Posts

Showing posts from October, 2016

Untuk kamu, yang ternyata hanya singgah bukan tuk menetap..

Hey kamu, apa kabar? Bagaimana harimu? Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Sehat saja kan kamu? Ah begitu banyak tanya yang ingin kutanya padamu.. Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu, tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan, itupun tidak. Sama sekali tidak. Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah. Untuk kamu, yang sempat hadir. Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah. Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tahu aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tahu hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. ...

Foolish hope

Abang.. Lagi-lagi malam ini aku terjebak dalam fikir tentangmu lagi.. Kamu seperti ada dimana-mana. Saat sibuk dan banyak aktivitas, aku mengkhawatirkan kamu, apakah kamu sudah makan, bagaimana kabarmu, apa kamu baik saja? Kamu bakal marah kalau aku mengabaikan makan dan kesehatanku sendiri.. Saat istirahat dan sendiri. Aku bertanya-tanya apa yang kamu lakukan sekarang. Meremang lagi sebenarnya harus apa lagi aku saat ini, kita sebenarnya apa, aku mencintaimu tapi yang mana egoku sebenarnya, menolak untuk pergi dan ga nengok lagi, atau memilih diam seperti ini adalah jawabannya. Aku gatau. Aku sungguh ingin tahu sayang.. Siapa aku sebenarnya bagimu? Apa kamu pernah sedikit aja mencintaiku? Apa pernah aku jadi sesuatu yang kamu anggap berharga dan berarti bagimu? Johar pernah peringatin dulu.. "lelaki ya gampang aja fit bilang ini itu, suka pengen serius atau bla dan bla dan bla.. jangan mudah percaya! Aku ga mau kamu terluka lagi.." Apa aku bodoh terlalu mudah percay...

Not enough yet

Selasa, 26 Oktober.. Tak banyak hal menarik yang bisa ku ceritakan Abang.. Nugas Ujian Rapat Ama dosen Nulis Edit Kirim Cakcek kerjaan Kesana kesinih kesitu Haha ya gitu-gitu aja Tak banyak yang menarik bagimu mungkin. Tapi aku masih bersyukur terus. Banyak-banyak in syukur aja Aku masih bisa bangun walau dengan kepala berat dan pusing setengah mampus. Oh iya Hari ini papahku ulang tahun bang.. 54. Wah dia semakin tua bang.. Dan aku belom apa-apa Belom bisa ngasih dan ngebanggain apa-apa. Belom ngelakuin apa-apa.. Terlepas dari segala kesalahannya belakangan ini. Mungkin ada benarnya Mama marah padaku. Aku tak bermaksud memihak sebenarnya bang. Tapi aku memang gadisnya papah dari kecil. Biarpun kenangan masa kecilku samar-samar. Aku tau sesekali dia masih ada disana. Toh pengalaman final destination ku itu pasti pas ada atau Ama papah. Kepala bocor lah, kaki patah lah, kaki bengkok karna masuk jari-jari, hampir mati pas rumah kebakaran lah,,, kan ada2 aja, Jadi pap...

Nyeri tapi tak berdarah

Nyerinya semakin menjadi... Aku belum saja menerima kenyataan kamu tak lagi disampingku Abang. Dan hari ini semakin bertambah pilu saja.. Bukan hanya kamu yang pergi. Hari ini, langit membisikkan padaku tentang dia.. dia yang tak kan pernah kembali.. Langit masih tampak cerahnya hari ini.. Aku masih bisa merasakan hembusan angin bertiup menerpa wajahku Aku masih bisa menghirup aroma hujan bertemu dengan tanah. Menjadi basah.. Dan rintik hujan ini seakan mencoba melunturkan noda, membasuh  luka yang kembali menganga.. Aku? Terpasung ditengah sistem ini. Hari ini aku tak jauhnya beda denganmu Abang.. menjadi robot. Hujan ini tak menyentuhku.. Aku terus bergerak Mulutku terus berdebat Otakku terus sibuk berfikir.. Aku membiarkan diriku dibaurkan oleh celoteh dan tawa kawan-kawan ku. Membaur.. Aku tenggelam dalam ruang perputaran ide dan teori ini. Dan ternyata aku baru sadar, Apa yang ku perjuangkan sejak lama untuk kepentingan bersama. Kenapa yang bersama itu mala...

