Posts

Showing posts from March, 2017

Untukmu, Aku Ingin Berterima Kasih Karena Telah Melepaskanku. Aku Tahu Tuhan Punya Jalan yang Lebih Indah Untuk Kita

Sudah lama kita tidak bertegur sapa. Yang kuingat, kita seperti es dalam frezeer yang beku saat bertemu. Kita masih sulit untuk menjadi seperti sebelum menjadi sepasang kekasih yang akrab. Ah, sudahlah! Itu manusiawi, bukan hanya kau dan aku yang merasakan itu. Banyak yang merasakannya juga, kan? Hahaha... Rasanya aneh saat aku menulis ini untukmu. Tapi jangan berpikir apa-apa. Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang telah kurasakan setelah perpisahan kita dan hanya ingin menyambung tali persaudaraan kita. Itu saja, boleh kan? 1. Dulu, aku pernah merasa bahagia. Mungkin karena kamu, aku merasakannya . Dulu, kau selalu menjadi yang kupuja. Kau bisa membuatku tertawa lepas dan ceria, serta menyenangkanku. Masa-masa itu sungguh membuatku selalu berterima kasih padamu. Kamu tahu? Dulu aku selalu mencintaimu sekuat yang kubisa. Sampai aku lupa, pertemuan kita hanya pertemuan seorang manusia yang pada akhirnya akan berpisah. Entah berpisah ketika menjadi seorang kekasih atau berpisah kar...

thanks god im blessed

tuhan terimakasih ia baik. dan malam ini. malam ketiga yang kunikmati disampingnya, di rengkuhnya, sebagai kekasihnya... tuhan aku tak tahu apa rencanamu. yang kutahu, aku bersyukur atas apapun yang telah kau hadirkan di langkah hidupku. aku pun tak tahu jalan macam apa lagi yabg telah kau siapkan bagiku. aku hanya bisa berdoa dan memohon kekuatan agar apapun di depan nanti, aku kuat. tuhan. aku masih belum mampu mengingat jelas setiap garis di wajahnya. aku minta maaf... tapi aku ingat sorot matanya yang dalam yang teduh kala menatapku. ada sesuatu disana ada sayang disana... dan kala ia bilang akan menjagaku. aku yang takut percaya janji ini entah aku tahu aku bisa percaya padanya bukan persoal ingin mempercayainya tapi aku tahu apa pun , ia akan mencoba menjaga kata-katanya ia tak sempurna ia bukan siapa-siapa atau apa-apa ia tak pernah kubayangkan sebelumnya ia yang hadir tak sengaja tak pula membawa apa-apa tapi perlahan, sederhana, ia menemani aku dengan...
tuhan ia baik. terimakasih

Hai kamu

Hai buku harian virtual ku Apa kabarmu Aku tahu sepi Aku sudah terlalu hidup di dunia nyata hingga tak punya waktu menulis. Pun ku sedang terlampau bahagia hingga Kutak tahu haruskah menuliskannya.. Malam ini Aku terbaring di lantai sekre. Seperti bertahun lalu. Diantara para lelaki saudaraku. Tapi ada yang lain. Disampingku ada sesosok lelaki yang sedang tertidur dengan lelapnya. Alfian, orson, Al, namanya. Terserah mau manggil apa. Ia yang sejak beberapa hari lalu menyandangkan aku sebagai kekasihnya. Aku tak tahu. Apa yang terjadi apa yang kurasa. Semua terjadi begitu saja Yang kutahu, dimatanya aku melihat kasih sayang yang dalam. Tuhan aku telah ditemukan orang yang insyaallah akan menjaga dan menyayangi ku dengan hebat. Semoga ia tepat. Tapi aku kesulitan tidur sekalipun lelah badan dan mata. Entah. Saat memejamkan mata. Aku masih ingat jelas raut garis wajah lelaki itu. Lelaki yang menggenggam erat hati dan jiwaku. Sebuah definisi rumah bagiku  Tuhan apa ...