Posts

Showing posts from 2017

pulang kerumah

tak terasa satu tahun berlalu, sejak pertama kali mengenal sosok itu. sosok yang tersesak, terkenang, juga membalikan diri ke arah baru. namanya satrio hapsoro, atau dikenal sebagai biangkerok. kala dulu ia sosok hebat, kakak yang baik, kawan diskusi yang asik. namun hari ini, ia hanya sebagai goresan di kaca spion hidupku. saat ku melihat kebelakang aku pasti melihatnya. bang rio. riarioku. apa kabarmu hari ini ? orion. rasi bintang favorit kami. ia pernah berkata 'tiap liat orion, aku ingat kamu fit'... hari hari ini aku tak begitu obsesi lagi punya anak nama orion. tapi tlah ku kenalkan cintaku orion pada kekasih baruku, alfian. orion... aku sudah tak mengenalnya tak juga sempat melihatnya barang sedikit ada ingin dan rindu kadang. tapi lebih banyak ragu dan takut. getir. kami telah menghancurkan pertemanan baik kami orion. hanya untuk kenyamanan sementara... pun telah lama tak lagi kucari dia. hidupku harus berlanjut seperti halnya dia. dan kini aku tak lagi dala...

ku ingin dengar katamu tentangnya

selamat pagi menuju siang. apakabarnya kamu. satrio hapsoro. lelaki tersayang di chapter hidupku yang lalu. sosk yang hingga kini dan entah sampai kapan sangat membekasi di bayang dan jiwa. apalagi ingatan... lama sekali tak bertegur sapa. lalu tetiba berawal dari pertemuanku dengan mas asta di depan istana negara beberapa waktu silam dimana ia langsung nyeplos "kamu pacarnya bang rio kan ya..." aku cuma bisa tertawa getir. no komen. tak ingin menjawab atau membuat suasana awkward. dia pun memberitahu. kamu sedang di jakarta saat itu. mengisi acara sebagai oembicara di talkshow di sebuah tempat tongkrongan di daerah cikini. aku kembali ke purwokerto. dan jumat. sore harinya ada wajah familiar yang tersenyum antusias menyambut aku muncul ke dekapabnya. yah. aku yakin kamu sudah tau siapa orangnya. orson. alfian yusuf amarudin. atau Al , biasa aku menyapanya.. lelaki yang saat ini di sisiku. menawarkan tangan buat jalan meniti ujian hidup yang kadang ada-ada aja... ...

Untukmu, Aku Ingin Berterima Kasih Karena Telah Melepaskanku. Aku Tahu Tuhan Punya Jalan yang Lebih Indah Untuk Kita

Sudah lama kita tidak bertegur sapa. Yang kuingat, kita seperti es dalam frezeer yang beku saat bertemu. Kita masih sulit untuk menjadi seperti sebelum menjadi sepasang kekasih yang akrab. Ah, sudahlah! Itu manusiawi, bukan hanya kau dan aku yang merasakan itu. Banyak yang merasakannya juga, kan? Hahaha... Rasanya aneh saat aku menulis ini untukmu. Tapi jangan berpikir apa-apa. Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang telah kurasakan setelah perpisahan kita dan hanya ingin menyambung tali persaudaraan kita. Itu saja, boleh kan? 1. Dulu, aku pernah merasa bahagia. Mungkin karena kamu, aku merasakannya . Dulu, kau selalu menjadi yang kupuja. Kau bisa membuatku tertawa lepas dan ceria, serta menyenangkanku. Masa-masa itu sungguh membuatku selalu berterima kasih padamu. Kamu tahu? Dulu aku selalu mencintaimu sekuat yang kubisa. Sampai aku lupa, pertemuan kita hanya pertemuan seorang manusia yang pada akhirnya akan berpisah. Entah berpisah ketika menjadi seorang kekasih atau berpisah kar...