Istirahat yang damai adan

"kamu ga boleh nangis ah, jangan cengeng lagi. Kalo ada apa-apa bilang Ama aku!" "Panggil tiga kali, nanti aku Dateng" "Heh pitpot, berisik lagi deh... ........ Dan banyak hal lagi. Banyak kata dan tingkah kelakuan lagi yang bakal selamanya terkenangkan. Kamu. Adan.. adanku, kamu sekarang malah pergi duluan. Ninggalin aku lagih kan.. kamu jahat.. 18:45, 23 okt 2016. Bunda indah nelpon aku a'.. Purwokerto memang agak hujan gerimis. Tapi aku di dalam kamar kosan kan. Tapi telpon itu, kaya ada gemuruh besar seketika. Aku lemas dan.. Bunda ga ngejelasin detilnya, dia ga ngerti dan memang masih kalut khawatir sama kamu. Dia pun masih di perjalanan. Buru-buru menuju ke Jakarta secepat nya.. Dia hanya tau kondisimu katanya agak parah, kamu belom sadarkan diri. Dan aku buat terus do'a in kamu ajah, semoga ga terjadi sesuatu hal apapun yang buruk. Dan mobir yang menabrakmu? Dia belum ditemukan. Aaaaarh.. aku murka Lemes. Khawatir. Kalut parah. Tapi ...

Masih aja bahas kamu

Sayang maaf aku masih saja rindu. Walau sudah tak sepatutnya.. Bahkan aku tak yakin, terus saja memanggilmu sayang begini memang diperbolehkan... Aku bahkan tak tahu apa yang kurasakan lagi. Plain. Empty. Aku harusnya membiasakan diri tanpa mengganggu kamu. Tapi gimana ya, maapin, aku masih susah. Aku masih saja selalu khawatir dan ingin tahu kabarmu. Dan kamu di kepala dan alam bawah sadar ku masih jadi orang pertama yang selalu ingin ku kabarin bila terjadi sesuatu, baik, buruk, menyenangkan, aneh, anekdot.. Di satu sisi pun aku tak ingin mengusik waktu 'me time' mu. Aku takut juga kamu terganggu. Tapi aku hanya butuh waktu mungkin. Waktu buat adapt lagi. Buat ngubah mindset dan konstruksi di kepala juga, kamu saat ini biarlah cukup sebatas sobat dan Abang nya aku yang hebat juga. Tapi gimana caranya ngilangin perasaan ini. Aku belom tau cara nyulapnya. Mungkin satu saat ketemu jawabannya. Sekarang, saat belom ketemu, gapapa, cukup tahan aja. Tersenyum dan berpuralah ...

Holding breath

Sabtu malam, 21 Oktober 2016 . Emosi ku agak redaan setelah keliling kota sendirian, mandi sholat dan ketemu beberapa orang. Maghrib, Irfan udah memanggil-manggil minta dijemput.. Sabar pan sabar, ane datang.. Dan disana aku melihatnya. Ia dia, lelakiku yang saat itu sangat memuakkan juga kurindukan.. Ditengah perjalanan ka asti meminta cau.. so, cau lah aku nungguin Kaka asti di sekre. Saat sebelumnya Abang bilang mau nongkrong dulu, ya aku pikir masih lama jadi ga perlu ketemu dy lagi. Tapi ternyata ia cepat datang. Ah abaang.. Di satu sisi amarah dan kecewa ini sudah menyakitkan. Tapi di sisi lain aku masih begitu takut dan enggan melepaskan sesuatu yang hebat seperti kamu. Tuhan beri kekuatan dan keberanian.. Tapi aku harus bicara, keluarkan malam ini.. Tak lagi bisa tinggal diam, diamku sudah menyiksaku, yang a da malah memurkakan teman-temanku.. Bagaimana hasilnya biarkan lihat saja, semoga aku kuat dan ikhlas.. "Ada apa?" Katanya. Aku langsung memberi ha...

