Malam abang, dan tentang perjalanan yang harus dimulai kembali
Hai Abang..
Apa kabarmu ?
Aku yakin kau baik saja..
Aku percaya kamu selalu menjaga kesehatan dan berusaha positif di manapun kamu ada sekarang.
Aku ingin berhenti menulis disini, tapi ah sudahlah..
Malam ini, 26 November 2016 Abang.
Lagi ada acara band-band-an tuh di de front. Seseorang yg kukenal ada disana, abis manggung dan katanya lg bantuin acara disana. Atau sekedar kumpul nongkrong sama teman-teman sesamanya.
Entah. Aku pun bertanya-tanya, mungkinkah kau ada disana Abang?
Sekedar nonton penampilan last scientist, PYI, deelel.. atau ngopi ngudud bareng temen-temenmu..
Benar a tau tidak. Aku Takan tau jawabannya malam ini. Dan mungkin Takan berusaha susah payah lagi mencari tahu juga.
Aku berjanji pada teman-temanku, pada seseorang yang memintaku untuk kali ini benar-benar berusaha menjauh sekalian dari kamu. Berhenti semua kontak dan komunikasi. Memberi jarak.
Bukan maksud negatif ingin memutus silaturahmi. Tapi jarak. Aku butuh jarak . Ruang dan waktu untuk menenangkan diri, berbenah, untuk menyembuhkan luka dan rasa sakitnya. Dan setiap kontak akan terus membuatku gagal kemana-mana.
Dua hari lalu aku sempat gagal lagi. Mengirim gambar pantai padamu.
Kamj yang penyuka pantai dan laut, yang rindu pantai.
Dua-tiga hari lalu aku kembali berbayang lagi tentangmu. Kamu tiba-tiba saja muncul dimana-mana. Aku melihatmu di orang asing yang tak ku kenal, mendengar suaramu dalam pekan mataku, dalam musik yang dimainkan sepanjang perjalanan Purwokerto Jogja Purwokerto.. dan saat itu aku merutuk diriku sendiri yang masih saja gagal , masih saja peduli dan lagi dan lagi ingin nengok balik ke kamu.
Liburan Abang.
Bersama teman-temanku. Melihat pantai, laut. Langit yang luas.
Ah betapa aku rindu perjalanan.
Sejak seseorang memperkenalkanku dengan pesona traveling. Sejak itu aku jatuh cinta . Pada alam. Pada mahakarya Tuhan. Pada melakukan perjalanan. Pendek atau panjang. Dekat maupun jauh.
Kemarin aku fikir, kamu inspirasi besarku. Untuk berbenah jadi positif.
Tapi setelah ditelaah. Bukan Abang.
Bukan.
Panggilan ku.
Pada alam. Pada perjalanan. Pada desain dan tulis. Aku telah mencintai itu sebelum kamu..
Dan melakukan perjalanan bersamamu sempat jadi mimpi paling kuinginkan..
Malam ini aku menemukan quote bagus loh : "perjalanan itu bersifat pribadi. Kalaupun aku berjalan bersamamu, perjalananmu bukan perjalanan ku" - Paul Theroux.
Dulu bersamamu. Aku selalu ingin mengajakmu masuk dalam dunia yang kucintai. Menemani perjalanan ke tempat yang kusukai.. bukan needy. Aku hanya ingin tahu, mengenalmu, benarkah kamu bisa berjalan panjang bersamaku. Karena aku percaya dalam perjalanan panjang, kita bisa mengenal seseorang sangat baik.
Dan orang yang mengajari aku . Menginspirasi semua itu adalah dia.. muhsigbah . Mamas outdoornya gue.
Hari ini dari pagi hujan. Kemarin pun siang sore hujan. Aku bahkan pulang hujan-hujanan.
Tapi aku gapapa.
Aku suka.
Aku suka hujan. Dan kehujanan atau dingin biasanya ga jadi masalah bagiku.
Cuman hari ini harus lebih hati-hati, karena lagi kurang sehat.
Tapi kini. Tanpa kamu yang benci hujan, dingin dan kerap menghawatirkan ku. Aku bebas melakukan apapun.
Aku bebas menikmati menari dibawah hujan lagi. Dan aku senang.
Ah betapa aku telat sadar. Begitu banyak hal yang aku give up hanya untuk seorang kamu.
Berapa banyak perjalanan dan kenikmatan Tuhan yang kutanggalkan tuk sekedar menemani langkahmu, sedih dan butuhnya kamu.. aku baru sadar duniaku menjadi sangat sempit.
Tapi aku tak menyesal.
Hari ini, aku berusaha mensyukuri apapun yang ada. Menikmati kebebasan ku kembali.
Terimakasih telah melepaskan ku Abang..
Aku mulai berusaha bernafas lagi. Melihat duniaku memperlebar cakrawala ku kembali. Mendalami kecintaanku. Mengejar mimpi-mimpi ku. Melakukan perjalanan. Mencintai diriku kembali..
Sakit. Sedih. Iya.
Aku masih sedikit berasa kadang..
