Ah you really aaaarh

Kamis, 25 Agustus 2016

I hate you...
But damn it, im also missing you.
And deep down know that it couldn't be..
I just too damn much still care and love you.

Aaargh you are. Really..

Too angry, too mad, too dissapointed to say anything. There is not enough word who could help me explain it better.. and with you, always asking for a logic behind explanation, it just aaargh..

You gotta make me crazy!
Damn i hate you babe..

Njiiir..
Sekian tahun hidup baru ini gue berasa emosional parah. Mendadak kaya bocah remaja yang kesemsem dan baru pacaran. Apa sih yang sebenernya lu lakuin ke gue beb?!

You make me so damn vulnerable..

Sisi diriku yang selalu ku tutup dan selimuti selama ini.

Lu sering bilang jangan kaya anak SMA! Lah gue anak SMK beb. Gue ga paham dunia SMA kaya apa selain dari observasi luar dan cerita-cerita ftv. Gue gatau kegilaan girangnya Foya-foya remaja. Waktu sekolah gue di mindset buat jadi orang yang berkompetensi dan punya skill akan sesuatu setelah kelar dari tembok sekolah, dididik kompetitif buat sukses di hidup, tangguh. Gue terlalu sibuk belajar dan pernah depresi dan nyembuhin diri keluar dari depresi untuk tahu kemanjaan dan keriaan masa remaja.
Jadi jujur aja gue ga paham maksud Lo apa..

Dan perjalanan ini.

Gue terlalu enggan bercerita banyak ke elo.
Mungkin nanti Lo juga tau sendiri gue dimana.

Gue bahkan berharap ga akan ketemu atau sempat bicara Ama Lo untuk beberapa hari belakangan dan kedepan.

Agak muak beb kadang dengan cara Lo yang seringkali bikin gue rendah, tampak di mata gue ya Lo ga ngehargai gue sama sekali ay. Dan gue capek.

Too many critism. Too many restriction.

Awalnya gue sangkakan positif. Tapi lama kelamaan, untuk alasan yang ga masuk akal di kamus gue dan kurang ajar versi gue Ampe gue kadang ga tau lagi apa yang sebenarnya boleh dan ga boleh gue lakuin terhadap Lo. Gue gatau lagi siapa gue di samping lo. Di mata Lo.

Krisis identitas sempet sih, karna tadinya gue sempet mikir dalam suatu ikatan, ya disitu ada komitmen yang dijaga beserta embel-embel entitas yang menyertai gue dan elo. Tapi rasanya jelas gue salah total.

Meminta sesuatu saja darimu rasanya mustahil dan bikin frustasi.

Ya aku tak tahu apa yang kupikir akan ku dapatkan dalam perjalanan ini bersamamu. Aku bocah nekat aja gatau apa-apa sebenernya sok-sokan mau sesuatu yang serius bersama lelaki yang bahkan tak begitu lama dikenal. I dont know what to expect and what to do anymore.

Waktu yang berkualitas adalah sesuatu yang mahal banget rasanya dari kamu, dan aku masih terlalu miskin untuk membelinya.

Aku sadar ini bukan cuma tentang mencari senang.
Alas. Jangankan mencari senang, kamu tak pernah ada sayang. Sekalinya tubuhmu ada, nyawa dan pikiranmu entah dimana, terlalu lelah dan enggan untuk hal seru apa.

Jadi kalo diawal entah kamu atau aku yang mengajak orientasi serius. Aku sungguh skeptis Iyah. Semua itu tidak jelas mau apa mau kemana. Dan membuatku terus lagi dan lagi ya berfikir ulang menimbang..

Karena aku tak yakin kita bahkan sedang dalam perjalanan menuju suatu tujuan.

Karna bilakah di detik-detik ini kamu mengajakku serius lagi..
Menanyakan hal yg dulu pernah kau tanya dalam canda "emang gue ga bikin Lo bahagia ya?"
Mungkin gue sedang bisa dengan amarah dan sesak dan mata nanar berkaca menjawab "Tidak!" Aku tidak bahagia sayang..

Kamu bahkan membuatku serasa unwanted and unwelcome visitor in your life. Who dont know what actually i am doing there, whem you closed and locked door slammed at my face..

Kaya begini mau diajak selamanya. Aku ragu parah ay. Aku menginginkan nya mungkin iya, tapi aku tak lagi yakin aku kuat selamanya kamu ga hargain juga.

Kamu sukses buat aku berdiri di kakiku dan percaya aku perempuan kuat, tangguh dan spesial. Dan aku berhak juga untuk bahagia sayang, dihargai, dilindungi saat lemah. Aku terlalu berharga untuk jadi sia-sia.

Aku fikir kamu lelakiku yang kuat sayang. Aku lelah dengan lelaki lemah iya..

Tapi aku mulai sangat ragu sayang. Apa kau benar sekuat itu? Mampukah kau menopang dan melindungiku dan entah makhluk-makhluk special yang bilakah hadir jika kau benar ada di masa depan bersamaku?

Sanggupkah kau lelakiku sayang?

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know