Sinar baru

Berhari hari terkapar karena kekuatan yang tiba-tiba hadir..

Akhirnya keluar juga. Ketemu manusia lagi. Dan Yap. Apalagi kalo bukan bocah ngawur mayapada..

Udah malem si..
Mager sebenere, cuman ya lah. Iya aing jalan.

Ngangkring. Kaga makan cuman ngabisin makanan bocahan. Hahaha..

Pras, Ijal, Ipan dan akhirnya Dika datang. Yang dicari? Jaiz.. zzzzzxxx

Kan ah. Lagi-lagi dikelilingi para lelaki kesepian..

Hahaha..

Aku?

Ah aku harap aku tak lagi.

Aku sekarang memang sendiri. Kemana-mana apa-apa ya sendiri. Kadang sepi dan bosan rajin hadir. Ya gimana lagi, aku emang si tukang bosenan..
Tapi apakah sepi kali ini hanya untuk diisi oleh kekasih, cari rebound atau apa?

Ah kayaknya ngga. Jangan. Toh aku terlalu malas.

Sejak kemarin aku bertanya-tanya bagaimana caranya melepasku. Memaafkan ku Abang..

Dan mungkin aku gatau jawabannya..

Yang kutahu. Aku terima ini. Kenyataannya kamu tak lagi ada, tak akan lagi ada. Entah sebentar, tapi aku mikirnya selamanya. Karena tak ingin lagi berharap suatu saat kamu datang. Aku tak akan menunggu. Lebih baik waktuku dipakai untuk produktif dan menambah kebisaan lain...

Bukan. Bukan aku tak mencintaimu..

Karena seperti yang kau kata. Cinta tak sekotak harus saling memiliki. Bersama..

Aku pun pernah baca.

Ketika Plato mengajarkan muridnya tentang cinta lewat bunga.

Bila kita benar mencintai , akan kah kita memetik dan menjaga bunga itu untuk dirimu sendiri? Atau membiarkannya tumbuh mekar dan indah..

Ah. Mungkin itulah.

Aku coba positif Thinking aja. Mungkin itu yang kau lakukan. Kamu tak ingin memetik ku dan menyimpan ku untuk mu sendiri, kau tak ingin aku mati dan layu.

Kamu. Melepasku. Membiarkanku bertumbuh dan mekar. Menjadi indah dan hebat versi ku sendiri. Memberiku kebebasan untuk terbang..

Ya. Pada akhirnya cinta bukanlah kepemilikan. Cinta itu kebebasan.. membebaskan..

Dan mungkin inilah juga caraku mencintaimu. Dengan melepasmu... Dengan tak lagi mengusik hidupmu... Membawa pergi dramaku, mimpiku... Meninggalkan dan terus berkirim pesan lewat langit dan Tuhan saja.

Semoga suatu saat kita bertemu lagi dalam versi hebatnya kita masing-masing...

Beberapa hari lalu, si mamas ngecengin, apakah aku ke kampus nyari gebetan baru. Lelaki baru. Buat pengganti kamu.

Ga pusing. Tapi sedikitnya aku berfikir juga.

Hari ini. Aku harap adalah jawaban finalku.

TIDAK.
Aku tak mencari siapa-siapa. Tak juga mencari gebetan atau calon pacar baru. Yaelah. Aku malah menjadi malas berurusan asmara lagi.

Kalau suatu saat nanti emang ada jodohnya. Ya biar nanti juga ketemu pada saat yang tepat. Saat aku sudah jadi versi hebat. Ga kaya sekarang. Yang masih merangkak kacau begini.

Hidup bukan hanya tentang asmara .
Banyak hal lain yang harus aku hidupi.

Kalau nantinya aku tak berjumpa kecocokan dan kenyamanan lain dalam versi partner hidup. Yaudah. Bodo amat.

Sekarang aku cuma mau membenah diri. Uogrding. Biar abis ini jadi perempuan hebat dan mapan.

Dan saat mapan. Aku bisa ngebangun keluarga kecilku sendiri. Insyaallah.

Aku tak ingin lagi menyalahkan orang tuaku atas masa kecilku yang payah. Aku ingin membalasnya, dengan memastikan bisa membawa manfaat dan kegembiraan di hati banyak anak-anak.

Yang jelas, anak lelaki ku, nantinya harus ada Orion. Hehehe : D

Dulu mikir kuliah kerja nikah mati..

Tapi sekarang.

Ah mari coret nikah dari daftar wajib ya!

Itu conditional.

Yang pasti adalah membangun keluarga kecilku. Gimana pun caranya..

Banyak anak tak beruntung diluar sana kan.

Dan untuk menjaga dan merawat mereka. Makanya Pitri harus mapan. Baik secara materiil dan non materiil.

Amien ya Allah.

Lagu-lagu cinta dan patah hati berputar. Tapi tak lagi kamu melulu jadi tokoh yang kubayangkan disana.

Kini aku bisa menyanyi tanpa membayangkan siapa-siapa lagi. Alhamdulillah..

Dan kalau malam-malam ku di penuhi oleh lelaki macam mereka itu Mulu. Dan lagi tak pernah dianggap cukup cewek. Lah hodo amat.

Aku ya aku. Aku dan teman-temanku . Itu cukup rasanya untuk saat ini.

Mencari lagi ajah teman yang banyak. Ilmu yang banyak.

Jangan pernah berhenti

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know