Setelah hujan reda

Aku seolah sedang menepi
Ada bagian dari diri yang berteduh di bawah rinai pohon
Menunggu kamu datang..

Siang bertemu terik berhujam panas,
Malam angin menelisik menyandera sela belulangku yang lemah...

Tapi ia tak juga datang

Aku mulai bertanya-tanya akankah ia datang ?

Hari demi hari. Musim terus berganti..
Tak jua angin membawa kabar kedatangannya..

Ia hanya menemani, mengangini diri. Membawa sepi bersamanya..

Mataku mulai sembab
Pandanganku layu ke bumi..
Hatiku di kikis keraguan akan pernahnya ia akan menyusul kepergian ku..

Tapi aku si keras kepala
Aku masih tak ingin menyerah.

Kamu pernah memilihku. Memilikiku.
Maka biar aku yang memilihmu sampai akhir..

Walau langit pun tak tahu kapan akhir itu, dimana ujung muaranya..

Aroma tanah mulai tercium.
Awan mendung di udara. Pertanda akan segera datang hujan.
Angin kian kencang.

Kamu tak pernah suka kebasahan karena hujan.

Maka kuharap kamu segera datang sebelum rintik hujan pertama turun..

Tapi kamu tetap tak nampak.

Bersama gemuruh di udara.
Dan deras butiran hujan menapaki bumi..
Kamu masih tak ada.

Dan aku tahu. Kamu tak akan datang lagi.
Aku tersesak
Dadaku berat.
Mataku payau.
Kakiku tak kuasa menopang badan..

Dan bersama dengan jutaan butiran hujan ke bumi.
Bersama itu tangisku pecah.
Menandai air mataku yang tak lagi kuasa..

Menyadari kamu yang memang tak pernah ada ingin datang padaku.

Langit seolah menangis bersama ku hari itu.
Bersama kepergianmu

Kepergian?

Bukan.

Kamu bahkan tak pernah melangkah kaki tuk pergi kemanapun. Kamu malah hanya tinggal di satu tempat untuk waktu yang sangat panjang. Menghabiskan sisa hidupmu.

Dan ketika rintik terakhir hujan lirih ke bumi

Aku tahu kau tak akan beranjak ke arahku. Dan adalah ke sia-siaan tuk hanya diam dan menghabiskan sisa hidup menunggumu.

Maka hujan ini aku tutup kisahku.
Basuh air mataku.

Dan selayaknya pelangi yang hadir setelah hujan deras reda.

Maka jalan ini bukan berkisah tentang kesedihan dan kemelaratan saja.

Aku akan berkisah tentang kebangkitan. Harapan. Untuk hidup dan terus melaju.

Bersama matahari yang mulai terang lagi.
Harapan dan mimpiku terus tinggi.

Aku melangkahkan kaki lagi. Dengan langkah yang lebih pasti. Dengan harapan yang baru.

Aku.
Melanjutkan.
hidupku.
Setelah.
Hujan.
Reda.

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know