Bercerita tentang sabtu malam kemarin
Minggu, 20 November..
Hari kesekian sejak kau memilih mundur dari sisiku. Hari kesekian juga setelah kau konfirmasi kembali bahwa tak, kau tak salah kata atau ku tak salah dengar, kita mencapai titik akhir, kau memilihi jalan yang berbeda.. bahwa aku hanya salah satu persinggahan sementara mu saja. Bahwa aku memang tak punya tempat di masa depanmu..
Tak yakin kapan sebenarnya kita berakhir. Sama seperti tak pernah jelas kapan kita memulai semuanya..
Semua terjadi begitu saja.. kita terlanjur nyaman. Lalu saat kau selesai beristirahat kamu mulai resah dan tak lagi ingin tinggal. Hanya aku yang menyadari ada yang salah, tapi tak kunjung juga punya keberanian mempertanyakan. Pun kamu yang selama ini terus mengelak.
Hari ini. Disela sepi dan kecewa yang membengkak ini. Kadang aku bertanya-tanya sendiri.. apakah kemarahan ku atas photo itu terlalu terburu-buru, apakah aku salah karena marah dan bertanya, apa salah ingin kamu sekali saja mempertimbangkan aku dan perasaanku, apa aku salah bertanya..
Mungkin bila tak ku bertanya, hari ini kita masih dalam ikatan kosong itu, aku memutar otak tentang dan akanmu, kamu yang terus hilang dan sibuk sendiri, datang hanya saat ada perlunya, pergi sesukanya. Taken me for granted. Mungkin setidaknya aku masih bisa berkata kamu masih punyaku , kamu masih ada, mungkin kamu masih menjaga ku dan komitmen kita walau tak ku lihat. Karena aku tau kamu. Kalau kamu tidak, kamu sudah pergi sejak lama..
Dan sekarang kamu pergi..
Aku tak tahu yang mana yang lebih baik. Bersama dengan hubungan kosong. Atau berjalan masing-masing dan menjadi orang asing bagi satu sama lain..
Aku tak tahu..
Cuman berhubung kamu tak lagi ada. Aku harus berusaha menerima yang kedua..
I better off without you..
Sepeninggal kamu. Aku menghabiskan waktu menenangkan diri. Lalu aku bosan karena tak kunjung berhasil.
Dan kini aku memaksa diriku menyibukkan diri dengan apapun. Asalkan kepala dan tubuhku sibuk sendiri.
Hingga aku bisa tertawa, berfokus, bersyukur lagi terhadap hal-hal sederhana yang kutemui di hariku.
Ya.
Sejak kamu tak ada untuk berbagi . Aku malah menemukan banyak hal dan pembelajaran kecil-kecil dari hidup sehari-hari yang mungkin di matamu remeh, tapi hal remeh itu yang akhirnya bisa ku pahami dan ku syukuri. Bahwa dunia itu jauh lebih luas daripada seputar seksualitas dan asmara.
Aku menemukan orang-orang baik misalnya,, yang ikhlas menolong, yang penuh Arif dalam berbagi ilmu, atau orang-orang yang tak terduga, membawaku tiba-tiba ke gathering mlm misalnya. Hahahaha..
Pun agenda dengan Greenpeace, membawaku menemani Pras berkeliling Banyumas mencari tempat tapi juga menikmati alam dan apa yang bisa disyukuri di tempat 3 tahun aku tinggal ini.
Aku melewati lagi jalan dan tempat yang dulu pernah ada kenangan kita disana. Dan tak, aku tak kan menangis, aku sesak iya. Tapi aku memilih bercerita dengan Pras dengan hati gembira dan tawa yang membuncah..
Tapi bahkan ketika ku mensyukuri hal-hal kecil itu.
Nyatanya mungkin aku belum sepenuhnya menerima kenyataan, bahwakubtak bisa merengkuhmu lagi.
Bahkan ketika aku tahu ini jalan yang baik bagi kita berdua, ada part di hatiku dan di alam bawah sadar ku yang masih tak jua melepaskanmu. Yang masih saja mencari keberadaanmu setiap melintasi tempat-tempat yang pernahnya kamu ada.
Mungkin aku delusional.
Mungkin aku masochist.
Kamu adalah lukaku.
Mencintaimu dan bertemu kamu seringkali hanya berujung sesak dan luka parah.
Tapi aku masih saja lebih memilih melukai diriku lagi dan lagi.
Memuaskan sebangku sejenak.
Karena setiap rasa sakit itu, akuenyadari aku masih hidup.
Aku tak sekedar eksis.
Aku masih manusia.
Aku berkata pada diriku lagi dan lagi, untuk tinggalkan mu dan biarkan kamu sendiri. Tak perlu mencari atau menghubungi mu. Menghilang dari kehidupanmu.
Aku hampir berhasil melewati 24 jamku tanpamu.tapi tiba saja aku menatap langit saat hampir sampai kosan.
Aku sadar hari ini cukup cerah dan tak berhujan. Banyak bintang malam tadi. Dan aku bisa menggambar Orion. Orionku. Orion kita.
Tapi aku tak yakin. Makanya aku ingin memastikannya padamu. Makanya aku ingin beritahu kamu malam ini aku senang, banyak bintang, dan yah aku teringat kamu. Lagi. Tapi aku senang.
Aah. Maaf malah jadi menghubungimu lagi
Comments
Post a Comment