It not a good thought. No need to be read
It seems so nice, look like that it would give me more ease to just cease to non-existance essence.
No more accusement, Forced responsibility, a fake human interaction, being lying to, No more rush and push to always go on and on, No more hurts. No more wound deep, No more heartbroken.
Im non-exist. Cease from the memory. Being forgotten. Being dead to the world.
It seem nice.
____________________________________
Thank you my dear man, thank you to ever cross and come in my way. You are the light that reason that lite up my world, when everything seems so gloomy.. when i almost give up that Love is a real essence on human life, not just a fairytale story.
For the first time in history, i found the person who treat me and make me like an equal, human being. I got it, that expensive experience feeling to be loved, respected, challenged, supported, and being secure with my self, in my relationship with the other person. Being with you, i found the strength and the reason to walking ahead face the harsh reality of life, walk in balance. I dont feel that scared anymore Cause i feel that im not alone again in this, i know that even if i go down or fell down, you Will catch me alive and help me be Back and standing straight again.
Kamu pernah bertanya padaku, adakah ku melihat jalan terang dibalik problema yang menghinggapi ku kini?
Yeah, i saw it babe. I saw it. I just never really tell you what is it about.
I just never tell you for real what is it the Forces that give strength and reason and motivate me, so i still standing and dont get caught up in crowded traffic of life, cross the way to get in that depression zone again.
Aku sedang tak nyaman banyak bercerita padamu sayang maaf. Aku pun takut kamu menjadi jumawa atau malah sebaliknya merasa terlalu terbebani. Dan aku enggan menambah hanya jadi beban yang menyusahkan dan memberatkan hidupmu sayang.
Lidahku kelu saat ingin berkata sayang. Padahal begitu banyak hal yang ingin ku bagi padamu tadinya. Padahal kamu adalah alasan terkuatku untuk segera kembali ke kota ini. Kabur dari kerangkeng tembok ku. Padahal tadinya membayangkan hal yang bisa kita lakukan dan bagi begitu menyenangkan, aku begitu merindukanmu dan ingin rasa berlari ke pelukmu, mendekapmu erat dan menghirup aromanya yang sangat kamu. Aku ingin bersandar sejenak sayang, aku ingin ngumpet sebentar dan menghirup nafas dan kembali merasakan hangat dicintai olehmu yang begitu sederhana.
Tapi aku tak bisa, mendadak aku jadi Kelu. Atmosfernya sedang tak bagus. Dan kamu sedang tak bersamaku. Bahkan ketika ragamu muncul di depanku, aku sadar nyawa dan fikirmu justru ada di tempat lain. Antah berantah. Banyak hal yang sedang bercokol di kepalamu, membebani dan menekanmu kau bilang. Tapi aku tak tahu. Aku tak lagi tahu sayang. Aku ingin mencoba bersabar dan mengerti kondisimu, lalu bagaimana aku mengerti kalau kamu pun diam seribu bahasa.
Kamu rumahku, yang biasa jadi tempat ternyaman ku untuk pulang. Tapi aku justru enggan merasa pulang. Aku mendadak jadi rikuh. Aku merasa bersalah justru lebih sering berbohong dan menyimpan sendiri semuanya di dalam kepalaku saja, padahal kita janji untuk sama-sama terbuka. Aku merasa bersalah. Tapi aku hanya bisa memandangi Mu dari jauh dan memilih diam. "Aku gapapa, ga ada apa-apa" ujarku. Dan kamu melengos pergi. Biarlah. Aku tak ingin menambah beban fikiranmu saja. Kamu fokus saja dulu. Usah urusi aku.
Sedang tak enak. Tak nyaman. Kamu sedang tak bisa jadi tempatku bersandar pulang dan bubbling banyak hal di otakku lagi. Itu udah ga penting fikirku. Aku egois kalo melulu berbicara tentang aku tapi tak melihat kondisimu yang sedang susah fikir. Aku sedang tak bisa bicara sayang, maafkan padamu aku jadi Kelu.
Kapan terakhir kali kita duduk berdua dan diskusi hal yang lebih serius dan seru dan menyenangkan daripada sekedar masalahmu atau masalah ku? Aku mulai lupa.
Apa kita telah kehilangan fungsi tuk jadi partner diskusi yang seru sayang?
Jangan diam terlalu lama sayang, aku tak betah di rumah kita sendirian..
aku bisa saja mencari kesibukan lain tanpamu, asik sendiri, pergi keluar, sendiri atau bersama orang lain. Tapi jangan biarkan aku malah jadi terbiasa sendiri tanpamu juga sayang. Atau aku juga akan kehilangan fungsinya sebagai teman perjalanan, pendamping konstan atau yang ku khawatir lebih, kita akan kehilangan rumah nyaman kita.
Aku hanya sedang begitu rindu kamu sayang.
Di sela waktu luangku.. yang dimana kamu sedang tak ada disana.
Kita gak pernah tahu takdir sayang. Rahasia kehidupan. Dan misteri besar bernama waktu. Aku tak tahu seberapa lama waktuku di Dunia pun juga kamu, aku tak tahu pula seberapa lama aku masih bisa menikmati di sisimu.
Aku pernah puluhan kali kehilangan sayang. Dan tak sedikit ada penyesalan dibalik kehilangan itu pula. Aku hanya lelah merasa menyesal, maka aku pun belajar menghargai apa yang aku punya yang masih ku miliki sebelum waktu kepemilikannya habis juga.
Dan aku hanya sedang berusaha menikmati asem manis pahit panas dinginnya bersamamu. Menghargai dan merekam waktu yang precious bersama kamu. Biar setidaknya mengurangi penyesalan dan kata "what if" , paling nggak aku udah berusaha semampu ku.. paling nggak kalo sesuatu terjadi padaku, kamu tahu kalo aku selalu sayang kamu. Dan aku ga terlambat mengatakannya..
Dear, harusnya kamu ga perlu baca ini.
Gausah banyak difikirin juga yah, kalopun udah terlanjur baca.
Yang diinget ya yang bagian asiknya aja. Inget aja kalo "aku sayang kamu" . Udah gitu aja.
Hargai waktumu, hargai hidupmu dear..
kamu harus selalu bahagia.
Comments
Post a Comment