Kamshamida..

Hari ini lagi-lagi keuangan mencekik membuatku harus sekali lagi meminta tolong padamu. Tak enak hati, tapi yah aku benar butuh. Kan kamu yang selalu bilang buat jujur dan minta tolong saat sedang kesusahan..
Kamu juga yang bilang akan berusaha ada saat aku benar butuh..

Dan sekali lagi. Makasih Abang. Makasih udah membantu sekali lagi..

Hari ini aku baru menyadari kamu unfollow ig ku!

Dan ketika kamu yang males ribet transfer dan biasanya milih ngasih langsung, minta transfer aja. Aku tau kamu tak ingin berjumpa lagi denganku..

Kecewa sih. Sedikit. Tapi gapapa..
Toh aku bukan siapa-siapa.

Aku hanya bisa terus nitip doa dan pinta ke Allah dan semesta, Biar jagain kamu..

Yah. Aku bertanya-tanya apa kamu merasa perih atau sempat terbayang rindu aku makanya kamu unfollow, atau aku sudah cukup memuakanmu.. merisihkanmu..

Pagi tadi. Mungkin pikiran liar itu bersemayam.

Hingga aku gagal fokus saat belanja makan dan obat buat jojoo.. untungnya aku bawa motor dengan benar kali ini.

Jojoo, lelakinya aku.. my best mate.. ma men. My best man..

Ah dia sedang terbaring sakit lemah tak berdaya beberapa hari ini. Dan mengingat bagaimana dalam lelah letih nya ia tetap setia beburu datang ke sisiku untuk menjagaku malam itu... Menghapus air mataku di malam-malam sebelumnya.. selalu siap sedia ada buat mengukir ulang senyum dan tawa ke wajahku.. mengkhawatirkan kondisiku yang sempat memarahi parah.. ya kurang apa lelaki hebatnya gue itu..

Aku tahu di kepala ku kadang masih terngiang kamu Abang. Tapi kini aku berusaha mati-matian mengacuhkannya..

Mungkin begitu banyak tanda tanya dan pengandaian di kepalaku saat ini. Tapi aku pun sadar. Apapun yang terjadi, kenyataan yang ku tahu, kamu tak ingin ku di hidupmu lagi..

Dan seperti yang mas Ian katakan "yang terbaik takkan semudah itu pergi fit"

Perih. Iya..

Tapi ini kenyataan yang harus aku hadapi.

Mungkin di masa depan jalan kita akan saling bersilangan, berpapasan atau apalah. Saat itu terjadi, tersenyumlah Abang.
Senyum dan bahagia mu adalah bahagia ku..

Dan sekarang. Aku akan terus tersenyum.
Apapun yang terjadi. Sesulit atau perih apa yang aku hadapi. Entah karena asmara, keluarga, sosial, ekonomi, ancaman teror dan lain-lain lagi..
Aku akan berusaha tersenyum.

Mungkin aku sedang topeng baru lagi.
Dulu aku Untouchable. Dan hari ini aku hanya ingin selalu senyum..

Walau mungkin kadang harus fake. Tapi Senyumin aja dulu, seolah hidup ga ada apa-apanya tanpa masalah. Nanti hati dan jiwa kita pun perlahan akan percaya dan bisa senyum tulus dan semua akan baik saja.

Kalau aku banyak ngeluh. Aku menyesal.

Setelah aku sadar.
Tuhan selalu baik padaku..

Ketika kecil kesepian hidup di rumah dan keluarga yang cuma kulit luarnya saja. Tiap tahun pintaku sama. Hanya satu. Tuk memandang langit biru dipangkuan ayah dan ibu. Tuk bercanda dan tertawa ldi peluk seorang ibu.

Lalu Tuhan menghadirkan malaikat kecilku 'rafif Arkana raziq'..
Matahariku. Penghangat jiwaku. Kesayangan dan kebanggaannya aku.
Dan seketika, semua berubah. Semua berbondong-bondong kembali ke rumah. Shower him with love and royalty.

Aku bahagia dia ada. Malaikat kecilnya aku. Perekat kembali orang-orang di rumah kosong itu.

Walau tak selalu persis seperti pintaku. Tapi Tuhan jawab. Tuhan memberi lewat caranya sendiri.

Dan ternyata itu yang selalu aku rindukan.
Peluk dan kecup tulus ayah dan ibu. Kasih sayang yang tanpa pamrih..

Hidup rumit itu begitu. Hingga kini aku menjadi begini.

Jauh di hati kecil aku hanya ingin dimanja, seperti katamu.

Seperti banyaknya remaja wanita yang kebanyakan nonton ftv atau sastra drama. Aku ingin diperlakukan spesial.

Lalu aku sang pecinta musik dan film. Pernah ingin sekali ada lelaki yang memainkan dan menyanyikan lagu favoritku, special for me..

Dan Allah ngasih jalan. Dia entah gimana. Mendekataknku dengan ka gembel yang sebelumnya hanya sekedar sehay doang a ku kenalnya.

Cara dia menyihirku? Tentu saja dengan permainan musiknya. Live concert special for me. Aaah ka gems..

Lalu saat kebutuhanku untuk membuka topeng dan mengenal kelemahan ku lagi semakin tak terbendung. Aku pernah bilang, ingin ada satu orang dimana aku bisa cuku lp percaya hingga berani membuka semua topeng dan kostum yang ku kenakan bertahun-tahun. Aku ingin kenal lagi diri ku sendiri. Biar aku bisa jalan tanpa ragu..

Lalu Tuhan bikin skenario hingga aku bisa percaya dan nyaman untuk 'telanjang' di depanmu. Kamu mungkin satu-satunya makhluk yang tahu lebih banyak tentangku setingkat dua tingkat lebih dari yang lainnya. Dan kamu tinggal. Kamu memilih tinggal dan menerima semua cacatku. Kamu bantu aku kuat dan percaya pada diriku yang cukup berharga.

See?

Tuhan selalu baik padaku. Dia ngejawab pintaku lewat caranya sendiri..

Aku gamau kaya kamu bang. Yang mandangin Tuhan, mintanya yang aneh-aneh dan negatif gitu.

Kamu yang minta masalah lebih besar, masalah yang tak bisa kamu mudah taklukan. Dan kamu bilang Tuhan ngasih kamu dalam bentuk caca, gadis itu.
Dan kemarin, hari ini dan mungkin selanjutnya. Aku tahu kamu melepaskan oase indahnya kamu, sosok aku. Untuk Survive dan fight your own problem. Kamu fokus ke dia. Maka fokuslah. Selesaikan apa yang harus di selesaikan. Hadapi apa yang harus di hadapi.

Maafkan aku yang pernah hadir diantara kamu dan dia.
Aku pamit.

Bilakah di masa depan ternyata memang gadis itu lah jodoh Tuhan untukmu, maka aku akan tersenyum dan selalu mendoakan yang terbaik dan kebahagiaan kalian. Karena kamu bahagia. Dan akhirnya berhenti mencari..

Karena akhirnya Tuhan jawab tamyaku. Dan berarti intuisi ku sekali lagi tak meleset.

Makasih ya Allah..

Aku pernah dapet guru yang hebat lewat Abang .

Pinta dan tamyaku terbesar berikutnya aku belum tau..

Tapi pasti. Aku percaya. Tuhan pun akan mengabulkan nya suatu hari nanti. Yang terbaik bagiku. Lewat caranya sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know