lelakiku, maaf, aku begini adanya
Hai lelaki ku..
Maaf kalau semakin lama kau bersamaku, semakin dalam kau mengenalku, semakin tampak pula ketidaksempurnaanku sebagai perempuan, sebagai manusia. maafkan bila ternyata kamu pun menyadari aku tak sesuai ekspektasi mu di awal perkenalan kita yang singkat.
"Anehnya, aku justru jatuh cinta dengan dan karena ketidaksempurnaanmu fit..."
Hah.. aku tersenyum sinis skeptis saat mendengar gurauan naif-mu kala itu sayang.. nyatanya kita belum begitu lama saling mendalami karakter, bagaimana bisa kamu semudah itu berkata tentang ikhlas akan penerimaan saat belum semua sisi diriku kau jumpai..??
aku hanya ingin tertawa remeh saat itu. bukan karena meremahkanmu.. tapi lebih pada ketidakmampuanku menemukan jawaban dari tanda tanyaku sendiri.. makhluk macam apa kamu ini yang bisa sebegitu uniknya di mataku. How could we be so alike, yet be different at the same time..
aku tak habis fikir bisa bertemu lelaki macam kamu ditengah masyarakat konservatif timur ala-ala indonesia ini. lelaki pertama yang pernah ku beritahu secara jujur akan 'ketidaksucianku' yang sebelumnya selalu ku anggap cacat diri yang tabu, sebuah aib pencoreng malu yang harus ditutup rapat, hal yang membuatku merasa rendah, buatku sempat takut untuk membayangkan bagaimana bisa berjalan ke masa depan dengan cacat diri ini.. bertemu pasangan yang notabene berfikiran sebagaimana masyarakat indonesia kebanyakan. aku sangat malu. takut.
dan respon entengmu.. penerimaan santaimu, sungguh mengejutkanku sayang. aku bertanya-tanya sendiri, "makhluk apa kamu ini?"
kamu dengan logika berfikirmu, rasionalisasimu yang lugas akhirnya membimbing langkahku bahwa aku tak sehancur itu. aku baik-baik saja. duniaku tak banyak yang berubah.
"virgin atau tidak, ta begitu banyak perbedaan yang kasat mata. kamu tetap wanita yang sama seperti wanita lainnya kan? mandiri, tangguh, pede, membawa diri, tampil ya sebagaimana kamu. tak ada beda dengan yang lain."..
Kamu berhasil buatku melihat dunia dengan wajah tegap menantang lagi. Ya, aku pernah muda dan bodoh, tapi itu bukan alasan untuk tenggelam dan terpuruk seterusnya dalam penyesalan tanpa ujung. kamu menyadarkanku aku lebih berharga dari itu. ada hal lain yang bersinar. binarku tak hanya bercuap tentang keperawananku. aku merasa berharga. dihargai sebagai manusia. sanggup berdiri tegap menantang lagi sebagai perempuan utuh versiku sendiri.
Tapi hari ini, bukan lagi sehari -dua hari kamu mengenalku sayang. jauh lebih dari itu kamu bertemu alasan dan background hidup yang membuatku seperti sekarang ini. aku jatuh-bangun keluar dari sekte stereotype dan labelling dari keluarga dan masyarakat. Im struggling with my own demons. sampai hari ini, aku merasa cacat sosial. aku tak tahu harus bersikap apa dan bagaimana menghadapi manusia dalam dunia nyata. yang ku lakukan? aku hanya observasi lalu mencontoh apa yang mereka lakukan.. imitasi.
aku yang seringkali melihat diriku pribadi yang simpel tapi kompleks. aku hanya ingin hidup simpel, bahagia dan tenang. hidup bebas tanpa judging dan labelling yang menjatuhkan mentalku lagi. mencintai hidup dan pekerjaanku. melakukan perjalanan ke tempat-tempat di dunia. belajar sepanjang hidup. belajar dan berbagi kebaikan. menjadi bermanfaat.
