Jingga

Mata sepat dan lelah. Ngantuk. Tapi mari katakan tidak untuk tidur sebelum tugas kelar. Hahahaha..

Yap. Besok tugasnya studi budaya kontemporer.
Habis itu ? Libuuur..

Yeayh!!

Menuju sebulan sejak terakhir aku membertemui juga bertegur sapa dalam media apapun Abang. Dan Yap, putus kontak dan blokir, all thank to me.

Maaf.

Bukan berarti aku ingin memutus silaturahmi. Aku ingin kita kembali berteman baik seperti dulu. Akan. Suatu hari nanti. Kita akan akrab dan bersilaturahmi dan berdiskusi lagi, berteman baik lagi seolah tak pernah ada apapun tersisa diantara kita berdua.
Akan.
Tapi nanti setelah aku selesai berdamai dengan diriku sendiri, setelah aku menuntaskan rasa bersalah ini. Pada diri sendiri, pada dirimu Abang, pada orang tua, teman-teman, dan Tuhanku sendiri.

Aku terus mengingatmu. Iyah. Tapi tenang saja, itu tak melulu bermakna aku gagal melepaskanmu. Sudah Abang. Sudah.

Enough is enough.

Bersedih lara karena kamu sudah cukup. Meratap dan berandai kamu kembali? Sudahlah.

Ini yang terbaik. Ini memang jalannya. Allah ngehadirin kamu di hidup aku biar aku bisa bangun, belajar dan nemuin sumbu kekuatan dan rasa berhargaku dari sosok kamu.

Dan kalau sebelumnya aku berfikir apa aku bagimu. Kesia-siaan kah?

Kuharap bukan. Aku adalah tangan yang menyambutmu hangat dengan seringai kikuk dan manjanya, binar mata yang katamu membuat cerah dan terbakar apinya, hangat tangan yang membelaimu saat lelap, ketakutan, tersedih, terluka, mendekapnya erat dalam tangis dan amarahmu terluka karenanya.
Aku adalah oase keceriaan muda bagi realita pahit dunia dan hubungan yang kamu temukan di dirinya mungkin.

Aku yang buatmu pernah tampak sangat bahagia dan lepas sesederhana sejenak menjadi anak kecil.

Aku adalah rumah yang menawarkan ku kehangatan untuk pulang bersandar dan ndusel di peluk dan kecupku. Dibalut homey puisi dan mimpi-mimpi randomku.

Berfikir saja seperti itu. Kamu berharga dan berarti bagiku. Dan aku pun pernahnya punya harga yang digenggam erat penuh arti bagimu. Aku pernah berguna dan membawa manfaat ke dalam hidupmu.

Setidaknya itu. Aku senang. Aku bersyukur.
Berarti aku tak hanya selalu merepotkan dan menyesahkanmu saja dengan rewelan dan manja pinta juga masalahku.

Bersyukur. Lebih positif.

Usahlah negatif lagi.

Dan melepasmu juga adalah caraku mencintaimu dan mencintai diriku sendiri.

Bahwa cinta. Mencintai seseorang, tak melulu harus terikat dan membelenggu. Bahwa tak selalu dalam proses mencintaimu aku harus kehilangan harga dan jatidiri ku sendiri.

Aku masih muda. Masih banyak mimpi yang harus ku kejar. Idealisme yang ingin ku perjuangkan. Perjalanan dan tempat yang ingin ku sambangi .

Kamu. Satu-satunya lelaki yang sempat mampu membuat ku goyah.
Aku ingin tinggal. Berhenti melangkah lebih jauh agar bisa membersamaimu lebih lama. Sama kamu aku rela dipinang di usia belia. Ya, karena baru kamu yang buatku merasa kuat dimiliki. Aku percaya jalan akan baik saja, aku akan kuat asal kamu bersamaku. Bahwa masih bisa menjadi seorang aku yang menggapai mimpi dan citaku sekalipun sudah bersanding rumah tangga dengan seorang kamu.

Ya. Baru kamu.
Aku ingin berhenti.

Mungkin itulah kenapa sesal dan pilu tersisa.

Aku si jiwa pengelana, untuk pertama kalinya ingin berhenti. Tapi ternyata...