thanks god im blessed

tuhan terimakasih ia baik. dan malam ini. malam ketiga yang kunikmati disampingnya, di rengkuhnya, sebagai kekasihnya... tuhan aku tak tahu apa rencanamu. yang kutahu, aku bersyukur atas apapun yang telah kau hadirkan di langkah hidupku. aku pun tak tahu jalan macam apa lagi yabg telah kau siapkan bagiku. aku hanya bisa berdoa dan memohon kekuatan agar apapun di depan nanti, aku kuat. tuhan. aku masih belum mampu mengingat jelas setiap garis di wajahnya. aku minta maaf... tapi aku ingat sorot matanya yang dalam yang teduh kala menatapku. ada sesuatu disana ada sayang disana... dan kala ia bilang akan menjagaku. aku yang takut percaya janji ini entah aku tahu aku bisa percaya padanya bukan persoal ingin mempercayainya tapi aku tahu apa pun , ia akan mencoba menjaga kata-katanya ia tak sempurna ia bukan siapa-siapa atau apa-apa ia tak pernah kubayangkan sebelumnya ia yang hadir tak sengaja tak pula membawa apa-apa tapi perlahan, sederhana, ia menemani aku dengan...
tuhan ia baik. terimakasih

Hai kamu

Hai buku harian virtual ku Apa kabarmu Aku tahu sepi Aku sudah terlalu hidup di dunia nyata hingga tak punya waktu menulis. Pun ku sedang terlampau bahagia hingga Kutak tahu haruskah menuliskannya.. Malam ini Aku terbaring di lantai sekre. Seperti bertahun lalu. Diantara para lelaki saudaraku. Tapi ada yang lain. Disampingku ada sesosok lelaki yang sedang tertidur dengan lelapnya. Alfian, orson, Al, namanya. Terserah mau manggil apa. Ia yang sejak beberapa hari lalu menyandangkan aku sebagai kekasihnya. Aku tak tahu. Apa yang terjadi apa yang kurasa. Semua terjadi begitu saja Yang kutahu, dimatanya aku melihat kasih sayang yang dalam. Tuhan aku telah ditemukan orang yang insyaallah akan menjaga dan menyayangi ku dengan hebat. Semoga ia tepat. Tapi aku kesulitan tidur sekalipun lelah badan dan mata. Entah. Saat memejamkan mata. Aku masih ingat jelas raut garis wajah lelaki itu. Lelaki yang menggenggam erat hati dan jiwaku. Sebuah definisi rumah bagiku  Tuhan apa ...

Ai

Ai.. I love Yo be called that. Dont know why... It just feel so atau ease so sweet and full of appreciation. Dari banyak lelaki pernah kutemui. Ya baru 3 orang yang memanggilku seperti itu. Rezhari, orang pertama. My worst infutiation. You could imagine Bu yourself, HTS selama 6 tahun. Ah. Tuh anak. Rahadian, aka mas deskon. Ntah gimana, dia jadi manggil begitu. Mas-mas yang udah bantu ngeluarin aku dari terpuruknya kekelaman masa galau karena Abang. Meneguhkan hati agar bisa melangkah dan mencipta jarak dengan Abang, karena tubuhku butuhku. Lalu alasanku selama beberapa bulan buat sharing-sharing dan support semangat ke waktu sepinya dia. Hopefully today is bright And he aksi Gus Lennon is alright and healthy. And third, but i dont know it'll be last or not. Alfian Yusuf amarudin, aka orson. Lelaki yang selama hampir 4 tahun ku kenal dan mengenalku balik sebagai gadis outdoor, partner saling Bully dan berantem kata, dan apa lagi ya... Mbuh begimane gimana, panggilan mama...

Unthinkable

Mission doing unthinkable Yap. Kira-kira begitu aku akan menyebutnya. Seorang aku. Fitri Ainurrohmah. Si penakut, pemalu, tak tahu diri ini tiba-tiba tercetus ide liar ingin menaklukan dan membuat baper seorang lalaki. Wewh! Dan tebak siapa ? Orson! Hahahaha... Absurd banget sumpah. Biasanya boro-boro sengaja flirting apalagi punya niat seberani itu. Nemu yang tertarik dan Mao aja udah syukur yaa. Ha-ha-ha.. Tapi inilah Fitri dan gadis yang berusaha berdiri tegak menggenggam kuasanya sendiri. Gile ? Jelas! Biasanya ga pernah mau ngasih harapan atau jadi PHP yang berpeluang menyakiti orang lain. Tapi ini? Kali ini malah tercetus pemikiran absurd ini. Embuh lah ya... Okeh. Dua hari kemaren bete karena koneksi hape yang kacau balau. Jadilah harus WiFi only kalo di sekre doang. Agak gemes tiap kali ga bisa langsung bales chat atau apa. Dan Kiki dan dini, adiks ku yang notabene sedang jadi partner belanja hari lalu jadi saksi dan tukang Ceng nomer satu. Hahahaha... Selepas m...

