Posts

Showing posts from December, 2016

Tentang kesepian dan menjadi sendiri

Selamat malam dunia... Malam ini masih sama gelap nya sebagaimana malam-malam lainnya.. Kesendirianku masih saja menghadirkan sepi. hingga aku kesulitan meletakan handphone ku setiap saat, kapanpun dimana pun. Sebegitu mudahnya bosan dan rasa gabut menghinggapi, menjadikan keinginan menghubungi ka gembel, Revin, Fahry atau mas Deskon dan lain-lain semakin besar. Padahal sebenarnya tak ada hal sebegitu pentingnya untuk menghubungi. Yah kecuali sama ka gembel. Berhubung persoalan pulang bareng ke Purwokerto tapi orangnya susah banget dihubungin, jadilah hampir kehabisan tiket karena lama menunggu dan menghubunginya. Ckckck.. Beberapa malam yang lalu, aku keluar lagi dengan ka gembel. Ia pamit ke kedua orang tua ku bahkan ikutan bikin alasan palsu, demi bisa keluar dan meet up bareng Kolin dan KA Akmal. Nothing special really. Hanya menyambung percakapan asik yang dahulu sempat terhenti sejenak gegara sempat tumbuh kebaperan diantara kita. Kala itu aku yang salah mengartikannya, malah...

Selamat malam abanh

Menceritakan hidupku tak mungkin tanpa menceritakan bagianmu di dalamnya Abang. Berkisah ku kini dan mendatang, nama mu akan selalu muncul terbawa. Entah sebagai piagam, pialang atau kenangan yang dimenangkan. Kisah kita begitu sederhana, namun begitu tak biasa. Suatu saat Akan ku tulis mungkin Menjadi novel ku sendiri. Tentang kamu dan aku. Buku dan kompas. Kopi hitam dan cappucino. Bersoal Revin. Usah kau resahkan ia. Sedari lama aku tahu kami tidak berada di vibe yang sama... Jangan tanya kenapa awal aku tertarik padanya, aku tak tahu... Dan kalau difikir aneh juga. Justru yang jadi lanjut akrab banget malah yang paling pendiam kalau ketemu kaya dia. Selanjutnya berlanjut kmentah bagaimana atau apa saja yang diceritakan.. aku banyak tersenyum dan tertawa hanya dari interaksi virtual kami semata. Bahkan teman-teman pun bilang dia baik, karena bikin aku cerah hari melulu. Yah menyenangkan aku emang ga susah sebenarnya kan. Gampang banget malah. Aku kan rada receh. Gampa...

Far away

My world without you baby seems so cold can’t live without you baby I miss you so I would give up all my life if you come home to me It’s not the distance baby that made me go We never see each other and it made me know Love that we share was so far and I cant never show Baby I couldn’t lie that I miss you so you keep saying goodbye and I keep saying hello Baby I realize that I love you more each time And I know it’s your future and I understand I can’t be someone baby that you think I am I was a fool cause I know I was letting you go I just can’t stand to be far away from you I had my doubt will I couldn’t wait for you baby I made some mistakes but you know that is true Tonight I’ll be wishing that you would come home to me but you if you’re not coming I just wanna let you see baby I am not fine cause I want you back to me.. tonight Yap. So far away karya nya music for salesman adalah salah satu playlist andalan ...

Deh

Deh... Orang tuaku bertanya lagi tentangmu.. tentang kita.. Aku jengah. Kalau di waktu yang lalu-lalu mereka bertanya dan aku akan mengelak, entah untuk memagari ku dari masalah lebih lanjut, berlindung di balik nama nya, atau karena aku masih terlalu sakit dan sempat belum menerima kenyataan dia udah bukan punyaku lagi.. Kali ini gimana ? Aku gatau. Ga tau apa yang dirasa.. Aku tak tahu apa yang terjadi. Antara aku dan kau, kita. Yang kutahu pasti. Aku benci mencintaimu... Aku malah risih. Jengah harus kembali membahas namamu. Tentangmu. Karena dimatamu, saat ini aku sudah menuju baik saja. Sekalipun sesah dan sepi kadang gabut menyergap. Aku enggan akanmu lagi. Nyatanya mataku tahu.. kita hanya manusia yang begitu mirip hingga ego dan kesalahan kita pun sama. Cinta ini ga salah. Hanya saja mungkin kita bukan orang yang tepat untuk satu sama lain. Maka biarkan aku menutup buku ini. Aku tak ingin kamu mengganggu dan usik hariku lagi

