Damn you muhsigbah.. stop being my terrorrist
Damn you mas..
#eh gajadi dingh. Aku ga pernah tega dan rela menggabungkan kata "F***" dan "D***" dalam satu kalimat dengan namamu mas.
Abisnya bingung mau kata apaan lagi.
Iyah aku paham. Aku udah baik-baik aja. Kamu gausah ngerasa ga enak ampe panik gituh hanya karna ga sempet jenguk ke RS kemarin lah mamas. Im fine, see..?!
Udah liat sendiri kan? Aku dah baik-baik aja, walau katamu aku agak beda sekarang katamu "kok cakepan sih pit".
Huaanjiiir Muhammad Sigit bahtiar, please stop fucking with my mind and heart right now! 2taun lebih mas, 2tahun gue stuck di masa lalu dan saat sekarang gue udah nambatin hati yang bukan lagi menanti lo kembali. Kenapah lo dengan gilanya dateng dan bikin gue bertanya-tanya lagih "yakin fit udah move on?" Oh damn you mas..
Kamu pulang. Namun kita masih saling bertukar kabar. Biasalah. Ngereceh ngawur.. membicarakan dah kemana saja kamu habis piknik, puluhan perjalanan yang sejak lama tak bisa ku dampingi, ritual piknik dadak nya kamu, aku dan mas Iin atau mas ridho..
atau tiba-tiba motor mu udah di depan kosanku jam 12 malam, dan aku harus ngindik keluar buat nemenin kamu cabut motret malam dan bintang dan apa aja yang lagi kita ingin kunjungan.. bukit, milkyway, bukit Teletubbies, bukit cinta, Cendana, ngegeloyor ke dieng, sikunir, Prau, atau apalah itu yang aku gatau namanya, melancong ke pantai sanah-sinih-situh, atau sekedar menghabiskan malam di angkringan melototin motor yang lewat, di sekre atau tongkrongan teman-temanmu sampe pagi main kartu, ngegosip, kalian minum, kamu makin ngawur, mainin gitar, nyanyiin lagu salah satu band favorit kita saat itu "angsa&srigala" dan "perempuan yang sedang dalam pelukannya payung teduh" lagu yang sering banget kamu nyanyiin ampe aku hapal liriknya lama-lama, ampe itu pun jadi lagu kesayanganku juga. Yang pernah dinyanyiin sama orang favorit gue saat itu, yang memandang dan merengkuh ku dengan keteduhan matanya.
Segitu banyaknya hal indah, manis dan kebaikan yang pernah kita ukir, makanya ngelupain kamu susah. Mau marah dan ngebenci kamu Selama ini tuh susah banget mas.
Kesalahpahaman akhir kita. Ya karena kita yang sama-sama masih muda, bodoh, dan tolol tuk menyadari bahwa yang kita punya selama ini jauh lebih berharga daripada maksain ego untuk jadi lebih. Dan selanjutnya, aku kehilanganmu, kamu kehilanganku, persahabatan bertahun kita hilang entah kemana..
Keraguan.. perasaan hopeless.. ketidaktahuan harus apa dan bagaimana lagi.. aku tak tahu harus berjalan pergi meninggalkan sudah atau masih menunggumu kembali.. bodoh? Memang.!!
Dan kupikir 2tahun itu cukup mas. Harusnya cukup untuk ku selesai dengan pengasinganku. Harusnya semua tentangmu sudah kusimpan. Harusnya kita sudah sama-sama ikhlas. Harusnya kita sudahlah tak usah..
Ya aku sepakat dengan wanita lain "ga mungkin bisa berteman biasa aja sama orang yang pernah saling menyimpan rasa"
Rentan bapernya.
Makanya aku benci melihat lelakiku masih begitu intens berhubungan erat, tak ada beda seperti sebelum bersamaku mungkin yah.. tak sama sekali berusaha tegas memberi jarak. Manut tiap diminta tolong apah. Ngelarangku meng-upload tentangku dan dia, dan diapun tak akan mau mempublish tentang kami, membawaku kemana-mana, karena takut jadi masalah katanya, takut wanitanya yang satu lagi marah dan ngamuk dan lelakiku itu jadi semrawut stress, uring-uringan menyendiri lagih.
Aku sepakat ama tanyanya Desya kadang "gue bingung, yang ceweknya itu elo atau mantannya itu sih pit? Kok dia begitu menjaga perasaan mantannya tapi ga nyadar hati lo yang diem-diem sakit tapi ga pernah dia coba jaga".. aku mbuh des. Aku pun bertanya-tanya kembali untuk apa ia memilih memulai ini bersamaku kalau waktu dan fikirannya lebih sering untuk gadis lainnya itu. "Am i just a safecase? Your passageway to find when your soul to tired to fight her again?"
"What am i really to you?"
Itu pertanyaan yang dulu pengen aku tanyakan padamu. Dan kali ini harusnya aku cukup punya nyali dan tegas mempertanyakan itu padanya.
Udah cukup kepengecutan yang bikin kamu dan aku sama-sama kehilangan kan yah mas. Aku harus lebih berani dan tegas kali ini.. gimana posisiku sebenernya.. mau dibawa semua ini.
Kamu benar mas, "kalau terus-terusan ngebiarin dia dan ke-insecure an inih menyergap mu fit.. kamu yang akan jadi korban lagi. Fight for it, if this really worth your heart. If No, then be brave be strong to walk away fit! You are too precious to be wasted."
Dan aku janji aku akan pergi kalau semua ini tak baik bagiku mamas. Aku janji. Aku mencintainya dan mungkin akan hancur melepasnya, tapi aku pun berhak bahagia, hidup tenang tahu kalau pasanganku pun baik saja dan dapat dipercaya, menjaga hati dan kepercayaan yang kutitipkan padanya.
Aku janji akan bahagia mamas!
Berjam kemudian.. aku sedang merehatkan tubuh dan pikiranku. Membaca novel kesayanganku di sisi jendela, mendengarkan lantunan lagu favorit kita mas "menarilah sendiri" nya angsa&srigala.
dering tanda bbm masuk, ada voice note masuk.. isinya cuman rekaman lagu yang sama seperti yang sedang kudengarkan. Dan terakhirnya suaramu sayup terdengar berceloteh "denger lagu ini, tiba-tiba gue keinget elo pit.. malam-malam kemping berdua di bukit mana, gue asyik motret dengan kamera dan tripod gue lagi bikin timelapse.. dan lo lagi kopi lagi buat gue terakhir gue tengok.. lagu ini mengalun dari mp3 hape entah siapa gue lupa. Trus lu ilang. Pas gue nyari, lo lagi mandangin langit sambil gerakan apalah itu.. menari sendiri di bawah bintang. Yang emang cuman elo doang.. Haha.. lagi ngapa gue ya. Malah nostalgia begini. Kangen piknik kayanya.."
And you know what mas? Gue terharu.. mata gue mulai berat seperti berkaca-kaca nih. Gue haru. Gue seneng. Gue sedih. Aaaah.. gue lagi cengeng ajah mas.
Bahkan masih aja kita sepaket begini ya. Masih nyambung aja isi otak dan kelakuannya. Nyetel lagu yang sama, ngelakuin hal yang sama dan memikirkan hal yang sama.
Aaah muhsigbah.. lo bener-bener musibah buat hati di fikiran gue bertahun yang lalu.
Tolonglah. Udahlah ya..
Jangan bikin gue gampang baper karna kangen lo lagi. Kita harus move ke depan mamas..
Comments
Post a Comment