21 yo

21 tahun Abang.. Silam aku pernah menyerah dan berkata "aku tak pernah mikir bisa menyentuh angka itu. Sebelum 21 aku akan mati" Tapi itu di jalan lalu.. Aku harap kali ini tak lagi semudah itu menyerah. Ini bukan tentang apa, tapi untuk diri sendiri dan semua orang yang selama ini menanam support di langkah hidupku. Tak ku kira aku bisa di usia ini dengan fikiran yang positif, disambut dengan semangat baru. Dan walaupun penuh kesederhanaan dan memang tak mendapat apa-apa selain ucapan selamat dan do'a dari teman dan keluarga di kota ini. Aku sangat bersyukur. Hei Abang. Siang lalu aku mendengar lagi namamu tersebutkan di telingaku. Orson dan mas Rio sedang mencarimu, sayang kamu tak ada katanya. Mendengarnya jantungku berdetak. Antara takut, khawatir, juga ingin membertemui, tapi syukur bahwa kamu tak ada. Aku tahu ketakutan ku. Aku takut aku masih baper. Aku takut setelah melihatmu, aku akan terbayang kepikiran dan tak baik lagi. Sedih lagi. Tapi aku pun tahu. ...

A moment in time

A moment in time Bukankah hidup memang tentang rangkaian gerak momen satu dengan lainnya yang saling terkait, saling bersinggungan, dan kita memang tak bisa menghidupinya seorang diri.. Lalu berbincang persoal waktu. Sebuah misteri kata orang Sebuah beban kata yang lain. Deadline. Sebuah rekaman angka, kata yang lainnya.. Dan lainnya katanya.. Tak berhak membenarkan atau mempersalahkan. Toh kita hidup di rentang waktu dan dimensinya masing-masing... Lalu di sela persimpangan waktu itu aku membertemui orang-orang. Kamu, dia, mereka. Orang yang baik-orang yang tak melulu baik Orang yang rapih-orang yang berantakan Si pemalu - dan malu-maluin Si pendiam, cuek, atau si pemberontak Pesimist atau positivis atau oportunis Dan semua ada masanya.. Akan ada waktu mainnya masing-masing Dalam rentetan waktu, satu dua tiga bahkan puluhan orang bisa bertemu dalam waktu yang dekat. Di hari lain, bahkan untuk menemukan satu orang terdekat pun amatlah sulit. Maka ini cerita. Tenta...

Entah berada

Entah Aku hanya ingin membuka aplikasi ini Entah Ternyata sudah agak lama tak menulis Tidak blog tidak artikel tak juga puisi Aku dan pertanyaanku tentang siapa sebenarnya diriku? Seperti apa aku?! Mau apa aku ? Dan semua tanya belum terjawab atau belum terrumuskan kata tanya nya. Apa yang akan terjadi esok hari ? Kembali ke Purwokerto Hidup kembali di kota penuh cerita dan kenangan itu Kota yang menyimpan begitu banyak rindu Kota dimana begitu banyak juga kata tentangnya Satu kota Tapi tak lagi tergapai Tersentuh Tertampak Ah aku bisa gila Gila karena rindu Gila karena begitu banyak tanya tak sempat ku kata.. begitu banyak kata tak sempat atau berani tersampaikan.. begitu banyak hal yang belum sempat ku wujudkan.. Dan hari ini semua itu hanya bisa dibungkus oleh kenang Sebagai asa yang sia Yang tertinggal dari mengenang sosoknya Dari kisah klise sebentar antara aku dan lelaki itu Sepi. Gamang Kadang nama dan sosoknya kerap kali hadir dan menghadirkan rindu. I...