Kamis

Kamis 22 Desember Oh Iyah. Ini hari ulang tahunnya Ka bagus yaak. Selamat bertambah tua pak itsnain. All best wishes pokoknya buat kamu dimana pun berada mas tutor. Badan terasa sekali lelah dan pegal. Sisa-sisa pergulatan nvda kemarin. Aku belajar banyak. Dapet keseruan banyak. Nambah teman banyak. Dapat dilihat dari banyaknya kawan yang berpelukan saat waktunya pamit. Ah. Perpisahan. Akan selalu hadir sepaket dengan kedatangan dan kebersamaan. Liburan kita selesai.. Tapi tidak dengan persaudaraan kita.. Sampai jumpa bertemu di keseruan bermain dan berjuang yang lain-lainnya lagi.. Malam yang lelah juga. Harus berkebut waktu Untuk mencapai kereta malam tadi. Yap. Aku memajukan jadwal mudik demi bisa pulang bareng orang-orang Greenpeace. Dan utamanya ya jelas, Revin. Hahahaha si mas Hadi ngerti ajah. Aku ditempatkan di samping Revin. Yah walaupun sepanjang malam kami hanya saling kikuk dan memilih tidur. It a bit awkward you know... Especially when everyone notice ya and...

Midnite babble

Aku tak lagi menghitung ini hari keberapa sejak tak ingin lagi berusaha menemuimu... Hari ini, Rabu tengah malam 21 12 2016. Aku sedang duduk disini. Di bangku beranda depan wisma jambu. Menemani tim trainer penjaga yang masih akan berjaga sepanjang malam ini untuk persiapan strategi rolex action olah esok hari. Yap. Aku sedang sibuk dengan nvda Greenpeace. Capek lelah kenyang dan aku senang. Senang ketemu banyak teman baru. Senang ketemu wajah familiar lama. Senang bisa beraksi dan benar-benar terus bersama fantastis 7 mayapada Amerta.. Senang bisa lihat pemandangan hijau dan Purwokerto dari jauh. Tidur diatas rumput. Memandang langit siang dan malam berbintang. Dan sangat senang dia ada. Siapa ? Yap. Revin. Makhluk mesum yang selalu menyegarkan dan membuat ketidakwarasan dan keliaran ku muncul. Ha-ha-ha.. Para trainer udah selesai diskusi, ada yang tidur, ada yang kembali berjaga. Dan aku masih disini. Duduk di bangku ini, dengan alasan menunggu email datang. Apa yang ...
I think somewhere along the way, I gave up. I got tired of always trying to make everything between us okay because i wanted you in my life. Then I realized that you didn't even care. Maybe I realized it too late, but it stil hurts. Maybe i was hoping that we'd find a way to change and turn it back to what it used to be. I had to draw the line because there comes a point where i just had enough and i'd love to give up; but i never did because i had hope that it would change. Now, I think I have to make that decision because it's not fair to the both of us -- especially me. It pains me to say this, maybe because i still care, but i have to tell you goodbye. I know what my problem now. I can't let people go. I put so much effort into putting them in my life that i just hang onto them. But people change and things aren't what they used to be. I just wanted to tell you that i'm happy you've stepped into my life, even for a short while. ...

Transisi hedonitas

Hari kedua telah selesai... Syukurlah tak sekalipun ketemu kamu. Ya jelas ga mungkin juga, wong aku ga kemana-mana Ampe Maghrib dan malemnya ke kampus buat niatan pergi lagi. Yap. Ketemu anak mayapada dan NVDA ini emang selalu bangkitin semangat gue. Dan cuss.. lagi - lagi kita nongkrongnya di kafe singgah. Beuuu.. Sekarang udah begaya uy, rajin nongki di kafe dan tempat makan premium .. dulu mah burjo angkringan aja udah mewah banget. Yap. Sekali lagi menegaskan berbedanya aku sebelum dan setelah berkenal Abang. Seorang aku, gadis yang cuek, Kumal, makan seenaknya, tapi jelas jauh dari kata hi-class.. Yah middle class aja langka. Aah aku mah membumi banget disini. Pakaian ? Baju yang dari SMP, sd pun ada.. asal pake. Kaos, kemeja ebel, model jadul, mana pernah make up atau cuci muka atau apa.. Hari ini ? Ya berpakaian emang masih semaunya. Cuman ya sekarang lebih self-concious berusaha tampil selalu baik. Beberapa isi lemari udah baru. Aku pun mulai nyoba ini itu belajar da...

