Loving You
I saw him the other day. His arms around another Girl, his eyes when met with mine ----- were slow in their recognition
I wonder if He remembers what i once told him.
I will Love you forever.
He had smiled at me sadly before giving his reply.
But i am so afraid you may one day stop.
Now all these years later, I am the one who is afraid. Because I Love him, I still di. I haven't stopped. I don't think I can. I don't think I ever Will.
(Purwokerto, November 2015)
------------------------------------------------------------
* Senja ini ku berjumpa dengannya, lagi. Setelah waktu rehat panjang kami selalu saling memilih putar jalan lain untuk menghindar. Dan untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, lagi, mata kami saling bertemu, saling bertatap, mencoba berkomunikasi dalam diam kami, saling membaca kata yang tak terucapkan 'meminta maaf'..
"Aku mengerti mas" balasku. Bibirku tak bicara, kita hanya saling mengirim pesan lewat radar apapun itu yang hidup diantara kita. Wajah dan senyummu melengkungkan senyum. Dan kita saling berlalu tanpa banyak lagi kata.
Aku ingat pernah menulis bait diatas beberapa waktu lalu saat melihat kau bersamanya, saat rasa perihku masuk ke zona mati rasa. Aku tak berasa apa-apa selain hambar saat itu mamas.
Senja ini tak sengaja lagi semesta mempertemukan kita. Setelah ia menjawab doa pintaku bertahun lalu saat kau pergi. Iya menepati janjinya padaku..
Kali ini saat ku berjumpa matamu, aku tak sesembilu itu. Kamu yang telah bahagia, menemukan jalanmu dan bahagia bersama dia wanita outdoormu itu. Aku tak iri. Tak perlu cemburu lagi pada semesta. Aku telah mengecap bahagia ku juga mamas.
Kamu udah khawatir dan merasa bersalah lagi karna meninggalkan dan ingkar janji. Aku mengerti kita hanya sedang memilih dan meniti jalan kita masing-masing. Hanya saja kamu pernah lebih dahulu tegas berjalan, sedang aku akhirnya menemukannya.. orang yang membuka mataku dan cakrawalaku akan kacamata dan makna hal-hal otherworldly.. aku telah mengecap bahagia ku bersamanya, tenanglah, ia menjagaku dengan baik mamas.
Mungkin dia tak sesering mengajak berburu bintang dan menari dibawah langit malam dan tidur diatas rerumputan seperti yang selalu Kusuka dan kuinginkan. Mungkin ia tak bisa menemaniku tak mau ikut menelusup untuk diajak sekedar berpendar keliling sekitar menikmati alam. Tapi ia memberiku tujuan mas, untuk maju, ia mendorong dan menguatkan saat ku lemah. Dan aku tahu aku telah menemukannya mas. Aku, orang yang begitu pemilih dan gampang bosan dan susah percaya. Aku ingin sekali berhenti di orang ini mamas. Bukan kamu, setengah puzzle ku, tapi dia lelaki riarioku.
Mungkin satu saat kan ku kenalkan kau padanya. Nanti kalau aku dan ia dah sampai di new zealand, aku akan titip salam untukmu yah. Hahayy..
Malam Minggu ini gerimis mas. Selamat malam Minggu mamas , my other-half..
Semoga kita selalu bahagia :))
Comments
Post a Comment