Selamat malam abanh
Menceritakan hidupku tak mungkin tanpa menceritakan bagianmu di dalamnya Abang.
Berkisah ku kini dan mendatang, nama mu akan selalu muncul terbawa. Entah sebagai piagam, pialang atau kenangan yang dimenangkan.
Kisah kita begitu sederhana, namun begitu tak biasa.
Suatu saat
Akan ku tulis mungkin
Menjadi novel ku sendiri. Tentang kamu dan aku.
Buku dan kompas.
Kopi hitam dan cappucino.
Bersoal Revin.
Usah kau resahkan ia.
Sedari lama aku tahu kami tidak berada di vibe yang sama...
Jangan tanya kenapa awal aku tertarik padanya, aku tak tahu...
Dan kalau difikir aneh juga. Justru yang jadi lanjut akrab banget malah yang paling pendiam kalau ketemu kaya dia.
Selanjutnya berlanjut kmentah bagaimana atau apa saja yang diceritakan.. aku banyak tersenyum dan tertawa hanya dari interaksi virtual kami semata.
Bahkan teman-teman pun bilang dia baik, karena bikin aku cerah hari melulu.
Yah menyenangkan aku emang ga susah sebenarnya kan. Gampang banget malah. Aku kan rada receh. Gampang bahagia.
Mungkin efek bahagianya ga sekuat dan sedahsyat karena kamu Abang. Dan aku sadar banget Revin ga maksud atau ga sengaja.
Tapi dengan dia ada yang ga sengaja tapi melulu bikin nyengir. Ga konstan tapi yah booster banget.
Aku bersyukur banget ketemu, masuk dan stay di Greenpeace yah salah satunya karena Revin.
Mbuh kenapa...
Aku gatau apa yang kurasa...
Dari awal dia emang udah bukan sekedar partner Greenpeace biasa. Dia pernah duluan jadi lelaki potensial bahkan sebelum aku melirik kamu lebih jauh Abang..
Dan malam ini. Dia bilang dia tahu aku suka Ama dia dan itu wajar.
Ha.
Aku ingin tertawa abang..
Aku bahkan belum mendefinisikan diriku sendiri.
Tapi jujur ini kembali mengingatkanku akanmu Abang. Bukan bermaksud membandingkan. Kalian sungguh berbeda dan tak layak di oerbandingkan..
Hanya saja. Skenario ini. Soal dia yang mengaku tau aku menyukainya. It remind me of the First time kita menjadi semakin liar ..
Akankah berjalan kearah yang sama ?
Ah aku meragukannya...
Seperti yang kubilang. Aku hanyalah satu dari ratusan volunteer perempuan yang pernah ditemuinya.
Dan aku baik saja.
Aku memang sedang tak ingin terlibat apa yang serius mengikat.
Saat sejatinya aku sadar, aku belum benar selesai mencintai diriku sendiri setelah perpisahan kita yang melelahkan jiwa.
Kamu Abang.
Sampe kapanpun akan jadi hal special. Kamu akan selalu punya tempat special.
Lelaki pertama dan entah satu-satunya atau tidak, yang membuatku merasa cukup dan ingin berhenti mencari. Sosok yang tak sempurna tapi yang membuatku berkecukupan dengan penuh syukur. Mungkin bukan yang terbaik di dunia, tapi orang yang mau diajak untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi setiap harinya.
Kamu berbeda. Lelaki hebat kesayangannya aku.
Dan aku bangga kamu pernah jadi bagian hidupku.
Dan aku sadar tak akan membandingkan ollelaki mana denganmu, memaksa mereka bersaing denganmu. Itu tak adil.
Kamu standar tinggi.
Aku sekarang melakukan seperti yang kau minta, membuka hati dan kesempatan.
Pinta dan doaku kerap menyertaimu semoga, berbahagialah dimana pun kamu berada Abang. Aku tahu kamu tak percaya pada bahagia. Tapi tetaplah bahagia dan baik saja. Hiduplah , bukan sekedar Survive atau eksis.
All best wishes untuk kita semua abang
Comments
Post a Comment