Syukur itu ada dimana saja

Abaaaaaang..
Aku mau cerita

Lagi-lagi aku bangun kesiangan. Dan aku lupa kalo hari ini tuh tanggal 17. Hari dibukanya pendaftaran kkn periode Januari-Februari. Jadilah aku ga kedapatan kuota.

Ah tapi aku ga ambil pusing. Aku ge masih gatau mau kkn dimana. Gamau terburu2 dan malah salah langkah lah.

Daaan waktu bergulir begitu saja sambil menghabiskan buku demi buku.. ebook demi ebook.
Tadinya kufikir ga akan kemana-mana lagi hari ini.

Etapi jam 3 . Usai hujan reda. Pras udah nyampe buat keliling nyari penginapan sekali lagi. Katanya dia dapet rekomendasi tempat daerah Deket telaga sunyi. Duh dimana itu ya..

Ngeeeng..

Jadilah sore ini ku jelajahi bumi Banyumas bersama pras, si Mendagri bem pertanian yang ternyata dah cukup senior sbg anak Greenpeace.

Wooosh..
Udara Baturraden segar bang. Fresh..
Angin menerpa kita berdua. Aku pake jaket waterproof ku kok. Tenang aja. Etapi si Pras yang batu, lg sakit tapi pakenya cuma kaos doang. Duh tu anak ya..

Jalan raya Baturraden biasa saja. Aku sudah sering melintasinya dengan orang-orang yang berbeda untuk menuju tempat atau karena suatu tujuan tertentu.

Melintasi balai sapi depan palawi.. tiba-tiba aku ingat kamu lagi Abang. Aku rindu.

Terus jalan. Hutan dan hutan dan hutan.. vila di kanan atau kiri. Jalan yang berliku. Cuaca cerah yang tak berawan jadi aku bisa melihat langit Purwokerto dari sana. Keren bang.

Dan aku ingat kamu. Orang terakhir yang membawaku melewati jalanan itu.
Dijalan itu.
Malam itu.
Malam aku memaksamu menemaniku ikut kemping bersama kmpa di Limpakuwus. Salah satu malam paling bahagia dan aku kenang indahnya, langit bertaburan bintang, juga kerlip kota Purwokerto dari ketinggian..

kamu bilang nyesel dah keburu ngasih meteorid nya tadi siang, bukan nunggu malam itu. Dan yah kamu bilang "malam begini, suasana begini, saat yang tepat untuk bilang 'I love You'" lagi dan lagi.. hingga akhirnya aku yang masih malu sambil menahan tawa pun berhasil mengutarakannya balik padamu.

Ya sayang, aku menyayangimu. Malam itu. Aku tau kamu sukses bikin aku jatuh cinta padamu.

Juga diperjalanan balik kita.. dimana aku memelukmu erat. Dan kamu dengan arogan atau optimis ga akan ada yang bakal ganggu jalan kita.

Ah sayang. Betapa naifnya kita berdua saat itu yah.

Atau aku yang terlalu naif dan gampang kamu kelabui dengan kata-kata manismu. Aku tak tahu..

Melewati jalan itu lagi Abang. Hari ini. Bersama pras, bukan lagi denganmu. Mataku berkaca-kaca. Tapi aku malah tertawa gelak. Menciptakan lelucon dan obrolan aneh dengan Pras. Walau di sela-sela obrolan, nama atau kata darimu masih terselip disana. Tapi langit sedang cerah Abang. Aku tak ingin merusak suasana ini.
Pencarian ku dan Pras beberapa hari ini sudah cukup membuat lelah. Jadi kami hanya ingin tertawa dan menikmati saja peluhnya.

Dan melewati jalan itu pun aku tau aku kuat. Aku pernah menjalani sesuatu yang hebat bersamamu. Jalan-jalan dan tempat-tempat yang biasa kita datangi jadi saksinya.

Tapi biarlah. Semua sudah berlalu.
Aku sudah berusaha sebisa ku tuk menjaga dan membahagiakanmu. Walau ternyata belakangan ku sadari, hanya aku saja yang berusaha to make us work. Paking tidak aku sudah lakukan apa yang ku bisa. Walau dengan semua kekuranganku. Dan karena itu, ketika akhirnya angin membawa langkahmu pergi, ya aku sedih, aku kecewa dan terpukul. Tapi aku tak menyesal. Aku telah beri semua yang ku punya, ga akan ada what if lagi..

Aku mungkin sepi. Tapi justru itu aku bersyukur ada acara NVDA training ini. I flour my attention on this occasion. Make something productive.

Tapi mungkin aku berusaha terlalu keras yah.

Aku tahu badanku belum pulih.
Pras aja tepar.

Tapi aku tetep jalan kaki ke Warak untuk floor informasi ke Irfan. Juga berharap anak mayapada yg lain segera muncul.

Ah ternyata Irfan punya rapat lain. Jadi tak jadilah kami nongkrong. Aku pamit pulang. Namun mampir belanja kebutuhan sehari-hari dulu di Buaran mart.

Ah. Hujan turun dengan sangat deras. Aku tak bawa apapun. Duh.

Satu jam lebih menanti sang hujan.
Ketemu dan ngobrol Ama bapak di pojokan warung. Tadinya ku kira tukang ojek, ternyata bukan.

Terfikir untuk nerobos hujan atau manggil taksi.
Eh si bapak ternyata juga mau pulang. Dan nawarin mau antar aku dulu.

Ah bapak, makasih banget. Akhirnya bisa segera pulang dan istirahat di kasur.

Aku bersyukur bertemu orang baik..

Hari ini Abang..
Entah hari ke berapa sejak kamu mundur dari komitmen kita tuk bersama,

Aku tahu aku sepi, tapi ternyata hari demi hari.. ada saja hal-hal menarik dan sederhana yang kutemui dan ku pelajari lagi makna syukur dan kebaikan dari kehidupan sehari-hari kita.

Masih ada kemanusiaan diantara masyarakat kita ini.

Aku sendiri. Tapi aku juga terus belajar lagi dan lagi setiap harinya..

Okeh. Aku bisa jalani ini.
Hidup tanpamu akan baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja.

Akan ada diluar sana yang mampu menyeimbangkan intense-nya kasih sayangku. Dan saat itu syukur aku ingin kebahagiaan dan kebaikan yang tak putus-putusnya.

Dan kamu akan lihat itu Abang. Kamu harus lihat itu.

Aku baik saja.
Aku hebat.
Dan kamu akan mengenang kembali betapa aku pernah berusaha menjaga dan membahagiakanmu setiap detiknya..

Kini aku tak lagi hidup untukmu.
Aku hidup untuk diriku sendiri. Untuk bisa memberi , membagi dan menyebarkan kebaikan ke dunia sekitarku juga. Berbagi senyum dan tawa..

Menjadi pundak bersandar mereka yang lelah, peluk yang hangat bagi mereka yang sedih..
Become a strong pillar for everyone around me again..

Terimakasih ya Abang.
Berkat kamu aku jadi pernah tahu rasanya menangis saat sedih, bersandar saat lelah, tertawa juga sebahagianya.. kamu pernah ngasih aku kesempatan menjadi aku yang disupport..

Sekarang aku akan kembali menjadi fungsiku lagi.. support dan inspirasi kebaikan ke orang-orang sekitarku.

Terimakasih banyak

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know