H+2

Pamparampaaa.... Yap. Aku baru aja pulang kemping bareng anak-anak kelas nih. Sebuah keinginan yang lama tertunda, kira-kira 3rahunan berarti yaak.. Aku senang. Aku semangat. Sudah lama sejak terakhir. Ah tapi apa daya, perjalanan segitu aja aku mendadak linglung capek banget. Dada sesak, kepala berat, lambung ngilu. Aaaah elaah.. Aku ga enak banget sama kemoon dan Yuli dan teguh. Tapi mereka baik. Mereka ga ninggalin. Sabar nungguin dan terus nyemangatin. Aihh.. Sepanjang perjalanan di hutan itu.. Aku teringat . Waktu terakhir aku kemping, ada kamu disana Abang. Saat itu aku yang memaksamu ikut. Andai. Andai saja tidak. Mungkinkah kamu datang ? Bukannya aku ingin kembali terjebak di ruang nostalgia... Ini langkahku. Proses ku melepasmu juga.. Kalau selama ini aku perih hingga menghindari tempat atau siapa yang mengingatkanku akanmu. Kini aku memilih merekonstruksi kenangan Abang.. Kalau dulu kenangan indah itu pernah bersamamu.. Kini saatnya mengenyahkan dan menghapus je...

Keretaku sudah tiba

Hari ini. Aku tak bisa bilang telah menjalani no-contact rules lagi. Tapi hari ini aku selesai. Selesai yang kemarelin tertunda. Aku sudah bayar semua hutangmu yah.. Dan harusnya itu jadi satu-satunya anchor kontak antara kita. Aku sudah transfer. Dianggap lunas. Dan aku pun sudah pamit. Ucap selamat tinggal. Aku tahu mungkin itu tak ada gunanya. Tak ada artinya juga bagimu, lebay menurutmu.. Tapi aku tak lagi peduli apa katamu. Hari ini. Aku hanya ingin menjadi versi terbaik diriku. Kuat. Kalau itu facade yang selama ini ku bangun, yang telah kuruntuhkan demi telanjang di hadapanmu. Maka selepas ini, aku akan menjadi kuat sungguhan. Apapun caranya, apapun resikonya. Seberapa pama pun waktu yang ku butuhkan. Kamu. Memang benar godaan terhebat di jalanku.. zona nyaman ku. Tapi bukankah hidup dimulai saat kita berani keluar dari zona nyaman ? Maka harus kutanggalkan kamu juga, dan mulai meniti jalanku sendiri... Terimakasih sudah mengajarkan banyak hal. Terimakasih sudah per...

Day 1 : restart

Day 1 : 12 Desember 2016 Hari ini, mulai lagi dari nol. Aku akan belajar sepenuhnya menjauh. Aku akan berusaha menghormati pilihanmu. Aku tak kan lagi ngontak kamu. Kufikir ada baiknya. Mungkin harus ku blokir sejenak kamu dari segala fungsi ponsel ku. Kamu. Namamu dari kamus hidupku. Wajahmu dari kaledeiskop hidupku.. Ga mudah. Ga ada yang bilang hidup itu mudah. Tapi kali ini, aku menolak jadi korban. Kiki bilang, aku harus menghormati pilihanmu dan benar-benar hilang, tak lagi berusaha ikut campur, tak boleh lagi tunjukan peduli secara nyata. Mungkin saja , disana, perpisahan ini, bukan hanya aku yang terluka. Kamu berat. Pasti berat menjadi seorang brengsek begitu bagiku. Maafkan Abang. Maaf. Ada begitu banyak hal yang ingin aku katakan. Yang ingin aku tanyakan. Yang ingin aku berikan... Tapi tiba-tiba kamu membanting pintu di depan mukaku. Soal rumor itu. Kamu mau tahu kejujuran ku ? Aku tak berbuat apapun. Aku bahkan tak pernah menyebut atau menyalahkan gadis itu diteng...

