Midnite babble
Aku tak lagi menghitung ini hari keberapa sejak tak ingin lagi berusaha menemuimu...
Hari ini, Rabu tengah malam 21 12 2016.
Aku sedang duduk disini.
Di bangku beranda depan wisma jambu. Menemani tim trainer penjaga yang masih akan berjaga sepanjang malam ini untuk persiapan strategi rolex action olah esok hari.
Yap. Aku sedang sibuk dengan nvda Greenpeace. Capek lelah kenyang dan aku senang.
Senang ketemu banyak teman baru.
Senang ketemu wajah familiar lama.
Senang bisa beraksi dan benar-benar terus bersama fantastis 7 mayapada Amerta..
Senang bisa lihat pemandangan hijau dan Purwokerto dari jauh. Tidur diatas rumput. Memandang langit siang dan malam berbintang.
Dan sangat senang dia ada.
Siapa ?
Yap. Revin.
Makhluk mesum yang selalu menyegarkan dan membuat ketidakwarasan dan keliaran ku muncul.
Ha-ha-ha..
Para trainer udah selesai diskusi, ada yang tidur, ada yang kembali berjaga. Dan aku masih disini. Duduk di bangku ini, dengan alasan menunggu email datang.
Apa yang aku lakukan ?
Aku menatap ke depan. Memandangi langit dan gemerlap lampu malam Purwokerto. Dan memandanginya yang tidur tak tidur dihadapan ku.
Revin oh Revin..
Aku tak pernah tahu harus menempatkan dalam lingkaran yang mana?!
Partner kerja, rekan di GP ya iya. Kenalan ya iya. Tapi rasanya kamu agak lebih sedikit diantara orang GP lainnya.
Friend of benefit?
Ah maybe.
Aku memanfaatkan kehadiranmu saat sesah, sedih dan sepinya hari, tuk akhirnya nemuin penemanan dalam wujud kamu. Kehadiran virtualmu yang senantiasa membuatku tak sendiri, dan berhasil nyengir lagi.
Kamu ?
Ah aku tak tahu.
Aku hanyalah satu dari banyaknya volunteer perempuan di Greenpeace. Aku hanyalah satu dari banyaknya perempuan yang berusaha kau goda. Gadis yang kontak-kontaknya memenuhi layar hape mu.
Aku memang sudah pernah bilang ingin sendiri. Tak lagi ingin jatuh cinta.
But a woman has it needs.
Dan ya, sejak ditahui hubungan seksual yang menyenangkan selama bersama bang Rio, jujur aku rindu dan ingin lagi bang.
Dan mungkin tak apa bila sekedar menyenangkan diri kan.
Casual partnership. Dimana semoga saja tak ada drama dan embel-embel attachment diantaranya.
Peluk dan genggaman tangannya akanku. Aku tahu aku rindu seperti itu.
Bisa merengkuh dan menyejukkan orang lain dengan dekapanku. Membiarkan tangan yang lebih kokoh dengan aroma manly mengaitkan dan mengeratkan jarinya akanku.
See..
Hari-hariku menyenangkan
Tanpamu
Dengan hidupku
Aku mulai hidup
Comments
Post a Comment