Reluctant to meet

Aku rindu kamu. Kamu tahu aku selalu rindu. Tapi kali ini tak boleh begitu. Aku sudah buat janji pada diriku sendiri. Aku harus teguh Jangan biarkan goyah lagi. Aku rindu kamu. Itu sebabnya aku selalu senang bertemu kamu. Aku senang bila kamu ada. Bisa melewati entah barang sedikit waktu pun tak apa, asal ada kamu aku senang. Kamu pernah tanya kencan seperti apa yang paling aku sukai.. Ah aku suka hingar binar memang. Tapi tak melulu di tempat mewah nan megah. Tak perlu paksa sok romantis kaya di drama entah apa. Duduk makan bersama di burjo atau angkringan sama kamu aja aku udah senang Apalagi bisa kembali ke alam, tidur diatas rumput.. memandang hamparan bintang lagi bersamamu. Aku ingin liat Orion lagi sayang! Aku tak pernah ingin minta kemegahan dunia. Aku tak minta banyak hal mewah. Kamu sudah tahu, asal ada kamu aku sudah senang. Setelah berjalan sebatang kara 20 tahun ini, aku sudah cukup senang ada orang di sampingku.. dan aku senang itu kamu. Tapi tak bisa l...

menilik berjalannya suatu kisah

18/12/2016 selamat malam sayang.. selamat malam abangku sayang. kiranya sudah agak jarang aku memposting apapun disini. dan aku malah berfikir untuk seterusnya menutup dan menghapus blog ini. ya, blog ini telah menjadi jurnal pribadiku, tempat berceritaku, media penyampaian pesan saat tak sanggup ku terjemahkan langsung padamu karna lidah yang mendadak kelu. ah aku sungguh sangat malu bila mengulik ulang kembali awal kenapa aku bisa bikin blog ini. sebuah diary pribadi tentang seseorang, yang lalu jadi saksi berjalannya dan katalis titik balik kedekatanku dengan abangku yang satu ini. ah, aku malu karna sangat cheesy ya kan.. dari awalnya aku pernah jatuh, kekaguman awal akan makhuk satu bernama bang rio, bagaimana manis dan ke-naifan kita berdua 'against all odds' entah bagaimana memutuskan berjalan bersama, kecemburuan dan awal mula sakit hati, keraguan yang bolak-balik datang, kehadiran dan ketidakhadiranmu di sampingku saat ku butuh, rasa hambar yang menggigit, bolak - ...

menilik berjalannya suatu kisah

selamat malam sayang.. selamat malam abangku sayang. kiranya sudah agak jarang aku memposting apapun disini. dan aku malah berfikir untuk seterusnya menutup dan menghapus blog ini. ya, blog ini telah menjadi jurnal pribadiku, tempat berceritaku, media penyampaian pesan saat tak sanggup ku terjemahkan langsung padamu karna lidah yang mendadak kelu. ah aku sungguh sangat malu bila mengulik ulang kembali awal kenapa aku bisa bikin blog ini. sebuah diary pribadi tentang seseorang, yang lalu jadi saksi berjalannya dan katalis titik balik kedekatanku dengan abangku yang satu ini. ah, aku malu karna sangat cheesy ya kan.. dari awalnya aku pernah jatuh, kekaguman awal akan makhuk satu bernama bang rio, bagaimana manis dan ke-naifan kita berdua 'against all odds' entah bagaimana memutuskan berjalan bersama, kecemburuan dan awal mula sakit hati, keraguan yang bolak-balik datang, kehadiran dan ketidakhadiranmu di sampingku saat ku butuh, rasa hambar yang menggigit, bolak - balik mene...