Nikmat tuhan mana yang kau dustakan

Pagi ini. 03 02 2017. Aku tertidur dan terbangun di atas kasur empuk di kamar bagus hotel bintang lima tempat ku menginap semalam. Aku sekamar dengan Azzah. Setelah menanggalkan banyak aktivitas, aku malah enak-enakan di tempat ini. Bukan sekedar main-main juga sih. Ada kerjaan yang sedang kami lakukan beberapa hari ini juga. Mencari data terkait Cilacap. Mandi shower, makan enak, tidur di tempat kaya gini, kemana-mana mewah, ah. Nikmat Tuhan mana yang telah aku dustakan. Nikmat Tuhan yang telah aku tanggalkan. Teman KKN. Dan kamu abangku. Aku telah menanggalkan kamu dan itu kenapa aku bisa berada di posisi ini. Mungkin masih belom apa-apa. Tapi subhanallah begitu banyak hal yang bisa disyukuri setiap harinya yang ku dapatkan setelah tak lagi melulu tentang kamu. Abangku Apa kabarnya kamu ? Ah aku tahu kamu baik-baik saja Beberapa hari yang lalu aku tak kuasa. Aku membuka Instagram kamu. Dan tampak setidaknya hidup kamu berjalan agak baik. Atau kalaupun ada hal tak baik tak k...

Sepeninggal malam

Malam ke sekian di posko KKN pagenteran kecamatan Pulosari Pemalang. Suasana masih begini. Malam siang pagi masih sama dinginnya. Langit dan kabut pun silih berganti. Sungguh jarang aku membertemui cahaya matahari di tempat ini. Di sela waktuku disini, banyak waktu wajah dan kenangan akanmu terbayang Abang. Mungkin aku rindu. Biarin aja yah.. Apa kabarmu sekarang bang ? Sudah lebih baik kah kau menata hari rumah dan hidup ? Sudah produktif kah waktumu dalam sehari ? Apa kabarnya ujian sertifikasi diving mu ? Akankah kau benar akan belajar kayak ? Apa kabarnya ayah dan ibumu ? Akankah mereka menerima kabar baik perubahan status lajang mu di tahun ini ? Lalu apa kabarnya ia? Sudah sehat dan bahagia kah ia ? Begitu banyak tanya Abang. Semoga jawabannya semuanya positif yah.. Ingin ku sederhana. Kamu baik saja dimanapun kamu adanya sekarang. Aku rindu Abang . Rindu menatap dan belajar perbintangan lagi denganmu. Menyelotehi dan mengkomentari masyarakat kita yang sakit, dunia yang ker...

Hilang [29 okt 16]

"apa kamu masih mencintaiku?" Tanyaku penuh harap. Tak ada jawaban darinya. Dia bungkam, dan mengalihkan pandangannya kemanapun selain mataku. sejujurnya sedikit perasaan  kecewa menjalar kehatiku, dan mulai berfikiran negatif tentang maksut dari kebungkamnnya itu, namu aku buru buru menepisnya. Aku harus percaya padanya, harus. Lalu ia menatapku. Seketika dadaku sesak, rasanya seperti ada benda yg berat jatuh menimpanya. Mataku memanas. Tatapannya tak lagi sama, ada yang hilang di sana. Tak ada kehangatan dan cinta dalam sorot matanya. Aku meringis. Cintanya untukku telah hilang, tak bersisa. Kenapa? Kutatap lekat lekat matanya, berusaha mencari sedikit harapan di sana. Namun nihil, yg kulihat hanya sorot... Kasihan? Kali ini aku tak mampu menahannya lagi, perlahan embun mengalir dari kelopak mataku. Kasihan? Dia mengasihani ku? Apa semenyedihkan itu aku dimatanya? Sungguh, aku membenci tatapan itu. jadi hubungan yang sudah terjalin selama beberapa bulan ini hanya karena...

