Berharap dengan sederhana
Sayoooong..
Im in struggle right now. Struggle how to manage my Emotion, My wish and dream around you, about you..
Kita sama-sama belajar untuk nerapin manajemen harapan. Berharap dan berencana ya sewajarnya sekedarnya saja, usah berlebih. Usah mendewakan hal yang fana..
Butuh kekuatan, kesabaran dan kerendahan hati untuk survive kurasa. Karena ternyata hal ini tak segampang menteorikannya..
You are a worry man. And Im the overthink woman. And both of us get fragile and soft heart to empathy with the other creature; human being or else.
Oh damn. Why are we so different but at the same time so much alike..
Di waktu yang singkat ini, rasanya udah banyak aja hal yang coba kita bangun. Entah apa. Kita semakin menyamankan diri. Tuk jadi apa aja. Tak sekedar lagi rumah untuk berpulang dan bersandar saat lelah. Aku pun ingin kamu bisa jadi partner perjalanan yang tangguh dan ikut bersamaku bertualang ke masa depan kita bersama yang masih unpredictable ituh.
Soal selera bacaan atau apa mungkin kita berbeda dan tak banyak sama. Sedang jarang memang hal yang bisa kita diskusikan hingga berjam-jam. Malah lagi banyak bahas serimpilan sepele. Yah sorry kalau membosankan.
Aku berusaha belajar lebih jauh tentangmu. Buatmu. Berusaha memantaskan dan mengimbangi dirimu. Walau maaf bila masih tak sempurna dan penuh dengan kekurangan.
Kita pernah berangan bersama tentang kamu aku dan perjalanan kecil kehidupan kita. Tentang kamu yang ingin memilikiku dengan halal dan setiap hari, sepanjang waktu selamanya.
Ah sayooongku, kamu membiusku, kamu menghipnotis aku, lalu aku tenggelam dalam bayang-bayang kita dan fantas liar yang bermunculan di otakku tentangmu. Tentang kita.
Apakah ku sudah terlalu banyak berharap?
Mungkin saja.
Padahal aku tak tahu seberapa bulat keyakinanmu akanku, seberapa besar keseriusanmu untuk menjelajah hidup cukup bersamaku saja. Dan bintang-bintang kecil yang mungkin hadir di hidup dan mewarnai rumahmu di masa depan.
Ya, semua belum pasti. Dan bodohnya, aku tak kuasa menahan fantasi liar di kepalaku. Dan aku pun jadi terbawa suasana dan perasaan. Aku semakin baper dan nampaknya meningkat pengharapannya akanmu akan kita.
Ah Fitri jangan bodoh!
Dunia ini unpredictable.. ga ada yang tahu nanti didepannya bakal gimana. Menapaklah ke bumi buruan!
Que sera Sera aja katamu.. ya que sera sera, aku tahu sayang..
Tapi yah setomboynya aku, aku masih perempuan biasa. Dan udah jadi kayak second nature buat kami wanita, sebuah naluriah bahwa kami selalu ingin kejelasan dan kepastian dalam hal apapun.
Dan seperti yang kamu tahu, suasana diantara kita, utamanya perasaanku sedang meragu parah, gamang dan tergantung.. karena keragu-raguanmu, karena dalam beberapa hal kamu masih sulit memilih aku atau menjaganya, karena memang masih ada dia yang selalu siap sedia menemani dan menerimamu kembali dengan tangan terbuka kan.
Dan aku sedang merasa tergantung. Masih.
Dan itu menakutkan ku.
Dan semakin membuatku bodoh karena aku sudah menaruh harap padamu, pernah telanjang polos diriku berusaha jujur di depanmu, aku cuma takut sayang..
Aku takut kehilanganmu iya.
Aku takut kehilangan teman berjalanku. Kamus berbagai ketidaktahuanku. Lawan bicaraku. Kamu..
Aku tak tahu sudah separah apa aku berharap padamu. Makanya aku jadi takut.
Aku masih berusaha selalu menahan diri. Mengelola keresahan ini dan memanajemen harapan dan asaku sendiri.
Aku tak ingin menjadi terlalu. Buta dan begitu mendewakan kamu. Aku tak ingin begitu. Aku ingin tetep melek dan waras dalam mencintaimu. Karena kita yang tak sempurna. Aku, kamu ingin kita tetap seimbang dan bisa saling mengingatkan saat salah khilaf kekurangan maupun kelebihan, biar sadar pula kekurangan mana yang harus kita sama-sama isi.
Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana saja sayang
Comments
Post a Comment