Hai kamu

Hai buku harian virtual ku

Apa kabarmu

Aku tahu sepi

Aku sudah terlalu hidup di dunia nyata hingga tak punya waktu menulis.

Pun ku sedang terlampau bahagia hingga Kutak tahu haruskah menuliskannya..

Malam ini
Aku terbaring di lantai sekre. Seperti bertahun lalu.

Diantara para lelaki saudaraku.

Tapi ada yang lain.

Disampingku ada sesosok lelaki yang sedang tertidur dengan lelapnya. Alfian, orson, Al, namanya. Terserah mau manggil apa.

Ia yang sejak beberapa hari lalu menyandangkan aku sebagai kekasihnya.

Aku tak tahu.
Apa yang terjadi apa yang kurasa. Semua terjadi begitu saja

Yang kutahu, dimatanya aku melihat kasih sayang yang dalam.
Tuhan aku telah ditemukan orang yang insyaallah akan menjaga dan menyayangi ku dengan hebat. Semoga ia tepat.

Tapi aku kesulitan tidur sekalipun lelah badan dan mata.

Entah.

Saat memejamkan mata.
Aku masih ingat jelas raut garis wajah lelaki itu. Lelaki yang menggenggam erat hati dan jiwaku.

Sebuah definisi rumah bagiku 

Tuhan apa ini.

Hidup sudah berjalan.
Aku sudah melangkah.

Seorang lelaki hebat telah menjagaku kini. Tak seharusnya malah wajahnya yang masih kuingat betul.

Maafkan aku tuhan, maafkan aku mas.

Aku pun masih tak tahu apa rasakunn
Yang ku paham dan yakini. Aku peduli padamu mas, sangat. Hanya belum tahu sejauh apa.

Maafkan aku yang di lubuk hatiku masih menyimpan dan memanggil namanya dalam tidurku.

Tapi tahuilah lelaki yang bersamaku kini, selama kamu percaya, selama kamu bertahan, selama kamu disampingku. Aku tak akan meninggalkanmu.

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know