Lightheaded

I feel lightheaded..

Sudah kucoba menarik nafas panjang sambil memejamkan mata.

Angin malam menelisik menyusup membawa udara dingin di tubuh yang dilewatinya.. begitu dingin sayang. Tapi aku tidak kedinginan. Padahal hanya berbalut kaos rajut tipis kesayanganku. Belum mungkin.

Kalau kamu disini, tahu aku berpakaian seperti ini mungkin kamu akan ngomel bawel bahwa ini malam dingin, aku bisa semakin sakit nanti..

ah tapi kan kamu tak disini. Entah berada dimana bersamanya.. aku mulai biasa. Mencoba membiasakan diri, biar terbiasa. Terbiasa tanpa dan tak perlu bergantung pada hadirmu.

Kamu tahu apa yang kulihat saat ku memejamkan mata sayang?

Aku merasa tubuhku, jiwaku terbang.. berbaring dibawa angin malam. Mereka memboyongku terus keatas langit sana.. aku bertanya-tanya akankah ini benar aku bisa mengangkasa.

Tapi sakitnya lebih nyeri sayang.
Ngilu cekitcekit.. ditambah sembilu padu padan.

Rasa terbakar ini menyadarkan ku bahwa aku tak boleh tak bisa terbang ke angkasa. Tidak malam ini. Tidak berikutnya. Ia jahat sayang, mengembalikan ku pada kenyataan yang menyebalkan dan menyesahkan ini.

Ada luka tak tampak disana sayang. Tahukah kamu?
Sembilan pilu yang meradang dan terkena infeksi parah. Lubang yang menganga dan belum sempat kering malah ditambah lagi.

Seluruh rusuk di tubuhku merasa kilu ini sayang.

Memar begitu hebat yang tak kasat mata.

Tapi aku sendirian disini.
Aku tak punya siapa-siapa sayang.
Tidak kemarin, tidak besok, ataupun hari ini. Aku sendiri kerdil ditengah jagat kosmos luar biasa. Dan aku mulai menggigil sayang.

Kalau kamu disini pasti kamu akan menyuruhku rebahan saja. Kembali ke sekre dan tidur.

Tapi kan kamu tak disini, kamunya ga bisa bawel.

Aku enggan sayang.

Aku sedang tak baik-baik saja.

Sekre tempat satu-satunya kamu mau habiskan bersamaku. Aku jadi terbiasa dengan hadirmu disana.
Dan malam ini. Di Sabtu malam, satu-satunya malam kamu free kerja yang berkali sebelumnya ku sering merengek waktumu. Kini tak lagi. Aku sudah lelah meminta sayang. Tahu diri aja aku mah, you dont have time to spare me anytime i want. Dia lebih membutuhkan mu mungkin. Kamu lebih terbiasa menghabiskan waktu, fikir dan emosimu untuk nya mungkin.

Jadi kembali ke sekre saat tau kamu diantah berantah, itu hanya akan menambah sembilu ku saja sayang. Akan menyadarkan ku dengan cepat betapa kesepiannya ruang itu. Tak ada kamu.

Aku sedang entah sayang..

Mataku berkaca-kaca sayang. Aku tak kuasa.

Dadaku terbakar dahsyat sayang.

Aku lelah.

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know