Hujan di malam minggu

Hujan di malam Minggu

Malam ini,
Seperti malam-malam lainnya di sudut kota Purwokerto.
Hujan merintik membasahi bumi..
Mengenai aspal jalanan..
Membuat belok tanah yang tak rata..

Yang berbeda hanya..
Malam ini aku disini.
Di sudut ruang ini.
Di tempat yang sudah mulai jarang kusambangi sajak ku belajar melepasmu..
Tempat di mana bermalam yang lalu, kau menanggalkan ceritamu.. kamu melepas genggaman erat jemariku, yang meremang masih ingin menyemtuhmu..

Mungkin itu malam terakhir aku bisa menyentuh bebasmu. Menghirup aromamu dengan begitu dekat. Tertawa lagi di sisimu..
Justru disaat kamu telah melepasku.

Detik ini.
Aku tak apa-apa sayang..

Ya. Aku kembali berjumpa kang nyaman dan mas Leo. Bertukar fikir dan mendengar cerita tentang orang-orang di angkatan kalian mengenyam masa jaya kuliah..
Tak ada namamu memang, tapi detil kecil itu masih ku ingat.

Siang tadi. Ku baca koran terbitan kantormu..
Ku telusuri laman demi laman..
Dan di laman itu aku temukan jejak kamu. Di pokoknya aku temukan nama kamu..

Satrio.

Ya. Aku masih mengingatmu dengan begitu jelas. Segala detil kecil tentangmu..
Tapi bukan berarti aku maksud nostalgia dan lagi memekik meronta pinta kau kembali..

Tak.

Aku sadar diri. Aku bukan siapa-siapa..

Kenyataannya, aku tahu sejak lama tapi hanya tak berani mengakui, bahwa aku, tak cocok dengan duniamu..

Aku bertanya makna maaf sekarang.

Aku biasanya orang yang gampang memaafkan, bahkan tak pernah bisa marah pada orang yang disayang.. itu kenapa kamu tak mungkin ku benci.

Tapi benarkah?

Bukankah mengingat dan menyalahkanmu atas lukaku berarti aku belum melepaskanmu. 

Mungkin Iyah.
Sebagian dariku belum memaafkan kamu, aku pun belum memaafkan diriku sendiri yang pernah mencintaimu dengan terlalu hingga menjadi keliru

Mungkin yang terjadi aku hanya merasa kehampaan, ada yang kurang. Ada yang kosong. Di tempat-tempat biasa kamu ada. Di ruang yang pernah cuma disediakan buat kamu.

Mungkin aku hanya rindu.

Tapi bukan berarti aku ingin kau kembali

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know