Ternyata aku belum siap untuk mengisi peran di sampingmu Abang.
Aku belum layak. Kamu belum layak juga disampingku.

Dan inilah kepahitan yang tersisa di jalan kita.
Yang tersisa hanyalah kenangan, dan catatan prasasti di banyak kertas, buku, kanvas, laptop, blog ku dan lini media nasional maupun internasional.

Kamu. Hari ini dan seterusnya, harusnya tlhanya tinggal di belakangku. Sebagai kenangan. Kamu adalah bagian dari sejarah hidupku.
Dan sekalipun terkadang sejarah berulang. Aku tak banyak berharap pada itu semua.

Kita berpisah karena suatu alasan atau lainnya. Dan sekarang ada rimbun hutan membentang diantara kita berdua.

Dan hari ini, aku terlalu malas bermain-main dalam hutan mu.

Semoga api amarah dalam diri segera mereda.

Jadi sesegera mungkin ikhlas itu bukan lagi secara literal.

Syukur itu kekuatan yang hebat. Menjadi positif itu menyenangkan.

Sejak kamu . Aku berusaha memandang dunia dengan lebih syukur di dalamnya. Mataku seperti dibuka. Ternyata banyak kebaikan dan nikmat yang aku miliki tapi jarang sukuri.

Namun juga kaca akan kebodohan diri bahwa bersamamu kemarin, dunia ku menjadi sangat sempit. Aku terlalu fokus padamu. Hingga lupa bahwa aku masih punya banyak teman lain yang luar biasa baik dan peduli dan siap menolong.

Dunia ku pernah menjadi begitu sempit dibatasi kacamata kuda asmara.

Melihat Ady menjaga Retno yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit hari ini. Mengingatkanku akan sosok orang lain yang pernah menjagaku dengan sigap dan hebat saat aku benar butuh. Dan sosok itu memang bukan kamu Abang.

Kamu adalah aku, yang kikuk dan kebingungan harus bagaimana mengurusi orang lain yang kesusahan sakit. Kita terlalu biasa mmsemangat dan menyemangati orang buat bangun dan kuat lagi, jarang ngasih kesempatan buat jadi lemah. Jadi entahlah. Kita tampak seperti manusia yang sangat dingin.
Hahahaha..

Blog ini sudah tak ada pembacanya lagi. Hahahaha..

Sudah. Tak apa.

Aku pun tak ingin kamu muncul sesal dan rasa bersalah akanku.

Aku baik saja . Hidupku baik saja. Kesehatanku jauh membaik sejak beban dan tekanan stress negatif tentangmu, haters dan keluargaku ku buang jauh.

Semalam Jojo nanya 'gimana kisah cintamu kini ?'

Hahahaha..

Apakah Joo.. ga ada siapapun.
Dekat sana sini. Seperti biasa. Aku hanya ingin berteman. Sedang tak ingin bermain hati lagi.

Lagian setelah ditelaah. Toh dari semua hal , aku masih punya jojoo. Lelaki terbaiknya aku. Dimana aku tau ia ada. Berusaha selalu ada. Kepedulian dan kasih sayangnya sebagai teman dan sahabat juga beneran ada.

In the end'..
Kita ga butuh macam-macam. Aku ga nyari yang sempurna. Aku ga suka. Karena akunya kan ga sempurna.
Yang di butuhkan ya..
Ia yang sayang. Menerima ku apa adanya. Lebih dan kurangku.
Ia yang lihat cacat anehnya aku kesal karena ku, namun masih bisa nemuin satu aja alasan untuk tetap tinggal dan nggak gampang nyerah dan pergi.

Seperti kamu yang menyerah.
Dan disana amarahku.
Aku pinta kamu jangan jadi pengecut yang gampang nyerah.
Dan kamu menyerah akanku.
Aku marah!

Ah. Tapi sudahlah..

Syukur. Saat role play' dan pembentukan karakter dan plot baru ku , aku tak lagi punya keinginan untuk ada di Purwokerto dan memasukan kau dalam daftar orang yang mesti ada.

Artinya apa?

Aku ga punya attachment apapun lagi disini. Di kampus . Kalau mau pergi dari sekre juga.

Dan itu berarti aku benar sudah melepasmu

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know