To Regain The Control Over My Life, I Can Only Choose To Leave You

There are two things I just ever couldn’t get on the same page; my heart and my head. Do you know how hard it is to love you, and know I need to leave you at the same time? No part of me wanted to leave you. My life was consumed by thoughts of you from the second I woke up until I went to sleep at night. Loving you had essentially become like a drug. Being high off you was the most euphoric experience I have ever had, but crashing off of you was like hearing every goodbye I’ve ever heard said to me all at once, which is cliche to say, I suppose. I have made my fair share of mistakes — I can be selfish — but I certainly didn’t deserve to be treated the way you so wrongly treated me. I started to believe that I was the problem. Yeah, I have a problem solve my sickness, anxiousness and depression. and that's why i hestitate for so long. I dont want guilt-blaming you, I also dont wanna that easily give up on you. I tried harder. Man, I did try. I wanted you, I wanted us,...
Banyak lagi yang ingin dikata. Tapi nanti ajah ya..

Pain of the past

" aku pernah di posisi itu dek. Hampir gila. Mikir sih pingin ke psikiater. Tapi duite pit." Mahal banget yah mas? "Ho..oh mbul" Trus apa yang koe lakuin mas? "Apa ya. Untuk sejenak, eh agak lama deh, menghilang dari peredaran. Karena ga ada yang bisa dilakuin selain nuntut diri sendiri buat bangun dan ngobatin lukanya sendiri.. Memang ada satu dua hal dimana luka bisa dicuekin, didiemin Ampe lupa, nanti juga sembuh sendiri. Tapi bukankah luka yang tak ditangani dengan benar akan menyisakan bekas luka di tubuh, atau malah berpotensi menambah penyakit rembet kemana-mana.." Ah. Makasi mas Angga. Makasi sambutan hangatnya lagi. Makasi pundak dan telinganya.. Dan hari ini. Aku masih mengingat jelas percakapan Tempo hari itu. Kalo Abang punya saran yang agak beda. "Dont give a fuck" katanya mah.. Haha. . andai bisa segampang itu yah bang. Aku pun tau menjadi santai dan cuek jalan yang menyenangkan. Dan entah. Aku sedang tak bisa santai. Ak...

Interlude

7.10.2016 Haruskah ku sapa pagi menjelang siang? Ya bolehkah.. Mood pagi ini memang masih berantakan, ditambah baru tidur subuh, ya panteslah moody.. So.. Selamat pagi menjelang siang semesta.. What am i going to do today? Hmm.. Lets check it.. Mungkin keluyuran hinggap dari satu sekre ke sekre lainnya. TPTP ama logistiknya biar mau ngeluarin alat. Huahahaaa.. Mau kemana aja? Okeh liat tergantung mood ntar deh ya.. Dan tergantung motor yg tersedia.. Hanya saja akhirnya Nemu sanctuary baru. Tempat yang akan gue rajin singgahi lah ke depannya.. ruang lain yang enak dihinggapi selain sekre kmpa, sekre BE, sekre GC, sekre mamira, kedai telapak, kamar Desya, kamar Sofi, kamar Penny, kamar Retno, kamar Yuli, kamar Rizal, konveksinya dendi, tokonya Dimas dan mana lagi yak... Wah ternyata sebenarnya persinggahan ane banyak juga yak. Pantesan ilang Mulu. Dan kalo udah ilang jarang ada yang Nemu. Wakakakaaaa.. Dulu sempet hoby nongkrong juga di sekrenya mayapada di bobosan.. ba...

Jangkrik boss.. finally

Kyaaa.. jangkrik! 04.10.16 Finally! Akhirnya setelah hampir sebulan hanya menyimpan semsem sendiri, akhirnya kesampean juga nonton Warkop reborn. Yeayh.. Film dan cerita yang semasa kecil jadi tontonan orang serumah.. Ditambah lagi salah dua aktor favorit ane yang main, vino g Bastian dan tora sudiro. Yeayh.. Ya jelas jadi makin semangat dan pingin banget nontonnya.. Pinginnya seberlnernya sih dari bulan lalu. Cuman ada aja.. Dari awalnya Niat pengen ngalah dulu nonton bfg karna itu cerita yang Abang suka, etapi ga jadi juga dengh.. ga diajak juga kok. Trus nunggu duit. Trus saat ada duit, nyari temen nonton. Mager amat nonton dewekan. Sekalinya ijaal, Tiwi, eciw mau nonton juga eh selalu kehabisan tiket... Sekalinya ada mungkin tiket. Kaga ada temen nonton karena malem. Adanya sakti doang yang mau nemenin. Tapi dia udah nonton Warkop, jadilah malah nonton yang lain.. Ya kan. Ada-ada aja.. And finally.. Ada kesempatan. Dan budget jalan-jalan masih ada. Tesh ajah.. Rencana...