mungkin pula bila suatu hari ada yang berhasil menyembuhkan trauma dan kecemburuanku akan keluarga utuh dan harmonis, ketakutan berlebihan akan kata pernikahan, anak.. mungkin suatu saat aku juga ingin membangun dan memiliki keluarga kecil versi ku sendiri. Rumah sederhana dan minimalis, dua lantai. dikelilingi hijau taman dan tumbuhan di kebun kecil milik sendiri. menghirup udara segar. melihat keluar ada gazebo kecil dan kolam sederhana tempat suamiku mengajarkan anak kecilku bagaimana menjadi perenang sejak dini. di sudut lain aku yang masih tertatih memasak makan siang untuk hari itu, mungkin kamu atau siapa nanti calon bapak anak-anakku sedang anteng membawa malaikat kecilku ke luasnya cakrawala dunia lewat buku-buku di perpustakaan mini milik sendiri.
ah tapi aku terlalu takut bermimpi. aku kecil ditengah semesta raya ini. biar bayangan itu hanya hidup di kepalaku saja.
realistis aja. lelaki di masyarakat indonesia akan lebih cepat menjudge dan mencela kecacatan dan ketidakfeminimanku sebagai perempuan. makanya boro-boro mikir berkeluarga. nyari pasangan ajah aku skeptis kok.
yah beginilah aku. hidup bersamaku bisa jadi membosankan, bisa jadi melelahkan, bisa jadi selalu penuh warna.. tergantung dari kacamata apa dan angle mana kamu melihatnya.
aku yang random. yang berlaku seenak jidatnya dewek. agak sering liar dan bandel, selalu mencoba-coba dan mengetes batas. absurd. kadang aneh. kadang gaje. kadang gabut. kadang misterius. tukang ngilang. I love to be Unpredictable.
aku ya aku. begini dan begitulah aku. di depanmu aku selalu berupaya tampil dan jujur apa adanya, ya ini.. dengan segala keanehan dan kekurangannya dan ketomboyan, petakilannya.
sekali lagi tak banyak yang bisa ku tawarkan untukmu lelakiku tersayang, selain hangatnya tangan persahabatan yang menyambutmu terbuka untuk selalu pulang dan bersandar kapanpun kamu gusar, lelah atau sekedar ingin leha-leha disela harimu. kamu tahu aku ada.
aku tetap berusaha menghidupi duniaku yang terpisah denganmu. kala kamu tak mau ambil bagian disana, aku akan tetap hidup dengan caraku. kepalaku yang penuh fantasi dan ide liar, kaki dan tangan yang tak bisa berhenti bergerak, binar dan senyum yang sedang berusaha aku tebarkan ke dunia sekitarku juga. aku baik-baik saja. aku berusaha baik saja.
maaf aku belakangan terlampau baper dan mudah terbakar cemburuku, aku sensitif sayang. dan segala tekanan belakangan yang membuatku lelah dan pesakitan ini tak membantu. kamu dan kerahasiaan dan fokus akannya yang intens itu pun tak banyak membantu meredakan piluku kemarin. aku hanya lelah sayang. aku sedang lelah dan lemah. dan aku pun lelah terhianati dan disakiti oleh orang yang paling ku percaya, tempatku nyaman pulang. aku hanya sedang limbung.
Quesera sera..
bila setelah tahun ini berakhir dan kamu masih disampingku, mungkin aku takkan langsung menolak bila lain kali kamu berbicara pernikahan lagi (mungkin doang loh ya).. kalau nggak ya, shit happen everywhere. setidaknya aku bersyukur pernah dipertemukan tuhan dengan lelaki macam kamu. membuka mata dan membangunkanku, aku belajar banyak dari perjalanan ini sayang. terimakasih.
Hey kamu, lelakiku yang jam-jam segini masih asyik kerja nyari duit buat nafkah pribadi. semoga kamu selalu sehat, dikuatkan, dijagain sama tuhan yang penyayang yah. teruslah menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya lelakiku. keluarlah.. hiduplah. bahagialah.. hidup terlalu singkat untuk kita sia-siakan dengan diam dan menghabiskan diri leyeh-leyeh di kasur saja.
selamat malam kamu pororo-nya aku..
daaa.. aku ngantuk. tidur dul
Maaf kalau semakin lama kau bersamaku, semakin dalam kau mengenalku, semakin tampak pula ketidaksempurnaanku sebagai perempuan, sebagai manusia. maafkan bila ternyata kamu pun menyadari aku tak sesuai ekspektasi mu di awal perkenalan kita yang singkat.
