Move up!

22 Januari 2017.
Malam yang cukup dingin, hujan masih turun dan kabut tebal menyelimuti hari-hari di posko KKN ini.

Ini hari kelima di desa pagenteran kecamatan Pulosari Pemalang. Biar belom ada proker yang beres dan jalan, tapi aku punya temen-temen KK yang luar biasa ngaco dan asik. Gregetan dibikin tapi yaudahlah ya...

Awal Dateng ke posko beberapa hari badanku remuk dan kesehatan ku masih terganggu akibat capek sisa perjalanan Semarang Salatiga. Dan musingin gimana garapan mayapada di Cilacap.

Sekarang Alhamdulillah sudah lebih sehat. Soal Cilacap ? Belom beres. Tapi blom banyak yang bisa aku lakuin selain jalanin aja dulu. Apapun yang terjadi. Hadapi.

Put the Glasses down!

Quesera Sera.

Apapun yang bakal terjadi yaudah terjadi aja. Aku ga bisa mengatur nasib atau menghalau takdir. Yang ku bisa kontrol adalah bagaimana sikapku menghadapi semua itu. Nantinya.
So for now, keep calm fit!
Biarkan waktu berjalan, biarkan yang harus berjalan jalan. Dan kamu lakuin yang emang harus dilakuin detik ini dimana kamu berada. Di desa KKN!

Abang.
Abangku riario..

3bulan sajak kau memilih mundur melepas genggaman tanganku Abang. Sejak aku ditampar kenyataan, tak ada masa depan bersama bagi kita Abang. Dalam waktu dekat. Tak ada. Dan memang tak bisa. Menerima kenyataan sosok yang membuatku tertawa paling kencang, yang malah membuat air mataku paling bocor. Tapi pada akhirnya di dan dari sosok kamu lah aku banyak belajar Abang.

Lagi-lagi aku berbicara tentang kamu.
Lagi-lagi aku mengingat kamu di hidupku.
Lagi-lagi namamu tersebutkan..

Sekitar sebulanan sajak aku memutuskan membuat jarak jauh antara kau dan aku. Memutus semua jalur yang biasa ku gunakan untuk menghubungimu. Memaksa diriku sendiri untuk tak lagi mencari sosokmu atau sekedar mendengar suaramu.

Kadang tiba terselip ingin tuk kembali merajut tanya kabar. Rasa bersalah atas kechildishan hingga memilih blokir kontak jadi jalan. Tapi ego. Tapi ketakutanku akan kerentananku. Tapi janjiku untuk menghilang minimal 69hari atau lebih. Atau tak pernah muncul lagi, dan baru muncul saat aku sudah jadi orang. Orang yang akan buat kamu bangga pernah jadi bagian hidupku.

Mereka bilang aku belom move on. Aku belum melupakanmu.

Ah Abang. Abangku tersayang. Riario hapororo lelaki kesayanganku silam.

Ini bukan soal move on. Aku tak peduli itu.

Aku yang memilih untuk menolak lupa akanmu.

Kamu. Adalah part berharga dalam hidupku.
Sakit perih memang pernah, tapi itu bagian dari proses mencintai bukan?
Dan melupakan bukanlah option bagiku. Sakit perih itu adalah pembelajaran. Dan lebih banyak pembelajaran berharga lain yang ku peroleh dan dapat ku ilhami dari kamu dan waktu bersamamu . Maka melupakan dan menghapus mu dari kamus hidupku seperti fase populis orang biasa itu adalah kebijakan rasanya.

Apa ku masih terjebak di masa lalu?

Ah tak juga.

Aku hanya memilih ganti arah. Aku memilih menerima kenyataan dan pembelajaran ini, manis , pahit, asem asinnya ini. Memaafkan diri dan merelakan yang telah maupun yang tak sempat terjadi..

Melepasmu. Melepas kita.

Dan memulai hidup untuk diriku sendiri saja. Mencintai diri sendiri. Dan bersinar untuk orang lain.

Aku memilih move up.
Terbang ke atas. Fokus pada peningkatan dan pengembangan diri sendiri. Untuk jadi jauh lebih baik dan matang baik secara materiil, mental, sikap dan lainnya...

Aku sadar bukan wanita yang diinginkan banyak lelaki.

Tapi biarlah.

Aku hanya akan jadi diriku sendiri.

Lagian aku hidup bukan lagi melulu untuk menyenangkan orang lain.

