Strive to become better
“When we love, we always strive to become better than we are. When we strive to become better than we are, everything around us becomes better too.” - Paulo Coelho, The Alchemist.
And he is right. When we love, there is like we get a boost, a great energy; foreign force who encourage us to become better than we are, be more advance than we already had. I don't know if that is the euphoria or what.. but it simply make the long awaiting, suffering become more bearable.. it gave us confident that we could do anything, conquer anything.
Love in this case not always about consummate love.. it simply universal love. I love my life; I love My brother; I love Poetry and art and nature and adventure.. and it simply nice feeling. it give us courage and confident to advance and enhace ourselves. To be something more.. You wanna make that force who you loves be proud of you, so you never give up. You are happy with what you do, even though sometime the way is hard.
Mungkin kamu bosan mendengarnya, Tapi entah apa ini perasaan yang asing bagiku. berbagai teori di buku dan majalah perempuan yang kubaca sering berkata bahwa jatuh cinta itu seperti ada "butterfly in your stomach effect's", akan ada getaran dan degup yang berbeda, dan etcetera etcetera lainnya..
ya di kisah lalu bersama yang lalu aku pernah satu atau dua kali merasa efek itu. Tapi denganmu lelaki ku.. entahlah. ini bukan Rush effect, Euphoria, or else.. ini bukan rasa gegap gempita yang membutakanku dengan hinar binar sensasi semaraknya. bukan.
ini asing. aku tak pernah hitung degap jantung. tapi aku tahu itu tidak sedeg-degan saat aku harus naik panggung, tampil ke depan banyak orang, berorasi atau mimpin jalannya acara. bukan kegilaan dan keriaan seperti itu.
Jatuh Cinta itu biasa saja.
dan ERK benar. biasa saja. Ya aku bahagia tapi bukan level semarak foya..
sederhana saja kan awal kita. tak begitu banyak perubahan significant dalam berinteraksi sebelum maupun setelah kita bersama.
Rush effect biasanya membuatku menjadi gugup dan canggung berat, pemalu, jaim, dsb.
tapi yang terjadi, yang kamu hadirkan perasaan yang asing sekali baru kali ini aku mengecapnya. Content.
It Bliss.. perasaan tenang, damai, kalem, percaya, nyaman, dan kebutuhan manusia lain dalam aspek psikologis.
ada sesuatu yang belum ku telaah apa gerangan.. sosokmu, kehadiranmu, auramu, suara dan aroma tubuhmu mampu membuatku nyaman dan rileks, tenang, meredakan nafsuku untuk bergegas lari.. kamu seakan membisikkan padaku bahwa padamulah aku bisa pulang. tak perlu buru-buru, terbanglah sebebas mockingbird, tapi setelah berpuas mengudara ke belahan langit manapun, pulanglah! di dirimu aku bisa menemukan kehangatan tangan persahabatan dan rumah yang bersambut. aku bisa istirahat dalam damai. Pulang ke rumah.
orang bilang mencintai apa adanya..
tapi bagiku hal itu bukanlah alasan atau tameng agar kita tetap tunduk dan tak berubah, menjadi stagnan. tidak. bukankah di usia yang bukan anak remaja sekolah ini, jalinan cinta bukan lagi hanya bercuap tentang Romansa yang indah,, yang kita sama-sama cari ialah kenyamanan, penerimaan utuh atas kekurangan diri dan support yang tak putus untuk memecut dan menantang kita untuk maju, dan menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik lagi setiap harinya.
How could we be so different and so much alike at the same time?
persahabatan kita dipertemukan dan menjadi panjang cerita disaat kita menemukan banyak hal yang secara prinsipal mirip dan sama. kita dua manusia altruistik dan humanis yang ingin hidup sederhana tapi tenang dan menyenangkan bersama orang sekitar kita. Tapi di sisi lain, banyak hal yang jauh bereberangan. cara kita menghadapi masalah, berlaku ke orang, menjalani kehidupan, cara berkomunikasi dan berekspresi.. kita sama-sama dua kepala yang keras dengan karakter dan keinginan masing-masing.
