Tentang aku, kamu dan janji dibawah milkyway
"kalau suatu saat kita sedang meragu, ada badai besar didepan kita, sedang lelah, atau malah kita yang saling bertengkar marah dan tak saling bicara. Ingat ini sayang! Ingat aja kita pernah menghabiskan malam dan tidur bersama dibawah milkyway dan taburan jutaan bintang malam ini. Bersama orang yang disayang juga.." - limpakuwus, 4 Juni 2016. By Biangkerok..
Ah sayang, aku ingat kok. Aku selalu ingat detil kecil kita. Tapi kamu?
Apakah kamu ingat itu?
Sesuatu yang bahkan kamu sendiri yang mengucapkannya, kamu sendiri yang meminta ku untuk mengingatnya. Dan pinta yang kau harap berlaku saat kita sedang kelabu. Aku malah tak yakin sayang..
Kamu kan orang yang gampang lupa apa yang dikata dan diperbuat sebelumnya. Ah dasar lelaki!
Dan saat ini aku sedang kelabu sayang.
Dan kamu pun menjadi abu-abu dimataku.
Aku sedang meragu.
Dilanda keraguan yang dahsyat pula. Kegundahan yang sedang meluap dan memenuhi rongga pernafasan juga otakku.
Kamu pasti tak sangka itu. Takkan kau fikir akan membuatku sebegini jadinya pula..
Aku tak tahu memang apa yang ada di otakmu tentang aku. Aku tak tahu. Selama ini aku cuma sok tahu saja.
I told you before, again and again, that you're precious to me.. did it mean something for you?
I dont think so..
Okey, aku orang yang cuek. Hidup dengan simpel. Dan ga banyak nuntut macem-macem dari kamu. Tapi plis bukan berarti aku patung. Bukan pula robot.
Aku sama aja, perempuan juga kaya siapapun itu yang sedang kau jaga perasaan dan keadaannya. Aku tetap emosional dan punya hati yang renta mudah patah dan sakit. Kecewa bukan hal tabu bagiku memang. Tapi plis, jangan malah kau remeh remeh kan ya. Aku pun punya batas.
Ya aku menyayangimu. Sangat.
Ya aku selalu mengkhawatirkan mu..
Ya aku yang ga bisa marah dan ngambek atau menyimpan benci dan dendam. Ga bakal tahan marah dan ngediemin kamu lama-lama. Tapi plis. Plis banget jangan malah manfaatin itu buat malah bertindak seenaknya juga. Aku cuma perempuan lemah dalamnya. Aku tetap benci dilemahkan. Dan aku pun Manusia yang punya batas.
Ini aku dengan kebebasan ku dan kepercayaan ku yang membebaskan mu pula hidup dengan cara yang kau nikmati. Aku ga berniat berubah kalau itu cuma buat kamu, dan aku ga mau juga maksa kamu berubah jadi bukan kamu. Ga aku ga gitu.
Aku percaya cinta itu sepaket kan. Hitam putihnya kamu ya aku hargai. Baik buruknya kamu pun aku terimakan..
Walau kadang kebaikanmu lama-lama tampak menjengkelkan dan menyebalkan bagiku. Dan malah jadi berubah proporsi semakin cenderung kearah sisi negatif ya. Gatau kenapa.
Aku sedang meragu parah. Dan aku ingat janji kita untuk mengingat itu. Kita pernah berbaring bersama di bawah milkyway. And it precious.
But, did you remember it darling?
Masihkah kamu ingat dan meyakini itu saat sesaat atau malah seringkali badai yang kau fikir hadapi sendiri ini membuatmu lelah, lemah dan meragu untuk bertahan dan berjalan terus maju bersamaku.
Kok aku ragu yah sayang..
Dan keraguanmu untuk bertahan dan melanjutkan perjalanan panjang yang melelahkan ini bersama, pun kini berbalik membuatku terhenyak. Aku terdiam. Aku membisu.
Kamu sempat terfikir untuk berhenti dan balik arah. Lalu aku bisa apa?
Sedikit cubitan kecil dariku membangunkanmu dari lamunan siang bolongmu tentang itu memang. Kamu bilang "gak, aku ga jadi pergi. Aku cuma lagi bodoh aja. Maafin sayang"
Tapi itu tak cukup meredakan gemuruh di jiwaku sayang. Maaf.
Aku terlanjur disentil, digaplok keadaan dan kenyataan bahwa aku selama ini mungkin terlalu tutup mata tentang jutaan keraguan di matamu.
Dan kamu punya seribu alasan untuk ragu dan bertahan bersama perempuan macam aku.
Aku yang tak sempurna, tak pintar, rupawan, kaya, feminim dan bersikap tingkah fikir layaknya perempuan kebanyakan. Latar belakang hidup dan keluargaku yang tak sesempurna. Aku pun bukan gadis ambisius yang studius dan pintar macam dia. Bukan. Aku cuma gadis bebas yang hidup dengan alurku sendiri dan cuma ingin bahagia dan membahagiakan orang lain. Simpel.
Aku yang ga bisa masak. Hidup dengan berantakan. Ga bisa dandan dan berpakaian ajah semaunya. Sorry..
Kita bersama kayak sekarang memang bukan dengan cucuran keringat dan darah kamu mengejarku. Memang bukan. Ini hanya aliran kenyamanan kita aja yang membawa kita begini. Tapi apakah itu berarti membuat aku ga seberharga itu untuk dijaga? Semudah itukah melepasku pergi karna kamu memang tak pernah rasa bersusah payah untuk mendapatkan ku? Benarkah begitu sayang?
Coba tanya lagi dirimu sayang. Tolong jawab aku. Karena saat ini. Hari kemarin, sekarang dan esok mungkin aku masih bertanya-tanya gundah tentang itu.
Aku kecewa sayang. Ternyata aku sudah terlanjur kecewa. Sebegitu gampangnya kamu berubah fikiran dan ingin melepasku. Aku kecewa.
Aku gapapa. Tapi aku kecewa saja. Dan kini aku balik mempertanyakan kembali pada diriku sendiri dan mungkin nanti padamu ku tanyakan pula..
Did it worth it?
Are you worthy enough for me? Deserve my unconditional Love ? Are you?
Your doubt is the one who make me questioned it again.. damn it babe!
Ingatkah kamu sayang? Ingatkah kita di bawah milkyway dengan aku dalam rengkuh pelukmu.. ingatkah sayang?
Lalu kenapa?
Comments
Post a Comment