Hidupku agar bisa menolong dan membawa manfaat bagi orang lain. Dan Alhamdulillah. Hari ini aku sudah menemukan semangat perjuangan ku kembali. Mimpi dan ambisi baru.

Sesuatu untuk diperjuangkan. Motivasi bangun dan merancang hari dan langkah. Alasan a ku harus jadi kuat dan hebat. Karena ada orang lain yang andai aku berusaha lebih keras bisa ku beri manfaat lebih.

Yap. Ini soal Cilacap.

Dengan segala problematika dan kenihilannya.

Tapi paling tidak aku punya alasan. Karena aku ingin berjuang . Berbuat sesuatu. Bukan karena untuk mendapat pengakuan. Tapi hanya karena ingin menolong yang membutuhkan.

Alhamdulillah aku kembali menemukan track ku lagi.

Dan memang. Dalam arah ini, kamu tidak ada dalam kamus perjalanan ku Abang. Kamu tak masuk hitungan. Kamu hanyalah kaca spion.

Atau cermin jalanan yang sesekali ku liat saat berhenti di persimpangan lampu merah jalan raya. Mungkin di satu atau dua titik kita akan saling bersinggungan jalan.
Tapi ya cuma sekedar itu.
Nyatanya. Kamu memang tak punya tempat dalam mimpi panjang ku. Seingin apapun aku akan kamu.

Setiap hari, menit bahkan detik aku kadang masih ingat kamu. Ah. Kamu begitu melekat Abang.

Tapi wajahmu mulai samar dalam ingatan.

Aku cuma membasuh ingatan akanmu lewat ilmu dan pembelajaran tentangmu. Tak lagi penting wujud dan aromamu yang kerap membius dan mengalihkan duniaku silam.

Pernah memilikimu. Pernah ada kamu dalam perjalanan hidupku. Aku bersyukur. Itu sudah cukup bagiku.

Kamu. Pembelajaran terhebatku. Dan kini aku belajar. Telah belajar banyak. Jadi orang yang baru. Baru belajar lagi juga. Ingin tau lebih juga. Terimakasih.

Namamu masih tersebut. Ide dan karya dan pemikiran mu ku sebar dimananya langkahku. Ingin dan rindu akan diskusi panjang bergelak tawa atau rengkuh nyaman itu masih nyata.

Tapi membertemui. Melanjutkan kontak dengannya. Hari ini belum bisa kulakukan. Aku takut rindu. Aku khawatir pertahanan diri lumpuh. Aku takut mata dan hati pedih. Dan tak kuasa.

Aku takut ingin kembali.

Padahal itu tidak baik. Nyatanya aku belum siap. Aku belum siap dan baik untukmu, sama seperti kamu yang belum cukup baik untuk bersamaku.

Dan entah adakah kita akan pernah siap.

Tapi kembali memang tak baik. Untukmu atau untukku. Sebesar apapun aku pernah rindu.

Kita memang lebih baik masing-masing menata hidup dahulu. Kita single fighter. Saling ada malah membuat fokus terbagi. Dan yang terjadi kembali tak akan kemana-mana. Dan kita tak akan berkembang.

Padahal aku masih muda. Dan belom waktunya merasa cukup dan berhenti.

Padahal kita akan bisa lebih baik hidupnya.

Dan itulah

Hidup bukan cuma soal mencari pasangan asmara.

Dan cinta memang tak sesempit harus diikat dalam pacaran.

Aku ingin kamu baik dimananya kamu berada. Apapun yang kamu lakukan untuk menata hidupmu lebih baik. Bersama siapapun kamu.
Aku ingin yang terbaik . Tawa dan senyum terbaikmu. Kebaikan dan ide positifnya kamu. Karena aku cinta kamu. Aku hanya ingin kamu bahagia dengan dirimu sendiri. Dengan hidupmu.

Dan dalam delusi naifku..

Aku masih ingin percaya kamu pun mencintaiku.
Kamu melepaskanku agar tak buat ku makin terluka karena ke brengsek an kamu. Lelaki baikku yang mendadak menjadi brengsek. Ah.

Mari tidak berprasangka buruk.
Kamu sudah berlalu. Walau sayang itu mungkin masih tersimpan rapih di ingatan.
Terimakasih untuk banyak hal yang sudah.

Aku melangkah.
Sampai jumpa di hari yang kelak

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know