Mimpi musim panas

Menulis tentangmu rasanya tak ada habisnya yah bang... Dulu sekali. Blog ini berisi keindahan dan kekaguman ku a tas manis yang pernah tercipta. Tapi seiring berjalan. Justru hal indah yang paling menyenangkan tuk dikenang tak lagi sempat dan mampu digambarkan kata-kata. Yah. Memang tak ada kata yang cukup mewakilkannya.. Kesimpulan yang lalu kuambil. Menarik dari buku novel yang sedang ku baca "Norwegia Wood" : kukira yang bisa dituangkan ke dalam wadah tak sempurna, yang disebut kalimat itu, hanyalah ingatan dan kenangan yang tidak sempurna saja. Sedang hal sempurna di kepala ku saat itu, nyatanya memang tak pernah ku selesaikan ceritanya. Aku tak sanggup menangkap semua kata untuk deskripsinya. Hingga kala itu kamu bertanya "apa aku sudah tak membuat hadir senang lagi?" Ah. Salahku si pembuat kata yang lupa menyelesaikan cerita. Kamu tak tahu gemuruh dan rasa bahagia juga terimakasih hanya sekedar atas keberadaan dirimu Abang. Pertama kalinya. Kamu ada...

Move up!

22 Januari 2017. Malam yang cukup dingin, hujan masih turun dan kabut tebal menyelimuti hari-hari di posko KKN ini. Ini hari kelima di desa pagenteran kecamatan Pulosari Pemalang. Biar belom ada proker yang beres dan jalan, tapi aku punya temen-temen KK yang luar biasa ngaco dan asik. Gregetan dibikin tapi yaudahlah ya... Awal Dateng ke posko beberapa hari badanku remuk dan kesehatan ku masih terganggu akibat capek sisa perjalanan Semarang Salatiga. Dan musingin gimana garapan mayapada di Cilacap. Sekarang Alhamdulillah sudah lebih sehat. Soal Cilacap ? Belom beres. Tapi blom banyak yang bisa aku lakuin selain jalanin aja dulu. Apapun yang terjadi. Hadapi. Put the Glass es down! Quesera Sera. Apapun yang bakal terjadi yaudah terjadi aja. Aku ga bisa mengatur nasib atau menghalau takdir. Yang ku bisa kontrol adalah bagaimana sikapku menghadapi semua itu. Nantinya. So for now, keep calm fit! Biarkan waktu berjalan, biarkan yang harus berjalan jalan. Dan kamu lakuin yang emang h...
Menuju Purwokerto kembali. Liburanku sudah selesai... Saatnya kembali ke rutinitas, prioritas hidup, aktivitas... Aku sendiri mbuh bagaimana. Esok hari sudah akan melaju ke desa pagenteran Pemalang. Tapi bahkan sekalipun aku tak punya waktu untuk menemani teman-temanku untuk dolan desa di Cilacap.padahal aku yang diberi tanggung jawab lebih, im the Person in charge on this area, I was the Elder on Purwokerto Base, im the one who take seriously my responsibility. Im the one who being hired and get a fee for my job there. But? What I did to deserve it ? Aku bahkan nggak akan bisa ke lapangan untuk sementara waktu. Duuuuh.. Aku merasa bersalah. Merasa ga layak. Aku malu dan ga enak. Yah aku tahu soal gaji tak akan ku makan sendiri. Ini uang anak-anak. Mereka yang capek, mereka yang pantas dapetin ini, mereka yang besok juga akan nikmatin ini. Semoga orang kantor pun berfikir demikian. Amien.

Interlude

Slow down fit Take a breath Then speak... Abang selalu bilang sikap, gestur, atitude, cara bicara dan pembawaan seorang yang percaya diri, yang tahu apa yang ia mau dan lakukan.. itu akan keliatan. Dan mereka yang tidak punya kepercayaan diri pun kentara.. Yah. Ternyata terlepas dari gaya sok woles dan karunia wajah angkuh nan cuek ini, Fitri masih saja gadis yang belum utuh percaya dirinya. Memang bad habit die hard. Dan Fitri yang dulu mengakui dan melestarikan ketidakpercayaan diri ya dengan mengeluh, membenci, dan melempar salah pada orang lain. Mental korban kalo dikata. "Kurang-kurangin lah pit!" Iyah. Sadar diri aku masih banyak hal kurang. Publik speaking masih kacau.. ketidakpercayaan diri masih ada. Then so be it.. Salah satu resolusi tahun ini ya bagaimanapun caranya menjadi Fitri baru yang hebat. I'LL overcome this. Yeah I Will.. Santai fit. Manusia berhak salah. Itu tandanya kamu mencoba, kamu belajar.. Aku tak tahu apa yang akan terjadi kedepan...

