Dua sisi
Sayaang,
Mestinya kamu sadari..
dalam hidup ini tak semua bisa kita raih. Tak bisa kita hidup dengan selalu menyenangkan semua orang. Tak. Terlalu utopis sayang. Tak mungkin apa yang kita laku selalu menyenangkan banyak pihak. Pasti ada saja yang tak suka, yang memilih bersikap netral, atau malah ada pihak yang Terluka tersakiti karena keputusan atau pilihan yang kita ambil dalam hidup kita sendiri. Semua ada imbasnya sayang. Tak bisa lepas dari itu.
Kita hanyalah partikel kecil di tengah megahnya jagat semesta raya ini sayang. Kita kecil. Kita hanya bagian dari sistem. Terhubung dengan partikel, komponen dan sistem lainnya.
Ini blog milikku kan, jadi biarkan aku curahkan kegundahan dan ingin egoisku disini. Biar disini aku hanya fikir tentang aku aku aku aku dan kamu kamu kamu tapi tetap harusnya aku belajar mengutamakan diriku sendiri juga. "Kamu berhak bahagia" itu katamu kan. Dan ya. Aku harus bahagia juga.
Bersamamu, di selang waktu sebentar ini mengajarkan banyak.. aku kini mampu memaknai jelas apa itu kenyamanan, bahagia, ketulusan, ketenangan, kesederhanaan..
Kamu yang menyadarkan ku pula untuk bahagia bagi diri sendiri. Jangan terlalu egois dan jahat pada diri sendiri.
Dan untuk pertama kalinya aku ingin egois memohon pada Tuhan agar menjagamu tetap disini saja di sampingku.
Kamu. Elemen favorit dari kebahagiaanku saat ini.
Tuhan izinkan aku jadi egois tuk menjagamu untukku saja.
Tapi aku tak sendiri.
Bukan aku saja yang ingin egois memintamu untuk bersama. Bukan cuma aku. Masih ada dia. Ya dia yang masih disana, setia mengharapkan kamu. Yang lebih dahulu mengenal dan menemani dan membahagiakanmu jauh sebelum aku. Dia yang terus dan terus kamu jaga hati, perasaan dan keadaannya pula. Dia yang selalu sukses bikin kamu jatuh bangun untuk bereaksi atas dirinya. Sebegitu mampunya ia mempengaruhi dirimu sayang. Sebegitu sulitnya untuk kalian saling mengikhlaskan dan melepaskan dengan baik-baik.
Tak banyak memang yang bisa aku tawarkan padamu sayang. Aku masih bocah di matamu. Di pandangannya. Dan kadang aku pun tak mengerti apa yang kau lihat dariku. Aku yang hanya begini.
Dan kamu sayang. Lelaki ku yang baik. Yang dengan tulus hanya ingin berbuat baik dan menyenangkan semua orang. Kamu pun terjebak diantara aku dan dia. Dua gadis dalam hidupmu yang sama-sama berusaha kau jaga perasaannya dan beri kebahagiaan dan pertahankan, tak ingin kau lepas.
Tapi hidup ga sebaik itu sayang.
Kadang ya ga bisa kita dapetin segala hal sekaligus.
Ketika kamu memilih mati-matian menjaganya, tak terasa ada aku yang nyeri juga disini. Antara mengkhawatirkanmu yang tiba-tiba sulit berkabar tiap sedang bersamanya, atau gundah kecewa karena sekali lagi aku cuma nomor dua. Aku gapapa. Aku yang mengalah saja lah.
Yang penting kamu senang. Duh sok banget lah aku. Padahal tetep aja miris juga kalau kamu jauh lebih bahagia bersamanya dari padaku.
Kan aku udah bilang aku mudah jealous apalagi sama orang yang pernah punya cerita denganmu.
Atau saat kamu memilih menemani dan menghabiskan hari denganku.. ada dia disisi lain dunia kita yang tersayat hatinya melihat dan mendengar kabar itu.
Dan kamu ga bisa berbuat apapun akan itu sayang. Kamu ga bisa. Akan ada saja sisi yang berkorban atau dikorbankan.
Ga asik yah? Yah emang gitu..
Aku ga pingin maksa kamu milih. Tapi pasti ada saatnya persimpangan di jalan depan kita. Dan kamu harus menentukan sikap sayang. Kamu memilih melangkah hidup bersamaku seperti yang kamu tawarkan kemarin.. atau kamu pilih menjadi supporter setia di sampingnya menjaganya selalu.
Aku tak tahu lah pilihanmu bakal apa..
Embuh..
Que sera Sera sayang
Comments
Post a Comment