Posts

Showing posts from January, 2017

Sepeninggal malam

Malam ke sekian di posko KKN pagenteran kecamatan Pulosari Pemalang. Suasana masih begini. Malam siang pagi masih sama dinginnya. Langit dan kabut pun silih berganti. Sungguh jarang aku membertemui cahaya matahari di tempat ini. Di sela waktuku disini, banyak waktu wajah dan kenangan akanmu terbayang Abang. Mungkin aku rindu. Biarin aja yah.. Apa kabarmu sekarang bang ? Sudah lebih baik kah kau menata hari rumah dan hidup ? Sudah produktif kah waktumu dalam sehari ? Apa kabarnya ujian sertifikasi diving mu ? Akankah kau benar akan belajar kayak ? Apa kabarnya ayah dan ibumu ? Akankah mereka menerima kabar baik perubahan status lajang mu di tahun ini ? Lalu apa kabarnya ia? Sudah sehat dan bahagia kah ia ? Begitu banyak tanya Abang. Semoga jawabannya semuanya positif yah.. Ingin ku sederhana. Kamu baik saja dimanapun kamu adanya sekarang. Aku rindu Abang . Rindu menatap dan belajar perbintangan lagi denganmu. Menyelotehi dan mengkomentari masyarakat kita yang sakit, dunia yang ker...

Hilang [29 okt 16]

"apa kamu masih mencintaiku?" Tanyaku penuh harap. Tak ada jawaban darinya. Dia bungkam, dan mengalihkan pandangannya kemanapun selain mataku. sejujurnya sedikit perasaan  kecewa menjalar kehatiku, dan mulai berfikiran negatif tentang maksut dari kebungkamnnya itu, namu aku buru buru menepisnya. Aku harus percaya padanya, harus. Lalu ia menatapku. Seketika dadaku sesak, rasanya seperti ada benda yg berat jatuh menimpanya. Mataku memanas. Tatapannya tak lagi sama, ada yang hilang di sana. Tak ada kehangatan dan cinta dalam sorot matanya. Aku meringis. Cintanya untukku telah hilang, tak bersisa. Kenapa? Kutatap lekat lekat matanya, berusaha mencari sedikit harapan di sana. Namun nihil, yg kulihat hanya sorot... Kasihan? Kali ini aku tak mampu menahannya lagi, perlahan embun mengalir dari kelopak mataku. Kasihan? Dia mengasihani ku? Apa semenyedihkan itu aku dimatanya? Sungguh, aku membenci tatapan itu. jadi hubungan yang sudah terjalin selama beberapa bulan ini hanya karena...

Mimpi musim panas

Menulis tentangmu rasanya tak ada habisnya yah bang... Dulu sekali. Blog ini berisi keindahan dan kekaguman ku a tas manis yang pernah tercipta. Tapi seiring berjalan. Justru hal indah yang paling menyenangkan tuk dikenang tak lagi sempat dan mampu digambarkan kata-kata. Yah. Memang tak ada kata yang cukup mewakilkannya.. Kesimpulan yang lalu kuambil. Menarik dari buku novel yang sedang ku baca "Norwegia Wood" : kukira yang bisa dituangkan ke dalam wadah tak sempurna, yang disebut kalimat itu, hanyalah ingatan dan kenangan yang tidak sempurna saja. Sedang hal sempurna di kepala ku saat itu, nyatanya memang tak pernah ku selesaikan ceritanya. Aku tak sanggup menangkap semua kata untuk deskripsinya. Hingga kala itu kamu bertanya "apa aku sudah tak membuat hadir senang lagi?" Ah. Salahku si pembuat kata yang lupa menyelesaikan cerita. Kamu tak tahu gemuruh dan rasa bahagia juga terimakasih hanya sekedar atas keberadaan dirimu Abang. Pertama kalinya. Kamu ada...

Move up!

22 Januari 2017. Malam yang cukup dingin, hujan masih turun dan kabut tebal menyelimuti hari-hari di posko KKN ini. Ini hari kelima di desa pagenteran kecamatan Pulosari Pemalang. Biar belom ada proker yang beres dan jalan, tapi aku punya temen-temen KK yang luar biasa ngaco dan asik. Gregetan dibikin tapi yaudahlah ya... Awal Dateng ke posko beberapa hari badanku remuk dan kesehatan ku masih terganggu akibat capek sisa perjalanan Semarang Salatiga. Dan musingin gimana garapan mayapada di Cilacap. Sekarang Alhamdulillah sudah lebih sehat. Soal Cilacap ? Belom beres. Tapi blom banyak yang bisa aku lakuin selain jalanin aja dulu. Apapun yang terjadi. Hadapi. Put the Glass es down! Quesera Sera. Apapun yang bakal terjadi yaudah terjadi aja. Aku ga bisa mengatur nasib atau menghalau takdir. Yang ku bisa kontrol adalah bagaimana sikapku menghadapi semua itu. Nantinya. So for now, keep calm fit! Biarkan waktu berjalan, biarkan yang harus berjalan jalan. Dan kamu lakuin yang emang h...
Menuju Purwokerto kembali. Liburanku sudah selesai... Saatnya kembali ke rutinitas, prioritas hidup, aktivitas... Aku sendiri mbuh bagaimana. Esok hari sudah akan melaju ke desa pagenteran Pemalang. Tapi bahkan sekalipun aku tak punya waktu untuk menemani teman-temanku untuk dolan desa di Cilacap.padahal aku yang diberi tanggung jawab lebih, im the Person in charge on this area, I was the Elder on Purwokerto Base, im the one who take seriously my responsibility. Im the one who being hired and get a fee for my job there. But? What I did to deserve it ? Aku bahkan nggak akan bisa ke lapangan untuk sementara waktu. Duuuuh.. Aku merasa bersalah. Merasa ga layak. Aku malu dan ga enak. Yah aku tahu soal gaji tak akan ku makan sendiri. Ini uang anak-anak. Mereka yang capek, mereka yang pantas dapetin ini, mereka yang besok juga akan nikmatin ini. Semoga orang kantor pun berfikir demikian. Amien.