Loving you is so easy

Loving you is so easy for me.. Maybe i dont understand the whole meaning of love or live. Or maybe you are not the best thing for me out there.. I know.. But is so easy dear... Even tough it's hard, it's hurt.. once i start, i couldn't stop that easily.. Loving you is so easy dear.. Like the sky who falling in love with her earth.. So far.. so differnt.. Yet, she couldn't stop for want to protect the earth.. nurture the land with sunlight and rain.. And she never ask anything back.. as long she know he is healthy and live well.. As long, she could keep protect him.. It so easy like that.. You always said that there is much more people who is better than you.. Yeah. I know babe. I know it already.. But i dont seek the best.. I just wanna Someone who i could spend and share anything and everything'.. happy to be the way i am.. Yet make me strive to be a better Person. That kind of Bond, is not so easily to break.. to forget... And know. Even when y...

Para desember

Aku dan lelaki Desember.. Ha.. Kebetulan yang aneh emang ya.. Dan aneh juga aku baru ngeh sekarang. Ga penting iyak. Cocoklogi doang sebenernya, tapi jadi agak lucu aja. Entah begimana caranya, Desember emang selalu punya ceritanya buatku. Dulu saat masih kanak-kanak atau remaja, aku tahu Desember aneh. Banyak aja kejadian yang terjadi disana tiap tahunnya. Mulai dari kematian nenek Ndut, bibi ayu, engkong rais, kecelakaan, kebakaran rumah, lalu kematian ma' eneh. Menginjak bangku sekolah. Aku punya beberapa sobat dimana mereka orang-orang kelahiran Desember. Nice.. Kuliah ? Ulang tahun bang bron, waktu itu pun kami sedang ldr. Ulang tahun Jams di akhir Desember. Ulang tahun Desya 2 Desember lalu. Sobatku. Ulang tahun ka bagus di 22 Desember besok. Naaah.. buat yang satu ini dikutipnya beda. Lalu aku tahu si Abang kelahiran bulan ini juga. Jojoo juga Desember dengh.. Eh barilu tahu belakangan kalo si masmase lahir di tanggal yang sama Ama Desya.. Kalo harus ngado...

Sinar baru

Berhari hari terkapar karena kekuatan yang tiba-tiba hadir.. Akhirnya keluar juga. Ketemu manusia lagi. Dan Yap. Apalagi kalo bukan bocah ngawur mayapada.. Udah malem si.. Mager sebenere, cuman ya lah. Iya aing jalan. Ngangkring. Kaga makan cuman ngabisin makanan bocahan. Hahaha.. Pras, Ijal, Ipan dan akhirnya Dika datang. Yang dicari? Jaiz.. zzzzzxxx Kan ah. Lagi-lagi dikelilingi para lelaki kesepian.. Hahaha.. Aku? Ah aku harap aku tak lagi. Aku sekarang memang sendiri. Kemana-mana apa-apa ya sendiri. Kadang sepi dan bosan rajin hadir. Ya gimana lagi, aku emang si tukang bosenan.. Tapi apakah sepi kali ini hanya untuk diisi oleh kekasih, cari rebound atau apa? Ah kayaknya ngga. Jangan. Toh aku terlalu malas. Sejak kemarin aku bertanya-tanya bagaimana caranya melepasku. Memaafkan ku Abang.. Dan mungkin aku gatau jawabannya.. Yang kutahu. Aku terima ini. Kenyataannya kamu tak lagi ada, tak akan lagi ada. Entah sebentar, tapi aku mikirnya selamanya. Karena tak ingin lagi ...

Reasoned

Aku tak baik saja.. Dan aku tak peduli bila kamu bilang aku cengeng, mewek kaya anak kecil, lebay dan lainnya.. aku tak peduli. Tau apa kamu soal sakit ku ? Soal perasaanku ? Soal aku ? Kamu tak tahu apa-apa.. Kamu lelaki logisku. Yang tak peduli apa-apa diluar rentang logika cakrawalamu.. Dulu aku mungkin berfikir, kamu segitu percayanya padaku. Percaya kekuatanku untuk terus baik-baik saja dan akan baik saja.. Tapi kalo dipikir lagi. Dari kacamata yang lain. Kamu mungkin hanya tak peduli. Kamu tak pernah mau perduli atas apa yang terjadi diluar bubble idealis positif nya kamu.. Everything' happen for a reason .. Dan bagiku tak patut judge something tanpa kita tahu, tanpa betul paham sejarah , latar belakang dan alasan dibalik semua perkara. Bagimu mungkin lawan hitam tak hanya putih. Tapi bisa juga non-hitam.. Ya itu kamu. Lelaki kritis ku.. Tapi di mataku, semua orang punya putih versi mereka masing-masing. Apa yang di mata orang hitam, bisa tampak putih sebenarnya...