kamu yang selalu positif, namun di sisi lain tetap skeptis, luwes dan lugas terbuka pada dunia. sedang aku si introvert pemalu dan penakut yang membentengi diri dengan face dan postur yang disangkakan orang sebagai kuat dan tangguh. kamu pun salah menduga tentangku kan.. aku sepenyayang cewek dan selogis cowok. kadang perbedaan sikap dan sifat ini yang menyinggungkan ketidaknyamanan bagi kita. kamu yang baik dan memandang semua orang baik teman, keluarga, pacar bahkan mantan di proporsi yang sama. sedang aku yang kerap insecure butuh reassurance bahwa ini bukan sekedar game bagimu, aku yang protektif terhadap orang-orang terdekatku malah terlanjur percaya, bergantung dan menaruh harap berlebih padamu akan sebuah roman yang stable, exciting, fun dan eksklusif. eksklusivitas karna bagiku jalinan kasih itu komponennya terdiri dari dua orang saja yang saat sudah cukup matang melibatkan komponen lain seperti keluarga, teman terdekat, masyarakat. inilah mungkin sumbu cemburuku.
kehadirannya seringkali membuatku bertanya apa aku saja tak bisa cukup bagimu? sometime aku meragu dan tak tau lagi apa gunaku untukmu, kalau sebenarnya dia sudah punya karakteristik perempuan kebanyakan yang dicari banyak pria, dia yang menganggap serius dan menata matang hidupnya, mungkin partner diskusi yang lebih nyambung daripada aku yang bukan pembaca ini. lalu apa gunaku? aku tak tau dimana peran yang kamu perbolehkan aku ambil di hidupmu.
sempat ku menangis di pundak jojoo sahabatku.. menepikan kegundahan besarku. kehadiran konstannya di hidupmu menamparku balik ke kenyataan bahwa ya, aku bodoh bila terlalu berharap bisa jadi orang terpenting bagimu. Toh seumur hidup aku cuma side-kick, second choice, aku tak pernah tahu rasanya dijadikan orang terpenting dan prioritas bagi orang lain sampai aku terlambat. sekalinya ada, itu membuatku crowded dan muak, aku tak kuasa, aku tak biasa, aku terlalu takut berkomitmen, dan aku sendiri yang memilih pergi menjauh. salahku yang terlalu cepat menjadikanmu masuk dalam priority list ku kah? lalu aku malah yang balik menuntut perlakuan sama darimu.
i just enjoy what i have while i still have it
entah ini yang disebut cinta atau bukan entahlah. tapi terimakasih karena mu aku merasa lebih kuat dan tak takut melangkah lagi, banyak hal yang masih perlu kuperbaiki sebagai manusia, belajar memantaskan diri sebagai calon perempuan mu.
jalinan kita pun tak semulus yang kita kira sebelumnya, ada-ada saja yang terjadi, masih tinggi ego dan banyak perbedaan yang harus terus sama-sama kita kompromikan bila kita ingin terus maju dan melangkah bertransformasi menjadi lebih baik baik sebagai individu maupun sebagai pasangan.
quesera sera sayang.. perubahan itu adalah pasti.
kedepan bisa saja kita semakin sering bertengkar, mulai jenuh dan bosan, capek dan lelah memahami jalan pikiran satu sama lain. perasaan ingin menyerah dan berhenti saja. semua itu mudah saja terjadi. nothing to loose, cause we had everything and dont really own anything.
Tapi mari jangan gegabah. ingat lagi tujuan kita, lihat lagi pendorong kita bisa sampai sini, rasakan lagi erat jemariku dan binar mata kita saat bertemu, ada aku yang menantimu pulang. dan ada kamu yang mengajakku kembali ke rumah. ga ada yang gampang dalam hidup memang..
“The secret of life, though, is to fall seven times and to get up eight times.”
kalau pun kita bakal jatuh bangun, inget aja ya begini hidup, jatuh 7 kali berarti harus bangun lagi 8 kali lebih cadas dan tangguh dan hebat dari sebelumnya.
intinya ya jangan pernah berhenti berkembang dan berubah menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin.
Comments
Post a Comment