Salatiga dan sebuah langkah perjalanan yang aku suka

Tcadaaaaaa.. Aku ada di Salatiga Yuhuu.. Bermodal nekat, uang pas-pasan dan.. dan apa yaa.. Jadilah pulang ujian KKN ngejar tiket kereta buat berangkat ke Semarang. Okeh. Kalo ga bisa ketemu temen-temen Greenpeace. Yah udah aku datang ke Semarang , jejalan keliling kota, numpang mba aulan, atau ya nyari kereta pulang lagi. Ini bukan soal tempat, jauh dekat atau mau apa. Ini. Perjalanan ini. Seperti yang kamu selalu bilang. Lakukan sesuatu karena ingin. Itu saja. Jadi Perjalanan ini. Mungkin modal nekat. Mungkin ga ada lagi tujuan atau persiapan jelas. Aku hanya ingin . Sedang ingin. Sangat ingin keluar kota. Entah untuk apa. Melakukan perjalanan. Menikmati proses melakukan perjalanan itu sendiri. Sepanjang perjalanan, kawan sebangku ku berganti ganti. Ada mahasiswa, ada gerombolan bapak-bapak karyawan pabrik Baygon dimana ngobrol panjang kali lebar soal sosial politik Indonesia. Ada pasangan bapak ibu yang mau jenguk anaknya yang sedang hamil. Ah dunia begitu berwarna yah...

Babbling

5 bulan 5 purnama yang singkat dihabiskan bersama.. Bahkan beluk satu chapter panjang selesai.. Singkat memang. Tapi bagiku sangat melekat. Bagaimana disatu part kehidupan aku menemukan sosok yang bisa membuatku percaya dan menjadi manusia lagi. Membuatku percaya hingga mau membuka diri dan memperlihatkan semua lemah cacatku, tapi ia tak pergi. Saat itu, ia memilih tinggal bahkan setelah tahu buruk dan lemahnya aku. Untuk sejenak aku terlena bliss. Perasaan dimiliki dan dipercaya olehnya memberi kekuatan yang luar biasa bagi diriku. Wajahku tak hentinya bersinar bahagia. Karena kehadirannya di sisiku. Di hatiku. Di hidupku. Karena untuk pertama kalinya aku cukup percaya dan membiarkan seseorang masuk terlalu dalam ke dalam sisi dalam diriku. Part yang tak pernah ku ijinkan siapapun tahu. Ia yang telah melihat ku dengan semua kurang dan cacatku, namun memilih tinggal. Bukan cacatku yang melemahkan penilaiannya hingga rendah diriku di matanya. Ia kata "justru kelemahanmu lah...

Setelah hujan reda

Aku seolah sedang menepi Ada bagian dari diri yang berteduh di bawah rinai pohon Menunggu kamu datang.. Siang bertemu terik berhujam panas, Malam angin menelisik menyandera sela belulangku yang lemah... Tapi ia tak juga datang Aku mulai bertanya-tanya akankah ia datang ? Hari demi hari. Musim terus berganti.. Tak jua angin membawa kabar kedatangannya.. Ia hanya menemani, mengangini diri. Membawa sepi bersamanya.. Mataku mulai sembab Pandanganku layu ke bumi.. Hatiku di kikis keraguan akan pernahnya ia akan menyusul kepergian ku.. Tapi aku si keras kepala Aku masih tak ingin menyerah. Kamu pernah memilihku. Memilikiku. Maka biar aku yang memilihmu sampai akhir.. Walau langit pun tak tahu kapan akhir itu, dimana ujung muaranya.. Aroma tanah mulai tercium. Awan mendung di udara. Pertanda akan segera datang hujan. Angin kian kencang. Kamu tak pernah suka kebasahan karena hujan. Maka kuharap kamu segera datang sebelum rintik hujan pertama turun.. Tapi kamu tetap tak n...

