Posts

Showing posts from February, 2017

Ai

Ai.. I love Yo be called that. Dont know why... It just feel so atau ease so sweet and full of appreciation. Dari banyak lelaki pernah kutemui. Ya baru 3 orang yang memanggilku seperti itu. Rezhari, orang pertama. My worst infutiation. You could imagine Bu yourself, HTS selama 6 tahun. Ah. Tuh anak. Rahadian, aka mas deskon. Ntah gimana, dia jadi manggil begitu. Mas-mas yang udah bantu ngeluarin aku dari terpuruknya kekelaman masa galau karena Abang. Meneguhkan hati agar bisa melangkah dan mencipta jarak dengan Abang, karena tubuhku butuhku. Lalu alasanku selama beberapa bulan buat sharing-sharing dan support semangat ke waktu sepinya dia. Hopefully today is bright And he aksi Gus Lennon is alright and healthy. And third, but i dont know it'll be last or not. Alfian Yusuf amarudin, aka orson. Lelaki yang selama hampir 4 tahun ku kenal dan mengenalku balik sebagai gadis outdoor, partner saling Bully dan berantem kata, dan apa lagi ya... Mbuh begimane gimana, panggilan mama...

Unthinkable

Mission doing unthinkable Yap. Kira-kira begitu aku akan menyebutnya. Seorang aku. Fitri Ainurrohmah. Si penakut, pemalu, tak tahu diri ini tiba-tiba tercetus ide liar ingin menaklukan dan membuat baper seorang lalaki. Wewh! Dan tebak siapa ? Orson! Hahahaha... Absurd banget sumpah. Biasanya boro-boro sengaja flirting apalagi punya niat seberani itu. Nemu yang tertarik dan Mao aja udah syukur yaa. Ha-ha-ha.. Tapi inilah Fitri dan gadis yang berusaha berdiri tegak menggenggam kuasanya sendiri. Gile ? Jelas! Biasanya ga pernah mau ngasih harapan atau jadi PHP yang berpeluang menyakiti orang lain. Tapi ini? Kali ini malah tercetus pemikiran absurd ini. Embuh lah ya... Okeh. Dua hari kemaren bete karena koneksi hape yang kacau balau. Jadilah harus WiFi only kalo di sekre doang. Agak gemes tiap kali ga bisa langsung bales chat atau apa. Dan Kiki dan dini, adiks ku yang notabene sedang jadi partner belanja hari lalu jadi saksi dan tukang Ceng nomer satu. Hahahaha... Selepas m...

21 yo

21 tahun Abang.. Silam aku pernah menyerah dan berkata "aku tak pernah mikir bisa menyentuh angka itu. Sebelum 21 aku akan mati" Tapi itu di jalan lalu.. Aku harap kali ini tak lagi semudah itu menyerah. Ini bukan tentang apa, tapi untuk diri sendiri dan semua orang yang selama ini menanam support di langkah hidupku. Tak ku kira aku bisa di usia ini dengan fikiran yang positif, disambut dengan semangat baru. Dan walaupun penuh kesederhanaan dan memang tak mendapat apa-apa selain ucapan selamat dan do'a dari teman dan keluarga di kota ini. Aku sangat bersyukur. Hei Abang. Siang lalu aku mendengar lagi namamu tersebutkan di telingaku. Orson dan mas Rio sedang mencarimu, sayang kamu tak ada katanya. Mendengarnya jantungku berdetak. Antara takut, khawatir, juga ingin membertemui, tapi syukur bahwa kamu tak ada. Aku tahu ketakutan ku. Aku takut aku masih baper. Aku takut setelah melihatmu, aku akan terbayang kepikiran dan tak baik lagi. Sedih lagi. Tapi aku pun tahu. ...

A moment in time

A moment in time Bukankah hidup memang tentang rangkaian gerak momen satu dengan lainnya yang saling terkait, saling bersinggungan, dan kita memang tak bisa menghidupinya seorang diri.. Lalu berbincang persoal waktu. Sebuah misteri kata orang Sebuah beban kata yang lain. Deadline. Sebuah rekaman angka, kata yang lainnya.. Dan lainnya katanya.. Tak berhak membenarkan atau mempersalahkan. Toh kita hidup di rentang waktu dan dimensinya masing-masing... Lalu di sela persimpangan waktu itu aku membertemui orang-orang. Kamu, dia, mereka. Orang yang baik-orang yang tak melulu baik Orang yang rapih-orang yang berantakan Si pemalu - dan malu-maluin Si pendiam, cuek, atau si pemberontak Pesimist atau positivis atau oportunis Dan semua ada masanya.. Akan ada waktu mainnya masing-masing Dalam rentetan waktu, satu dua tiga bahkan puluhan orang bisa bertemu dalam waktu yang dekat. Di hari lain, bahkan untuk menemukan satu orang terdekat pun amatlah sulit. Maka ini cerita. Tenta...

Entah berada

Entah Aku hanya ingin membuka aplikasi ini Entah Ternyata sudah agak lama tak menulis Tidak blog tidak artikel tak juga puisi Aku dan pertanyaanku tentang siapa sebenarnya diriku? Seperti apa aku?! Mau apa aku ? Dan semua tanya belum terjawab atau belum terrumuskan kata tanya nya. Apa yang akan terjadi esok hari ? Kembali ke Purwokerto Hidup kembali di kota penuh cerita dan kenangan itu Kota yang menyimpan begitu banyak rindu Kota dimana begitu banyak juga kata tentangnya Satu kota Tapi tak lagi tergapai Tersentuh Tertampak Ah aku bisa gila Gila karena rindu Gila karena begitu banyak tanya tak sempat ku kata.. begitu banyak kata tak sempat atau berani tersampaikan.. begitu banyak hal yang belum sempat ku wujudkan.. Dan hari ini semua itu hanya bisa dibungkus oleh kenang Sebagai asa yang sia Yang tertinggal dari mengenang sosoknya Dari kisah klise sebentar antara aku dan lelaki itu Sepi. Gamang Kadang nama dan sosoknya kerap kali hadir dan menghadirkan rindu. I...

Nikmat tuhan mana yang kau dustakan

Pagi ini. 03 02 2017. Aku tertidur dan terbangun di atas kasur empuk di kamar bagus hotel bintang lima tempat ku menginap semalam. Aku sekamar dengan Azzah. Setelah menanggalkan banyak aktivitas, aku malah enak-enakan di tempat ini. Bukan sekedar main-main juga sih. Ada kerjaan yang sedang kami lakukan beberapa hari ini juga. Mencari data terkait Cilacap. Mandi shower, makan enak, tidur di tempat kaya gini, kemana-mana mewah, ah. Nikmat Tuhan mana yang telah aku dustakan. Nikmat Tuhan yang telah aku tanggalkan. Teman KKN. Dan kamu abangku. Aku telah menanggalkan kamu dan itu kenapa aku bisa berada di posisi ini. Mungkin masih belom apa-apa. Tapi subhanallah begitu banyak hal yang bisa disyukuri setiap harinya yang ku dapatkan setelah tak lagi melulu tentang kamu. Abangku Apa kabarnya kamu ? Ah aku tahu kamu baik-baik saja Beberapa hari yang lalu aku tak kuasa. Aku membuka Instagram kamu. Dan tampak setidaknya hidup kamu berjalan agak baik. Atau kalaupun ada hal tak baik tak k...