Entah berada
Entah
Aku hanya ingin membuka aplikasi ini
Entah
Ternyata sudah agak lama tak menulis
Tidak blog tidak artikel tak juga puisi
Aku dan pertanyaanku tentang siapa sebenarnya diriku? Seperti apa aku?! Mau apa aku ?
Dan semua tanya belum terjawab atau belum terrumuskan kata tanya nya.
Apa yang akan terjadi esok hari ?
Kembali ke Purwokerto
Hidup kembali di kota penuh cerita dan kenangan itu
Kota yang menyimpan begitu banyak rindu
Kota dimana begitu banyak juga kata tentangnya
Satu kota
Tapi tak lagi tergapai
Tersentuh
Tertampak
Ah aku bisa gila
Gila karena rindu
Gila karena begitu banyak tanya tak sempat ku kata.. begitu banyak kata tak sempat atau berani tersampaikan.. begitu banyak hal yang belum sempat ku wujudkan..
Dan hari ini semua itu hanya bisa dibungkus oleh kenang
Sebagai asa yang sia
Yang tertinggal dari mengenang sosoknya
Dari kisah klise sebentar antara aku dan lelaki itu
Sepi.
Gamang
Kadang nama dan sosoknya kerap kali hadir dan menghadirkan rindu.
Ingin dipeluk..
Dikecup kening..
Bersenggama..
Atau sekedar menikmati langit malam dan bintang bersama
Dan itu semua..
Hari ini terasa hanya sebagai mimpi musim panas
Dan aku dibangunkan kenyataan..
Sesuatu yang selama ini kutahu tapi kuabaikan karena terlalu ingin dan bahagia akan hadirnya sosoknya..
Dunia kami berbeda.
Kami mirip, sekaligus berbeda di sisi lainnya..
Juga tentangnya.. gadis itu. Perempuan yang tak bisa kau lepaskan.
Aku tak selayaknya ada disana.
Disampingnya kamu Abang..
Memang tak ada jalan
Tak ada masa depan.
Dan seberapa berusaha apapun aku akanmu. Akan kisah kita.. seberapapun aku tak ingin menyerah.
Sesak dan berat Gerling mata ini jadi saksi bagaimana kadang kita memang tak bisa menyalahkan takdir.
Nyata? Kamu menyerah.
Dan mungkin memang baiknya begini.
Sakit. Perih. Guncang.
Tapi hari ini. Sekian puluh hari sejak terakhir menyentuhmu dan menyebutmu milikku. Aku tahu aku kadang rindu kamu. Mungkin karena memang sedang tak ada kerjaan dan belum ada sosok lain.
Tapi kini. Hari hari gelap sudah berlalu.
Aku sudah berada di rute ku.
Langkah yang jauh darimu.
Tak dapat kulihat lagi peluh di punggungmu..
Dan memang seperti janji tuhan.
Setiap kejatuhan akan menjadikan kita lebih kuat dan bijaksana dalam melangkah
Semoga saja.
Mereka bilang aku wise..
Ah.
Bila menjadi wise adalah hadiah dari semua sakit itu. Kadang aku ingin menjadi polos saja.
Tapi hidup tak melulu tentang apa yang kita mau
Dan alangkah masa depan adalah tanda tanya yang silau.
Aku tak tahu reka nyata nya
Aku hanya tahu piksel blur nya semata
Sisanya ya menerka nerka, kiranya apa yang akan terjadi di depan
Bersiap saja lah..
Tak usah di tahui.
Tak usah dikontrol. Takdir.
Cukup tenang dan hadapi yang memang harus di hadapi. Akan ada saatnya kok.
Dan ini aku, si gadis yang beberapa hari lagi akan menginjak 21 tahun. Umur dimana tak pernah sangka akan kujumpai dengan kehidupan. Malah ku sambut dengan kehangatan dan harapan yang hidup.
Yah. Tuhan memang punya caranya sendiri untuk menjaga dan mengajarkan kita untuk menjadi hebat sekaligus kuat dan bangun. Dan sekalipun harus perih air mata pernahnya . Aku bersyukur sangat . Atas segalanya. Atas kehidupan. Atas persahabatan. Atas keluarga. Atas harapan. Atas mimpi. Atas materi. Juga atas kehadirannya di hidupku.
Terimakasih.
Dan selamat malam
Dari desa di lereng timur gunung Slamet
Sedang menggigil menarik selimut dan hendak beranjak tidur
Comments
Post a Comment