"Anehnya, aku justru jatuh cinta dengan dan karena ketidaksempurnaanmu fit..."
Hah.. aku tersenyum sinis skeptis saat mendengar gurauan naif-mu kala itu sayang.. nyatanya kita belum begitu lama saling mendalami karakter, bagaimana bisa kamu semudah itu berkata tentang ikhlas akan penerimaan saat belum semua sisi diriku kau jumpai..??
aku hanya ingin tertawa remeh saat itu. bukan karena meremahkanmu.. tapi lebih pada ketidakmampuanku menemukan jawaban dari tanda tanyaku sendiri.. makhluk macam apa kamu ini yang bisa sebegitu uniknya di mataku. How could we be so alike, yet be different at the same time..
aku tak habis fikir bisa bertemu lelaki macam kamu ditengah masyarakat konservatif timur ala-ala indonesia ini. lelaki pertama yang pernah ku beritahu secara jujur akan 'ketidaksucianku' yang sebelumnya selalu ku anggap cacat diri yang tabu, sebuah aib pencoreng malu yang harus ditutup rapat, hal yang membuatku merasa rendah, buatku sempat takut untuk membayangkan bagaimana bisa berjalan ke masa depan dengan cacat diri ini.. bertemu pasangan yang notabene berfikiran sebagaimana masyarakat indonesia kebanyakan. aku sangat malu. takut.
dan respon entengmu.. penerimaan santaimu, sungguh mengejutkanku sayang. aku bertanya-tanya sendiri, "makhluk apa kamu ini?"
kamu dengan logika berfikirmu, rasionalisasimu yang lugas akhirnya membimbing langkahku bahwa aku tak sehancur itu. aku baik-baik saja. duniaku tak banyak yang berubah.
"virgin atau tidak, ta begitu banyak perbedaan yang kasat mata. kamu tetap wanita yang sama seperti wanita lainnya kan? mandiri, tangguh, pede, membawa diri, tampil ya sebagaimana kamu. tak ada beda dengan yang lain."..
Kamu berhasil buatku melihat dunia dengan wajah tegap menantang lagi. Ya, aku pernah muda dan bodoh, tapi itu bukan alasan untuk tenggelam dan terpuruk seterusnya dalam penyesalan tanpa ujung. kamu menyadarkanku aku lebih berharga dari itu. ada hal lain yang bersinar. binarku tak hanya bercuap tentang keperawananku. aku merasa berharga. dihargai sebagai manusia. sanggup berdiri tegap menantang lagi sebagai perempuan utuh versiku sendiri.
Tapi hari ini, bukan lagi sehari -dua hari kamu mengenalku sayang. jauh lebih dari itu kamu bertemu alasan dan background hidup yang membuatku seperti sekarang ini. aku jatuh-bangun keluar dari sekte stereotype dan labelling dari keluarga dan masyarakat. Im struggling with my own demons. sampai hari ini, aku merasa cacat sosial. aku tak tahu harus bersikap apa dan bagaimana menghadapi manusia dalam dunia nyata. yang ku lakukan? aku hanya observasi lalu mencontoh apa yang mereka lakukan.. imitasi.
aku yang seringkali melihat diriku pribadi yang simpel tapi kompleks. aku hanya ingin hidup simpel, bahagia dan tenang. hidup bebas tanpa judging dan labelling yang menjatuhkan mentalku lagi. mencintai hidup dan pekerjaanku. melakukan perjalanan ke tempat-tempat di dunia. belajar sepanjang hidup. belajar dan berbagi kebaikan. menjadi bermanfaat.