Interlude

Slow down fit Take a breath Then speak... Abang selalu bilang sikap, gestur, atitude, cara bicara dan pembawaan seorang yang percaya diri, yang tahu apa yang ia mau dan lakukan.. itu akan keliatan. Dan mereka yang tidak punya kepercayaan diri pun kentara.. Yah. Ternyata terlepas dari gaya sok woles dan karunia wajah angkuh nan cuek ini, Fitri masih saja gadis yang belum utuh percaya dirinya. Memang bad habit die hard. Dan Fitri yang dulu mengakui dan melestarikan ketidakpercayaan diri ya dengan mengeluh, membenci, dan melempar salah pada orang lain. Mental korban kalo dikata. "Kurang-kurangin lah pit!" Iyah. Sadar diri aku masih banyak hal kurang. Publik speaking masih kacau.. ketidakpercayaan diri masih ada. Then so be it.. Salah satu resolusi tahun ini ya bagaimanapun caranya menjadi Fitri baru yang hebat. I'LL overcome this. Yeah I Will.. Santai fit. Manusia berhak salah. Itu tandanya kamu mencoba, kamu belajar.. Aku tak tahu apa yang akan terjadi kedepan...

Salatiga dan sebuah langkah perjalanan yang aku suka

Tcadaaaaaa.. Aku ada di Salatiga Yuhuu.. Bermodal nekat, uang pas-pasan dan.. dan apa yaa.. Jadilah pulang ujian KKN ngejar tiket kereta buat berangkat ke Semarang. Okeh. Kalo ga bisa ketemu temen-temen Greenpeace. Yah udah aku datang ke Semarang , jejalan keliling kota, numpang mba aulan, atau ya nyari kereta pulang lagi. Ini bukan soal tempat, jauh dekat atau mau apa. Ini. Perjalanan ini. Seperti yang kamu selalu bilang. Lakukan sesuatu karena ingin. Itu saja. Jadi Perjalanan ini. Mungkin modal nekat. Mungkin ga ada lagi tujuan atau persiapan jelas. Aku hanya ingin . Sedang ingin. Sangat ingin keluar kota. Entah untuk apa. Melakukan perjalanan. Menikmati proses melakukan perjalanan itu sendiri. Sepanjang perjalanan, kawan sebangku ku berganti ganti. Ada mahasiswa, ada gerombolan bapak-bapak karyawan pabrik Baygon dimana ngobrol panjang kali lebar soal sosial politik Indonesia. Ada pasangan bapak ibu yang mau jenguk anaknya yang sedang hamil. Ah dunia begitu berwarna yah...

Babbling

5 bulan 5 purnama yang singkat dihabiskan bersama.. Bahkan beluk satu chapter panjang selesai.. Singkat memang. Tapi bagiku sangat melekat. Bagaimana disatu part kehidupan aku menemukan sosok yang bisa membuatku percaya dan menjadi manusia lagi. Membuatku percaya hingga mau membuka diri dan memperlihatkan semua lemah cacatku, tapi ia tak pergi. Saat itu, ia memilih tinggal bahkan setelah tahu buruk dan lemahnya aku. Untuk sejenak aku terlena bliss. Perasaan dimiliki dan dipercaya olehnya memberi kekuatan yang luar biasa bagi diriku. Wajahku tak hentinya bersinar bahagia. Karena kehadirannya di sisiku. Di hatiku. Di hidupku. Karena untuk pertama kalinya aku cukup percaya dan membiarkan seseorang masuk terlalu dalam ke dalam sisi dalam diriku. Part yang tak pernah ku ijinkan siapapun tahu. Ia yang telah melihat ku dengan semua kurang dan cacatku, namun memilih tinggal. Bukan cacatku yang melemahkan penilaiannya hingga rendah diriku di matanya. Ia kata "justru kelemahanmu lah...