Sometime, the precious is the one you held so close and dont wanna to share with anyone

Sometime.. Ada satu atau dua hal yang tak mampu digambarkan, kata-kata pun tak cukup mengungkapkan,,, Ya sesuatu itu. Kadang hanya bisa dirasakan. Indah. Tapi lebih indah dari pemandangan taman bunga warna-warni. Hangat. Lebih hangat tapi tetap tak membuat terik seperti hangat sinar matahari.. Lebih dalam. Dan dapat kau rasakan. Kau lihat pula mungkin, lewat hatimu.. ketulusannya.. Yah. For something or another. Ada hal-hal yang baiknya disimpan. Tak perlu dunia tahu. Entah karena tak rela membaginya pada dunia ataukah lebih nyaman disimpan jadi milik pribadi. Eksklusivitas. Seolah dunia milik sendiri. Dan aku makhluk special yang kau berikan semua ini. Kini aku mengerti. Ya, karena sesuatu yang dalam itu hanya bisa dirasa bukan dilihat atau didengar. Mungkin sama seperti seberapa sering aku mendokumentasi gambar dengan orang-orang kesayangannya aku.. Penny, Retno, Desya, vitri, Yuli, johar, mas Iin, masbro Novan, ka asti, keluargaku di rumah, malaikat ku Arkan, anak-anak ...

Midnite babbling

23.00 Aku baru saja merebah badan diatas kasur. Pulang ke kosan, bath-night activity, melucuti satu persatu pakaian di tubuh, dan melambung ke atas kasur kamarku sendiri. Bukan kasur busa, bukan juga sering bed yang empuk memang. Hanya sebuah kasur kapuk diatas dipan kayu lapuk berukuran single. Tak apa, itu saja cukup. Magnet gravitasi yang sudah ditiduri 3 tahun lebih sejak pertama tinggal di kota ini. Badan lelah. Mata lelah. Dada dan perut nyeri. Kepala berat. Batuk darah tak hentinya. Tapi lagi-lagi masih sulit terpejam. Padahal raga sudah begitu payah. Ayang bilang aku harus fokus pada kesehatanku. Tapi alas. Aku malah tak setuju.. Memikirkan penyakit cukup sekedarnya saja, tak perlu dibanyakin. Nanti malah stress pusing sendiri. Aku malah bosan sakit terus begini. Itulah kenapa aku membiarkan saja imajiku liar. Membaca banyak-banyak, main game banyak-banyak, gawe ini itu, memikirkan hal-hal remeh hingga keberatan buat kadar otakku. Ahahaa.. Anything for distract me ...

Jauh

Saya ingin diri saya sanggup pergi jauh Meninggalkan tempat ini lalu ke Perancis Begitu misalnya Bukan sebab menara itu, bukan juga sebab sungai Seine Saya hanya ingin ke tempat yang tak ada kamu Jauh dari tempat kamu mungkin berada Berjalan sendiri, duduk di kafe dan minum kopi Lalu saya akan mulai mengingat percakapan kita Membaca lagi pesan-pesan kamu di ponsel saya Membaca ulang puisi-puisi yang saya buat untukmu Saya ingin rindu yang menikam dalam dalam Lalu seperti ini, saya selalu berdoa untuk kebahagiaanmu Semoga didengarkan Tuhan
Pada jarak yang jauh ini Sebenarnya aku dan kau serupa alis dan bulu mata Namun debat dadamu masih dengan bangga Kau sembunyikan dalam-dalam Aku adalah makanan yang kau kunyah dengan nikmat Namun tetap enggan kau telan Cinta memang tak pernah jadi ampas Tapi jika kau mengunyah terlalu lama Kau kan tahu, lidah dan hati bekerja dengan cara yang sama Akan membuang segala yang tak ada lagi rasa