Escape

Aku pernah jadi orang yang sanguis.. Basking in the light of people around me.. Lalu pernahnya saat bersama Abang, aku sedang di posisi melankolis. Begitu sensitif. Terkesan baperan dan cengeng mungkin.. Tapi ya itulah. Manusia memang selalu berubah. Dan mungkin keduanya memang adalah diriku. Yang kadang lebih menonjol satu daripada lainnya. Dan yang aku sadar. Kamu dan mungkin banyak orang lainnya bask in the earm of my sanguis side. But then, not everyone could handle me on the other side. Sekarang dan besok jadi apah, aku gatau.. Ga ambil pusing. Aku hanya ingin semua masalah ini segera berakhir. Aku hanya ingin hidup. Bebas. Damai. Bahagia.. ga salah kan ? Dan kalau di pilihan egois ku untuk bahagia ku harus menanggalkan mereka yang menekan dan give negative vibe toward me, aku mencoba melakukannya.. Apa bisa ? Entah. Kamu tahu aku bang, orang yang begitu peduli. Walau tak bisa mengekspresikannya dengan benar kadang . Jauh sebelum kamu ada, aku dah ambil keputusan untu...

Close my ears

Siang ini.. mbuh lah. Kamu muncul hanya untuk memancing kemarahan saja.. Kamu yang biasanya tak ambil pusing rumor. Jadi rempong hanya karena gosip semata.. Mungkin aku salah mungkin aku tidak... Ah sudahlah, aku harap kamu sedang tak mencoba lagi menyalahkanku. Karena aku pun sedang tak ingin terpancing dan menyalahkanmu balik. Usahlah mengundang perang datang. Kamu takkan siap bila aku yang menyerang balik... Sudah ya.. Aku tak ingin menstimulan energi negatif untuk kembali membenci mu Abang. Aku malah bertanya-tanya, apakah kamu segitunya membenciku ? Aku tak lagi ingin peduli Abang. Aku tak peduli mereka bilang aku bodoh. Kamu ninggalin aku, ngeduain aku atau apalah. Aku tak ingin dengar atau menanggapi lagi... Aku sudah bosan dengarnya... Aku sudah capek. Aku sudah cukup sakit berusaha percaya padamu hingga kamu malah yang seolah menggunting hilangkan semua.. seolah kamu membenarkan spekulasi liar itu. Ah sudah cukup. Itu bukan urusanku lagi... Toh aku tak tahu mungkin...

Ai atau ay ?

Ay.. Dia memanggilku ay.. Bukan lagi sekali. Tapi beberapa kali.. Aku coba tak ambil pusing. Mungkin saja hanya typo.. toh emang dia manggil aku ai.. Aku tak bertanya juga tak menegur. But you know me bang, i notice little thing.. Dan tetiba aku bertanya sendiri.. kalau itu bukan typo gimana? Maksudnya apa coba? Aaaah aku ga yakin siap nyari tau jawabannya.. Bukan maksud lebay atau geer. Hanya.. apa ya.. Beberapa bilang aku mudah menarik hati orang lain, membuat nyaman orang.. Terlalu banyak yang berpikat. Hingga sempat berpredikat php. Ah. Aku hanya sedang malas

Hujan di malam minggu

Hujan di malam Minggu Malam ini, Seperti malam-malam lainnya di sudut kota Purwokerto. Hujan merintik membasahi bumi.. Mengenai aspal jalanan.. Membuat belok tanah yang tak rata.. Yang berbeda hanya.. Malam ini aku disini. Di sudut ruang ini. Di tempat yang sudah mulai jarang kusambangi sajak ku belajar melepasmu.. Tempat di mana bermalam yang lalu, kau menanggalkan ceritamu.. kamu melepas genggaman erat jemariku, yang meremang masih ingin menyemtuhmu.. Mungkin itu malam terakhir aku bisa menyentuh bebasmu. Menghirup aromamu dengan begitu dekat. Tertawa lagi di sisimu.. Justru disaat kamu telah melepasku. Detik ini. Aku tak apa-apa sayang.. Ya. Aku kembali berjumpa kang nyaman dan mas Leo. Bertukar fikir dan mendengar cerita tentang orang-orang di angkatan kalian mengenyam masa jaya kuliah.. Tak ada namamu memang, tapi detil kecil itu masih ku ingat. Siang tadi. Ku baca koran terbitan kantormu.. Ku telusuri laman demi laman.. Dan di laman itu aku temukan jejak kamu. ...

