What a nice way to start the day

What a nice way to start the day..

Terimakasih sayaang untuk pagi ini dan hari kemarin, dan kemarin dan kemarennya lagi..

Aku sedang berada di era kelabu ku, kebangkitan lagi trauma dan kesakitan masa lalu yang membayangiku, kegoyahan dan ketidakpastian yang mendera akan masa kini dan depan dari hidupku. Aku sedang ikut goyah. Aku linglung kebingungan kemana harus melangkah. Aku merasa kecil di tengah semesta jagat raya yang luas ini.

Tapi kamu tak pernah benar-benar pergi. Aku tak pernah benar-benar sendirian lagih. Bahkan ketika raga kita terpisahkan jarak dan waktu yang panjang, kamu tetap selalu ada. Kamu terus bersamaku. Kau masih tetap menemaniku. Lewat doa yang kau titip pada Tuhan, lewat semangat dan kekuatan yang kau transfer lewat bintang-bintang malam, lewat sendayu angin, lewat cerik sang Surya. Aku tahu kamu ada. I can feel it in my soul.. kamu hidup dalam jiwaku sayang. How can i forget that you always be with me?

Thank godness..

Even when you dont really know what happen with me and my world, you try.. you never stop to try understanding me.. always try to be there whenever i need, try to make that smile appear on my face again. Im so lucky..

Thank you so much my dear.

Seseorang pernah berkata padaku : "Pernikahan dan Hubungan kita dengan pasangan kita adalah sebuah pekerjaan penuh waktu. Kalau nggak siap, ya jangan coba-coba melamar ke pekerjaan itu"

Dan aku menghayati kata itu sayang..
bukanlah keputusan sekilas saat ku memilih menerima tawaran genggaman tanganmu tuk berjalan bersama membangun pondasi rumah masa depan dan wujudkan mimpi-mimpi kita. You and Me VS the world, you said.

Dan aku sulit mengiyakan ajakan pernikahanmu sebelumnya. Pun karena ku tak yakin siap saat itu, ada banyak hal yang tak kau tahu dan mengerti tentang ku sayang. Belum. Dan begitupun sebaliknya aku padamu.

Persoalan keluargaku yang kadang pelik ini salah satunya.. aku tak pernah tega membawa orang lain ke permasalahan ku.
Maafkan kamu harus tahu ini sayang, tak selalu sepelik ini kok. Ada masa normalnya kadang. Kamu hanya beruntung tuk dapat experienced first-hand how is it my damn mental breakdown on this up-down family issue. Ini harusnya jadi bahan pertimbangan langkahmu pula. Ini pun ujian kayaknya..

Apa kamu akan bisa setangguh itu menopangku sayang? Hidupku berat sayang, mampukah kau bertahan dengan itu?

Selama ini aku tak berani mengiyakan mantap tuk jadi pendamping hidupmu ya karena itu. Bukan aku tak ingin. Mau. Jelas. Tapi apa Iyah kamu orang yang cukup tepat? Apa Iyah kamu cukup pantas dan sudah siap hidup bersamaku juga? Selama ini aku belum mendapat jawabannya sayang..
Ya karena hanya waktu dan komitmen yang bisa menjawabnya.

"Nggak ada perjalanan yang terasa panjang, kalau kita punya teman perjalanan yang menyenangkan.."

Jalannya nggak akan pernah mudah. Berantem, perdebatan, saling melempar kata-kata tajam dengan orang yang kita cintai, cemooh arang sekitar yang coba menghalau kita. Menyalahkan pasangan yang kita cintai saat ini gara-gara kesalahan pasangan kita yang dulu.. dan pada akhirnya, kita akan menangis karena menyadari bahwa waktu berlalu dengan begitu cepat tanpa kita sempat memperbaiki keadaan, dan hal yang berikutnya kita ketahui -- kita kehilangan orang yang benar-benar kita cintai.

Jatuh bangun pernah kita temui di masa lalu kita, aku tahu. Dan kamu orang yang cukup special, hadir di saat yang tepat dan membuat semua jadi menyenangkan kembali.

