Tentang kesepian dan menjadi sendiri
Selamat malam dunia...
Malam ini masih sama gelap nya sebagaimana malam-malam lainnya..
Kesendirianku masih saja menghadirkan sepi. hingga aku kesulitan meletakan handphone ku setiap saat, kapanpun dimana pun. Sebegitu mudahnya bosan dan rasa gabut menghinggapi, menjadikan keinginan menghubungi ka gembel, Revin, Fahry atau mas Deskon dan lain-lain semakin besar. Padahal sebenarnya tak ada hal sebegitu pentingnya untuk menghubungi.
Yah kecuali sama ka gembel. Berhubung persoalan pulang bareng ke Purwokerto tapi orangnya susah banget dihubungin, jadilah hampir kehabisan tiket karena lama menunggu dan menghubunginya. Ckckck..
Beberapa malam yang lalu, aku keluar lagi dengan ka gembel. Ia pamit ke kedua orang tua ku bahkan ikutan bikin alasan palsu, demi bisa keluar dan meet up bareng Kolin dan KA Akmal. Nothing special really. Hanya menyambung percakapan asik yang dahulu sempat terhenti sejenak gegara sempat tumbuh kebaperan diantara kita. Kala itu aku yang salah mengartikannya, malah terlanjur menaruh harapan. Dan itu salah.
Yap. Malam itu, kita menyambung tali lagi. Bukan untuk arah asmara seperti cengcengan lama. Tak. Sebagai dua orang teman yang menikmati pendampingan satu sama lain selagi bisa. Dan karena Ka gem juga, aku kembali bercerita tentang bang Rio.
Di malam-malam berikutnya kadang kami berdiskusi ngaco tentang hal remeh sampe pilu, seperti kisahku dan bang Rio. Thug life katanya. Sayang sekali harus berakhir dan kapalku harus berlayar kembali...
Malam lalu kami berdiskusi tentang pacaran dan pandangan kritis maupun filosofis tentangnya. Buat apa?
Sampai verbahas soal urusan seksual...
Dan salah satu yang kami temukan. Ya, kami sepakat , buat apa pacaran kalau isinya cuma untuk mendapatkan jatah ML semata. Itu lebih suck kan. Lebih kurang ajar dan lebih ironis .
Jadi ga usah. Ga usah ada ikatan apapun diantara kita, jangan ada baper lagi diantara kita. Bila dikemudian hari kami terkait intercourse berdua lagi, ya manusia punya kebutuhan seksual. Sisanya? Kita menikmati pertemanan asal ginih aja. Jangan lagi lah mengikat bila lawan mainnya bukan tempat kita bisa berlabuh, buat apa ?!
Aku tak menjelaskan apapun yang pernah kita lakukan bersama Abang. Jangan khawatir. What happen in Vegas Will stay in Vegas.
Pernahnya aku mengungkit pembelajaran dan isi kepala kita berdua saja..
Bodoh.
Aku sedang bodoh lagi.
Kebosanan melanda. Tak ada bahan. Tak ada Revin atau KA gem, aku masih agak kesulitan memegang kepala ku sendiri. Ya, seperti yang kamu bilang 'im natural born thinker'..
Tapi menjadi overthink, dan kesulitan meletakan isu atau pikiran begitu saja adalah kutukan nampaknya.
Hari ini aku mengingat lagi Abang. Dan pertanyaan ku atas apa yang sekarang terjadi, kurasa, ku lakukan.
Perkara Revin yang merasa aku menyukainya. Ah aku ingin tertawa...
Tubuhku mungkin tak lagi menghadap Abang, tapi punggungku kan masih ke arahmu bang. Bukan aku tak bisa melepasmu. Bisa. Bisa bang. Aku sudah mengikhlaskan kamu bukan lagi punyaku. Hari ini sisa aku nya saja yang sedang pontang painting mencintai kesendirian dan menjadi hebat.
Aku saja tak tahu apa yang kurasa pada diriku sendiri, bagaimana progress mengikhlaskan Abang, bagaimana bisa ketertarikan sesaat, menjadi suka yang nyata padahal jelas kita tak berada di nada yang sama.
Pertemuan dan perpisahan kita, adalah dinamika dan cerita yang menarik dan membangunkan di akhir tahun 2016 ini.
Menjelang pergantian tahun. Seiring itu pula semoga kepedihan , kebodohan dan negativity masa lalu berhasil tutup cerita. 2017 harus lebih baik, menjadi pribadi yang s lalu positif dan lebih produktif dalam mematangkan diri baik segi materiil harta, uang, prestasi, kuliah, kertljaan maupun non materiil, mentalitas, kritis, attitude, kesabaran dan keterbukaan berfikir.
Usia ku besok akan menjadi 21. Dan ya, aku masih hidup. Dan aku akan terus hidup.menghidupi diriku dan mimpiku. Tak hanya sekedar Survive, tapi hidup.
Akankah ada kisah lain di 2017? Aku tak tahu. Dan tak mau tahu kalau belum waktunya..
Santai saja lah..
Sekarang lebih baik perbanyak teman, relasi dan prestasi.
Perbaiki diri.
Aku berencana hidup. Untuk waktu yang lama.maka santai saja.
Karena hidup cuma sekali.
Karena hidup banyak rasa
Comments
Post a Comment