21 yo

21 tahun Abang..

Silam aku pernah menyerah dan berkata "aku tak pernah mikir bisa menyentuh angka itu. Sebelum 21 aku akan mati"

Tapi itu di jalan lalu..

Aku harap kali ini tak lagi semudah itu menyerah.

Ini bukan tentang apa, tapi untuk diri sendiri dan semua orang yang selama ini menanam support di langkah hidupku.

Tak ku kira aku bisa di usia ini dengan fikiran yang positif, disambut dengan semangat baru. Dan walaupun penuh kesederhanaan dan memang tak mendapat apa-apa selain ucapan selamat dan do'a dari teman dan keluarga di kota ini. Aku sangat bersyukur.

Hei Abang. Siang lalu aku mendengar lagi namamu tersebutkan di telingaku. Orson dan mas Rio sedang mencarimu, sayang kamu tak ada katanya.

Mendengarnya jantungku berdetak. Antara takut, khawatir, juga ingin membertemui, tapi syukur bahwa kamu tak ada.

Aku tahu ketakutan ku. Aku takut aku masih baper. Aku takut setelah melihatmu, aku akan terbayang kepikiran dan tak baik lagi. Sedih lagi.

Tapi aku pun tahu. Cepat atau lambat aku akan dan harus membertemui kamu. Siap tak siap itulah yang akan terjadi.

Siang itu aku keluar kampus mau ke ATM dan nyari makan bareng sobat lamaku dari teknik, Kiwil. Tak kulihat motormu di depan rumah kosan itu. Tapi disanalah kamu, duduk nyaman memandang kearah jalan. Dan aku persis di ujung jalan tempat kamu memandang.
Aku tak tahu kamu melihatku atau tidak. Ada part dimana aku ingin kamu melihatku, lalu aku masuk ke dalam kepalamu tuk mencari tahu apa yang kamu pikirkan tentangku saat itu juga.

Masihkah kau ingat aku ? Apa yang terfikir terbayang dan terasa setiap mendengar namaku, memandangi bintang dan hal lain tentangku ? Masih tersisa kah hal-hal yang kamu temui dari kebiasaan ku ?
Pernahkah ada sesal karena saling melepaskan ?

Ah.
Lagi-lagi aku berfikiran kamu Abang.

Melihatmu. Dan tahu dengan dan untuk siapa Adamu kini, aku tak tahu harus berasa apa. Aku tak berusaha mendefinisikan juga.

Blank.

Halah. Tak apa lah.
Asal kamu sehat dan baik saja disana, aku senang.

Dulu aku pernah iri dengannya karena mengenal dan menggenggam kuasa atasmu begitu hebat. Dia wanita hebat ya bang.

Tapi aku pun tak ingin menjadi dirinya. Aku tak ingin menjadi wanita seperti dia juga, yang mengikatmu begitu erat, jatuh dan bangun dipandang kasihan oleh orang di sekirarmu karena mencintai hingga mati padamu katanya. Tapi di keberlebihan itu, ia lah wanita yang pernah nya lagi dan lagi menaikan tensi diri, emosi berkecamuk dan melukai mu hingga membuatku harus menangis sendiri.

Semoga saja itu sudah tak terjadi. Semoga seperti katamu, dia sudah berubah. Dan kalau di depan langkah kalian bersama, ia sudah tak lagi menyesahkan dan mudah melukai mu.

Aku hanya ingin dan berdoa yang terbaik untuk kalian Abang.

Karena aku benci melihatmu susah sesah terluka dan menangis sendiri...

Lukamu masih memilukan ku.

Lagi. Ayah ibu membawa namamu.. entah mereka tak sadar atau apa, aku tak lagi repot mengklarifikasi ketiadaanmu lagi. Biar orang berpersepsi apa.

Satu doa dan harapan dua sahabat terbaikku Retno dan Penny, ialah agar ku suatu hari menemukan dia lelaki yang pantas di sampingku, bisa menjagaku, tak menyerah dan menyayangiku seperti intens rasa ku ketika mencintai sesuatu. Aku lebih dari orang lain, berhak dapat itu katanya.

Amien. Sayang. Suatu saat insyaallah ya

Tentang anak KKN yang mulai meneriaki kedekatanku dengan Anggit. Lalu di sekre mayapada yang lagi menyenggol ku dengan bahasan flirty dengan orson.

Aah.

Semalam aku sempat what's appan dengan orson. Random thing really.

Tak perlu meminta siapapun, dia sendiri yang memberi nomor HP nya.

Entah. Tiba-tiba terbersit untuk menaklukan orson. Melanjutkan permainan flirty kita silam. Ha-ha-ha..

Aku tak pernah begitu mengenalnya jadi tak tahu apa iya yang ku cari atau bukan. Tapi kalau bukan, lumayan lah buat temen saling cerocos .

Ha-ha-ha..

Tapi mbuh lah.
Tak ingin terburu-buru toh sedang tak ingin attach pada apapun.

Hey, im still 21. So young. Just life !

Dan mulai menulis skripsi!

Ha-ha-ha..

Sukses Fitri di 21 nya yaaa

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know