Jingga

Mata sepat dan lelah. Ngantuk. Tapi mari katakan tidak untuk tidur sebelum tugas kelar. Hahahaha.. Yap. Besok tugasnya studi budaya kontemporer. Habis itu ? Libuuur.. Yeayh!! Menuju sebulan sejak terakhir aku membertemui juga bertegur sapa dalam media apapun Abang. Dan Yap, putus kontak dan blokir, all thank to me. Maaf. Bukan berarti aku ingin memutus silaturahmi. Aku ingin kita kembali berteman baik seperti dulu. Akan. Suatu hari nanti. Kita akan akrab dan bersilaturahmi dan berdiskusi lagi, berteman baik lagi seolah tak pernah ada apapun tersisa diantara kita berdua. Akan. Tapi nanti setelah aku selesai berdamai dengan diriku sendiri, setelah aku menuntaskan rasa bersalah ini. Pada diri sendiri, pada dirimu Abang, pada orang tua, teman-teman, dan Tuhanku sendiri. Aku terus mengingatmu. Iyah. Tapi tenang saja, itu tak melulu bermakna aku gagal melepaskanmu. Sudah Abang. Sudah. Enough is enough. Bersedih lara karena kamu sudah cukup. Meratap dan berandai kamu kembali? Suda...

Day1: perjalanan #30haribercerita

Image
Namaku Fitri. Seorang gadis biasa dari tempat yang biasa saja. Di sepagi ini aku bangun pagi, bergegas dan berpamitan pada kedua orang tua dan adik kesayanganku. Yap, aku ambil kereta pagi tuk kembali ke Purwokerto, kota peraduanku dan menimba ilmu selama tiga tahun belakangan ini. Ada pilu dan sedih saat harus mengecup panjang dan memeluk adikku yang masih terlelap sehingga tak ikut mengantar pergiku ada keengganan untuk meninggalkan rumah. Tapi tinggal bukanlah sebuah pilihan yang mungkin. Berangkat subuh dari rumah, langit masih gelap. Tampak beberapa bintang masih tampak di gelap langit subuh, namun berbelok dan terus melaju di jalan raya perkotaan Jakarta menuju stasiun PS. Senen bintang itu sudah tak tampak lagi. Mungkin karena gedung-gedung dan cahaya kota yang terang, mungkin karena asap limbah udara akibat aktivitas produksi pabrik di sepanjang bekasi-jakarta. Entahlah. Jalanan menuju stasiun tak begitu padat. Mungkin karena masih sangat pagi, atau mungkin efek tahun baru (...

Tentang sejarah yang tak kan berulang

Hari ini hari pertama di tahun 2017. Dan ini malam terakhir aku ada di rumah ini. Bersama keluargaku. Dan selanjutnya akan merantau balik ke Purwokerto. Purwokerto. Rumah kesekian ku. Persinggahan panjang ku. Kenyamanan, kesenangan, pendewasaan juga pembelajaran berharga ya disana. Tempat dimana transisi dan transformasi ku berlangsung. Segala tawa, sedih, bahagia, kesederhanaan juga pahitnya patah hati ya pernah terjadi disana.. Yap. Purwokerto adalah chapter berharga dari perjalanan hidupku untuk menjadi seorang aku. 2016 punya banyak cerita hebat. Tawa paling kencang, juga tangis paling deras mengalir disana.. kembalinya trauma dan hantu masa lalu sempat muncul lagi. Perasaan hebat dan berharga karena dimiliki dan dicintai seseorang yang hebat. Hingga kesedihan mendalam atas patah hati yang juga hebat.. 2017. Biasanya di pergantian tahun ku berlalu begitu saja. Keluargaku tak seru. Tak pernah ada apa-apa memang. Resolusi ? Ah tak penting itu bagiku sebelumnya.. Aku biasa...