Tapi aku tahu ini yang terbaik bagi kita berdua. Atau kita akan sama-sama mati karena sesak nafas, karena terlalu sesak bila dipaksakan bersama.
Aku percaya, apapun alasannya. Aku ingin percaya kamu melepasku untuk kebaikanmu juga, sebagai bukti cintamu yang terakhir. Ialah melepaskanku. Tak membawaku semakin jatuh dan sakit karena mu, karena tipuan dan kebohongannya, atau karena hal lainnya.
Aku harus jauh berkembang. Terbang. Mandiri. Dan kuat lagi.
Dan selama aku terus berusaha kuat menggenggam dan menjagamu, aku takkan bisa fokus dan teguh melakukan itu.
Aku pun akan belajar melepas dan mengikhlaskan kamu Abang..
My strict coach..
Aku sudah menyambut kemerdekaan ku lagi. Aku tak ingin lagi terbelenggu untuk datang atau pergi hanya karena seorang kamu.
Kini. Aku berusaha untuk tak lagi memedulikan. Cuek.
Yah walau itu mungkin bukan hal mudah. Kamu tahu aku. Kasih sayang dan kepedulian ku terlalu banyak , dan aku bukan kamu yang bisa mudah switch off kepedulian. Aku ya aku. Your fire girl, your bright star.. yang sinar dan hangat semangat dan kepeduliannya gitu aja gampang banget ngalir..
Dan soal itu. Jangan paksa aku berhenti.
Aku cuma tak lagi memfokuskan padamu saja.
Hari ini. Aku akan membagikannya pada orang yang lebih banyak. Teman-teman yang ga pernah kapok saat tinggi dan rendahnya aku, orang sekitar, dan dia..
Kalau kali ini kamu tak menyambut hangat persahabatan ku lagi. Aku tak apa.
Dulu kamu butuh itu, untuk pulang dan support kamu bangun dari peluh pusing masalahmu dengannya..kalau sekarang kamu tak butuh lagi. Yaudah.
Nyatanya, hari ini, ada orang yang tak sengaja aku temui. Dua orang yang baru saja kehilangan. Cess.. nyambung deh.
Hanya kasus kehilangannya berbeda dariku. Dan apalah lukaku kehilangan kamu, dibandingkan dia.
Kini. Aku mengulurkan tanganku untuk puk-puk dia ajah. Siapin telinga dan bahu untuknya merajuk kesedihan dan menyelesaikan dukanya. Pasang badan, tangan dan senyum untuk mendorongnya hidup lagi yang semangat..
Ah aku suka ini. Bisa ngebagiin positif ke orang lain lagi. Jadi pilar dan kehangatan yang dicari buat bangun. Aku hanya suka menolong orang pada dasarnya kali yah.
Dan aku bersyukur. Lewat dia, aku tak lagi merutuki kehilangan mu. Buang-buang waktu saja mikirin negatif tentang kamu. Mending waktunya dipake buat produktif, nolong orang dan benar positiveness lagi.
Dia bukan untuk menggantikanmu Abang. Dan aku pun bukan pengganti kehilangannya. Kami hanya dua manusia yang sama-sama sedang berusaha mempertemankan takdir. Dan berusaha sama-sama bangun.
Aku udah gapapa Abang.
Dan aku harap di waktu-waktu mendatang, aku tak lagi meratap kehilanganmu lagi. Terus berusaha menanamkan bahwa aku tak kehilanganmu, aku ga kosong. Kamu malah melepaskanku buat terbang lagi. Ngejar mimpi-mimpi ku dilangit, mandangin dunia yang jauh lebih luas lagi..
Orang bilang waktu yang akan menyembuhkan..
Maka aku akan coba lebih santai. Tak lagi bossy nuntut si waktu buat buruan ngehapus kamu dari hati dan kepalaku. Tak lagi berusaha berlebihan untuk mengalihkan fokus untuk mengenyahkan kamu.
Hari ini bila aku masih rasa sakit, kecewa, luka, dan lemah. Maka mari nikmati ini..
Hidup kan memang ga akan menjadi semakin mudah. Kita nya aja manusianya yang harus jadi survivor! Menjadi lebih kuat dan tangguh dan ga mudah jatoh di badai-badai mendatang..
Udah gitu aja.
Udah malam. Badanku juga masih capek karena perjalanan kemarin. Aku mau tidur dulu..
Aku gatau diluar sana ada bintang yang tampak di langit Purwokerto atau nggak..
Kalau ada. Semoga kamu bisa nikmati bintang malammu Abang..
dan satu saat, ingatlah aku. Sebagai gadis yang pernah disampingmu menikmati dan mencintai bintang dan alam semesta, bersamamu. Gadis yang pernah mencintaimu dengan begitu.. yang kamu lihat mata dan senyumnya bersinar karena semangat. Dan saat ini semangatnya ku titipkan di kamu yah. Tolong jaga. Semoga bisa menerangi dan menghangatkannya, membakar semangatmu lagi saat kau begitu lelah hingga ingin menyerah.
Kini, malam kita adalah milik masing-masing kita. Nikmatilah..
Selamat tinggal Abang..
Comments
Post a Comment