Aku berhenti disini

Malam gelap dan dingin.. Udara berkabut diluar sana.. Sedang aku masih terduduk disini, memandangi kaca jendela, lalu lalang jalanan malam ini.. Kamu.. Duduk terlelap di bangku sebelah. Wajah itu tampak sangat lelah.. Kerut di keningmu menanda cemas yang kerap melanda mu.. Pun juga, tak nyenyak ataupun tenang tidurmu malam ini.. Ku fikir karena ini di bus kota. Tak nyaman karena kita sedang di jalan umum. Tempat yang tak cukup nyaman dan aman untuk lelap. Jalan ini terjal dan tak rata. Sesekali terasa guncangan yang mengombang ambing arah tubuh kita. Dan tiap kali kau tampak terganggu atau hampir jatuh dari bangku, tiap itu ku eratkan dekapanku di tubuhmu . Ku biarkan kepalamu bersandar padaku.. Sayang, Malam ini aku tak nafsu tidur. Bahkan sekalipun ada kamu disampingku. Atau mungkin, justru karena ada kamu lah, aku tak bisa tidur. Aku tak tahu.. Di kepala dan ingatanku terus terngiang, seolah flashback. Tentang bagaimana kamu, aku, pernah tertawa bersama. Pernah p...
https://play.google.com/store/books/details?id=g7MnDQAAQBAJ

Ai

Masmase lagi sibuk banget kayanya.. Aku ga akan bilang rindu. Itu berlebihan. Tapi apa yah kata yang tepat. Membosankan aja kalo hape dan gadget ramenya ama kerjaan doang. Sekali-kali ada yang nyari sekedar mengkhawatirkan atau ngisengin sih ngapa.. hahaha.. Dan yaaaaah.. Asyik aja dah lama ga di sautin lagi. Aaaaiiiiiiiii... Hahahaha.. Ai.. Ah sudah lama tak dipanggil begitu. Nama kecil favoritku. Sebelumnya cuma ada satu orang yang pernah memanggilku dengan sapaan itu. Yap. Rezhari. Abang pernah sih bentar manggil ai, tapi aah ga suka. Aku lebih suka disapa aaaay, sayang, yaaang atau apalah biasanya si Abang. Ai.. Itu special buatku. Aku sendiri ga paham kenapa saat dia tau nama asli atau biasa anak-anak manggil aku, aku ngijinin dia tetep manggil aku 'ai' Ga tau. Mungkin lagi pengen aja.. Dan toh, aku tahu nama asli dia lama, manggilnya tetep mas aja. Gegara rikuh dan takut salah mau manggil nama aslinya atau nama yg dikenalnya dia.. Tapi aku senang aku m...

Kamshamida..

Hari ini lagi-lagi keuangan mencekik membuatku harus sekali lagi meminta tolong padamu. Tak enak hati, tapi yah aku benar butuh. Kan kamu yang selalu bilang buat jujur dan minta tolong saat sedang kesusahan.. Kamu juga yang bilang akan berusaha ada saat aku benar butuh.. Dan sekali lagi. Makasih Abang. Makasih udah membantu sekali lagi.. Hari ini aku baru menyadari kamu unfollow ig ku! Dan ketika kamu yang males ribet transfer dan biasanya milih ngasih langsung, minta transfer aja. Aku tau kamu tak ingin berjumpa lagi denganku.. Kecewa sih. Sedikit. Tapi gapapa.. Toh aku bukan siapa-siapa. Aku hanya bisa terus nitip doa dan pinta ke Allah dan semesta, Biar jagain kamu.. Yah. Aku bertanya-tanya apa kamu merasa perih atau sempat terbayang rindu aku makanya kamu unfollow, atau aku sudah cukup memuakanmu.. merisihkanmu.. Pagi tadi. Mungkin pikiran liar itu bersemayam. Hingga aku gagal fokus saat belanja makan dan obat buat jojoo.. untungnya aku bawa motor dengan benar kali ini. ...