Dari enam milyar orang di dunia ini, begitu banyak laki-laki dan perempuan. Begitu banyak cerita cinta yang bertepuk sebelah tangan. Aku menyukainya, tapi ia menyukai orang lain. Atau sebaliknya, ia menyukaiku, tapi aku menyukai orang lain. Dan bukanlah sebuah keberuntungan luar biasa ketika kita menemukan orang yang kita sayangi dan dia juga menyayangi kita? Menemukan orang yang kita sukai balik menyukai kita?

Apa yang paling kita cari dalam hidup? Jawabku adalah kebahagiaan. Dan god, terimakasih beberapa waktu terakhir engkau tengah baik memberiku kenikmatan mengecap kebahagiaan yang sederhana namun mewah dari dan bersama manusia special ini. Orang yang berkali membuatku merasa beruntung menemukannya dalam hidupku, membuatku jatuh cinta lagi dan lagi di tiap harinya, bebas nyaman dan berani jadi diriku sendiri..
really babe, i (dont) wanna grow old with you..

"... Take a chance..!!"
Ambil kesempatan itu, karena kita nggak tau kapan kesempatan ---dalam wujud pasangan kita sekarang akan datang lagi. Jangan sampai kalian menyesal nggak mengambil kesempatan itu hanya karena ragu-ragu atau takut menghadapi masa depan.
Masalah, apapun bentuknya, adalah bagian dari kita menjalani hidup. Kalau nikah itu masalahnya ada aja, dari mulai materi, pasangan, anak, mertua, bahkan masalah di kantor pun bisa mempengaruhi kehidupan rumah tangga. Dan itulah gunanya pasangan hidup, untuk mengatasi masalah bersama-sama. Kalau kalian nggak membagi bebannya ke pasangan kalian, you dont give the person who loved you enough chance to Love you enough..

Nggak usah takut sama cobaan, masalah, atau apapun itu. Karena ketika kalian sudah menemukan orang yang tepat untuk berbagi beban dan kebahagiaan, naik dan turunnya hidup-percayalah, berada di bawah itu akan sama rasanya seperti kita berada dia tas. Senang dan susah hanyalah fase dalam hidup yang akan segera berganti"

Kala dulu mendengar wejangan itu di pernikahan sepupu jauhku, aku hanya mendengar sekilas menyimpan dan melupakan. Toh itu fase yang masih begitu lama tuk difikirkan..

Kamu. Riario sayangku. Satu-satunya lelaki yang buat langkahku berhenti dan berfikir tuk menata ulang arah jalan. Sosok yang membuatku mau berusaha lebih keras lagi untuk sembuh, memantaskan diri.. tuk suatu saat bisa berada di sisimu saat kau ucap ijab Kabul. Kamu buatku benar ingin berhenti di kamu saja. Kan kan.. bisa-bisanya anak bau kencur macam aku dah mikir sejauh itu karena lelaki macam kamu.

Que sera Sera. Kita emang gatau jalan kedepan gimana. Aku hanya berusaha menjalani dan melakoni peranku menjaga dan membahagiakanmu selama Tuhan masih memberi waktu.

Sepanjang sore kemarin sayang, aku mencuri pandang dan meraut senyum mencoba mengkaji lagi nasihat yang pernah kudengar dulu sambil mensyukuri ke Tuhan kamu ada di sini bersamaku.

Lalu pagi ini...

What a nice way to start a day really..
To be wake up, with you as the first thing i see in the morning. You and your sleepy face. You beside me. With your hand half-hug me, as if to reassure yourself that "yeah Im still here with you!"
With me hugging you close. With us half awake-half asleep steal kiss with each other.

Oh baby, you really make up my day..

Aku ga akan nolak, buat tiap hari kaya begitu bersamamu. Setiap pagi, bangun dan berada dalam rengkuh tubuhmu, menghirup aroma tubuhmu, kecup dirimu. Mengapresiasi makhluk ciptaan Tuhan yang sungguh baik dipersembahkan tuk menemaniku. Tuk memandangi wajah lelapmu tiap hari, dan jatuh cinta lagi dan lagi di setiap harinya.

Ah baby, i really (dont) wanna grow old with you..

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know