mungkin pula bila suatu hari ada yang berhasil menyembuhkan trauma dan kecemburuanku akan keluarga utuh dan harmonis, ketakutan berlebihan akan kata pernikahan, anak.. mungkin suatu saat aku juga ingin membangun dan memiliki keluarga kecil versi ku sendiri. Rumah sederhana dan minimalis, dua lantai. dikelilingi hijau taman dan tumbuhan di kebun kecil milik sendiri. menghirup udara segar. melihat keluar ada gazebo kecil dan kolam sederhana tempat suamiku mengajarkan anak kecilku bagaimana menjadi perenang sejak dini. di sudut lain aku yang masih tertatih memasak makan siang untuk hari itu, mungkin kamu atau siapa nanti calon bapak anak-anakku sedang anteng membawa malaikat kecilku ke luasnya cakrawala dunia lewat buku-buku di perpustakaan mini milik sendiri.
ah tapi aku terlalu takut bermimpi. aku kecil ditengah semesta raya ini. biar bayangan itu hanya hidup di kepalaku saja.
realistis aja. lelaki di masyarakat indonesia akan lebih cepat menjudge dan mencela kecacatan dan ketidakfeminimanku sebagai perempuan. makanya boro-boro mikir berkeluarga. nyari pasangan ajah aku skeptis kok.
yah beginilah aku. hidup bersamaku bisa jadi membosankan, bisa jadi melelahkan, bisa jadi selalu penuh warna.. tergantung dari kacamata apa dan angle mana kamu melihatnya.
aku yang random. yang berlaku seenak jidatnya dewek. agak sering liar dan bandel, selalu mencoba-coba dan mengetes batas. absurd. kadang aneh. kadang gaje. kadang gabut. kadang misterius. tukang ngilang. I love to be Unpredictable.
aku ya aku. begini dan begitulah aku. di depanmu aku selalu berupaya tampil dan jujur apa adanya, ya ini.. dengan segala keanehan dan kekurangannya dan ketomboyan, petakilannya.
sekali lagi tak banyak yang bisa ku tawarkan untukmu lelakiku tersayang, selain hangatnya tangan persahabatan yang menyambutmu terbuka untuk selalu pulang dan bersandar kapanpun kamu gusar, lelah atau sekedar ingin leha-leha disela harimu. kamu tahu aku ada.
aku tetap berusaha menghidupi duniaku yang terpisah denganmu. kala kamu tak mau ambil bagian disana, aku akan tetap hidup dengan caraku. kepalaku yang penuh fantasi dan ide liar, kaki dan tangan yang tak bisa berhenti bergerak, binar dan senyum yang sedang berusaha aku tebarkan ke dunia sekitarku juga. aku baik-baik saja. aku berusaha baik saja.
maaf aku belakangan terlampau baper dan mudah terbakar cemburuku, aku sensitif sayang. dan segala tekanan belakangan yang membuatku lelah dan pesakitan ini tak membantu. kamu dan kerahasiaan dan fokus akannya yang intens itu pun tak banyak membantu meredakan piluku kemarin. aku hanya lelah sayang. aku sedang lelah dan lemah. dan aku pun lelah terhianati dan disakiti oleh orang yang paling ku percaya, tempatku nyaman pulang. aku hanya sedang limbung.
Quesera sera..
bila setelah tahun ini berakhir dan kamu masih disampingku, mungkin aku takkan langsung menolak bila lain kali kamu berbicara pernikahan lagi (mungkin doang loh ya).. kalau nggak ya, shit happen everywhere. setidaknya aku bersyukur pernah dipertemukan tuhan dengan lelaki macam kamu. membuka mata dan membangunkanku, aku belajar banyak dari perjalanan ini sayang. terimakasih.
Hey kamu, lelakiku yang jam-jam segini masih asyik kerja nyari duit buat nafkah pribadi. semoga kamu selalu sehat, dikuatkan, dijagain sama tuhan yang penyayang yah. teruslah menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya lelakiku. keluarlah.. hiduplah. bahagialah.. hidup terlalu singkat untuk kita sia-siakan dengan diam dan menghabiskan diri leyeh-leyeh di kasur saja.
selamat malam kamu pororo-nya aku..
daaa.. aku ngantuk. tidur dul
Comments
Post a Comment