanan lah kurang lebih. Kita kenal pun berawal dari acara training clean camp nya rekruitment volunteer Greenpeace yang baru di labuan Banten Sanah, yang ternyata itu daerah tempat tinggalnya Revin. Ga begitu banyak yang gue ...

And life go on, ganti chapter.. kita? Ah quesera sera aja lah ya sayang

" lebih dari 50% pengguna smartphone di dunia itu lajang." Ya aku mengamini selama ini bahwa gadget membuat manusia teralienasi dari lingkungan sosialnya. Kita terlalu sibuk dengan follower, loker tak terlihat di seberang dunia sana, sampai kadang hubungan dan interaksi sosial di dunia nyata menjadi menurun kualitasnya. Tapi hari ini aku membaca kalimat itu, aku cuma menyeringaikan sungging senyum ironi.. kemarin saat hp ku masih sekedar hp China Abal yang terbatas ga bisa apa-apa dan sering rusak, malah udah rusak lama parah, aku punya kamu Abang. Pun ga melulu sering, tapi nama dan motif tentangmu darimu selalu menghangatkan dan mencerahkan hari. Ada yang meramaikan. Ada yang khawatir dan sibuk juga menanyakan kabarmu. Dan walau kadang terasa jengkel, i know im being loved by a little thing you are doing. Sekarang aku pakai hape lumayan berat merk, dengan spesifikasi yang lumayan bagus juga. I could touch and reach the world with it, but then, some shit happen, i couldn...

Farewell

  " No one loses anyone, because No one owns anyone. That is the true experience of freedom: having the most important thing in the world without own ing it.." - Paulo Coelho.. Aku gatau kamu sengaja atau apa, kamu ninggalin gambar quote itu di laptop ku. Mungkin benar sengaja mungkin tidak, kamu yang aku tahu, bukan orang yang doyan dengan quote-quote kaya gitu. Tapi kamu juga tahu aku bahkan punya koleksi quote yang disimpan di directory ku. Aku pernah ngebahas quote ini juga di postingan ku berbulan silam. Namun kala itu, aku masih hanya meraba belum mampu memaknai sepenuhnya kata itu. Belum bisa verstehen. Hari ini, bukan lagi sekedar verstehen. Kini semuanya nyata. I experience it first-hand. Mungkin ini pesan yang coba kau sampaikan padaku sejak waktu silam. Peringatan agar aku bersiap diri. Agar aku mundur sejenak. Karena kamu mulai merasa terkungkung, hingga hilang kebebasannya. Hingga kamu harus memilih pergi dulu agar bisa bebas. You are not a thing, not posses...

Berkecambuk

Abang maaf.. Maaf sekali lagi bikin masalah di hidup lu.. Walau aku tak begitu paham betul situasinya hingga menjadikan apapun yang ku laku tampak menimbulkan masalah bagimu.. Maaf.. Aku marah. Aku frustasi. Aku sedih sendiri.. Aku hilang.. Dan aku tak tahu lagi harus apa untuk melampiaskannya. Mengeluarkannya. Segera menyelesaikannya aku belum menemukan jalan. Aku tahu hidupmu bukan tentang aku, dan harusnya dunia ku pun bukan cuma tentang kamu. Tapi tahu dan menerima itu ternyata proses yang berbeda.. Aku fikir satu-satunya jalan mengenyahkan adalah dengan menambah kesibukan, keluar, ketemu orang baru, ambil kerjaan baru, alih perhatian, ngabisin waktu biar ga sendiri. Tapi yah seperti kamu bilang, itu ga nyelesain masalah. Yang ada malah cuma ngumpulin kerjaan baru. Dan kamu benar sayang. Kamu benar.. Untuk sejenak aku mungkin bisa mengenyahkanmu dan berusaha ngalihin perhatian ke apapun yang aku lakuin saat itu. Tapi kamu tahu aku bukan orang yang fokus. Berhenti sibuk di...