Setelah hujan reda

Aku seolah sedang menepi Ada bagian dari diri yang berteduh di bawah rinai pohon Menunggu kamu datang.. Siang bertemu terik berhujam panas, Malam angin menelisik menyandera sela belulangku yang lemah... Tapi ia tak juga datang Aku mulai bertanya-tanya akankah ia datang ? Hari demi hari. Musim terus berganti.. Tak jua angin membawa kabar kedatangannya.. Ia hanya menemani, mengangini diri. Membawa sepi bersamanya.. Mataku mulai sembab Pandanganku layu ke bumi.. Hatiku di kikis keraguan akan pernahnya ia akan menyusul kepergian ku.. Tapi aku si keras kepala Aku masih tak ingin menyerah. Kamu pernah memilihku. Memilikiku. Maka biar aku yang memilihmu sampai akhir.. Walau langit pun tak tahu kapan akhir itu, dimana ujung muaranya.. Aroma tanah mulai tercium. Awan mendung di udara. Pertanda akan segera datang hujan. Angin kian kencang. Kamu tak pernah suka kebasahan karena hujan. Maka kuharap kamu segera datang sebelum rintik hujan pertama turun.. Tapi kamu tetap tak n...

Jingga

Mata sepat dan lelah. Ngantuk. Tapi mari katakan tidak untuk tidur sebelum tugas kelar. Hahahaha.. Yap. Besok tugasnya studi budaya kontemporer. Habis itu ? Libuuur.. Yeayh!! Menuju sebulan sejak terakhir aku membertemui juga bertegur sapa dalam media apapun Abang. Dan Yap, putus kontak dan blokir, all thank to me. Maaf. Bukan berarti aku ingin memutus silaturahmi. Aku ingin kita kembali berteman baik seperti dulu. Akan. Suatu hari nanti. Kita akan akrab dan bersilaturahmi dan berdiskusi lagi, berteman baik lagi seolah tak pernah ada apapun tersisa diantara kita berdua. Akan. Tapi nanti setelah aku selesai berdamai dengan diriku sendiri, setelah aku menuntaskan rasa bersalah ini. Pada diri sendiri, pada dirimu Abang, pada orang tua, teman-teman, dan Tuhanku sendiri. Aku terus mengingatmu. Iyah. Tapi tenang saja, itu tak melulu bermakna aku gagal melepaskanmu. Sudah Abang. Sudah. Enough is enough. Bersedih lara karena kamu sudah cukup. Meratap dan berandai kamu kembali? Suda...

Day1: perjalanan #30haribercerita

Image
Namaku Fitri. Seorang gadis biasa dari tempat yang biasa saja. Di sepagi ini aku bangun pagi, bergegas dan berpamitan pada kedua orang tua dan adik kesayanganku. Yap, aku ambil kereta pagi tuk kembali ke Purwokerto, kota peraduanku dan menimba ilmu selama tiga tahun belakangan ini. Ada pilu dan sedih saat harus mengecup panjang dan memeluk adikku yang masih terlelap sehingga tak ikut mengantar pergiku ada keengganan untuk meninggalkan rumah. Tapi tinggal bukanlah sebuah pilihan yang mungkin. Berangkat subuh dari rumah, langit masih gelap. Tampak beberapa bintang masih tampak di gelap langit subuh, namun berbelok dan terus melaju di jalan raya perkotaan Jakarta menuju stasiun PS. Senen bintang itu sudah tak tampak lagi. Mungkin karena gedung-gedung dan cahaya kota yang terang, mungkin karena asap limbah udara akibat aktivitas produksi pabrik di sepanjang bekasi-jakarta. Entahlah. Jalanan menuju stasiun tak begitu padat. Mungkin karena masih sangat pagi, atau mungkin efek tahun baru (...

Tentang sejarah yang tak kan berulang

Hari ini hari pertama di tahun 2017. Dan ini malam terakhir aku ada di rumah ini. Bersama keluargaku. Dan selanjutnya akan merantau balik ke Purwokerto. Purwokerto. Rumah kesekian ku. Persinggahan panjang ku. Kenyamanan, kesenangan, pendewasaan juga pembelajaran berharga ya disana. Tempat dimana transisi dan transformasi ku berlangsung. Segala tawa, sedih, bahagia, kesederhanaan juga pahitnya patah hati ya pernah terjadi disana.. Yap. Purwokerto adalah chapter berharga dari perjalanan hidupku untuk menjadi seorang aku. 2016 punya banyak cerita hebat. Tawa paling kencang, juga tangis paling deras mengalir disana.. kembalinya trauma dan hantu masa lalu sempat muncul lagi. Perasaan hebat dan berharga karena dimiliki dan dicintai seseorang yang hebat. Hingga kesedihan mendalam atas patah hati yang juga hebat.. 2017. Biasanya di pergantian tahun ku berlalu begitu saja. Keluargaku tak seru. Tak pernah ada apa-apa memang. Resolusi ? Ah tak penting itu bagiku sebelumnya.. Aku biasa...