November oh noo

November oh November..

Ternyata tak semanis biasanya..

Di bulan ini hujan dan badai tak kunjung reda.

Begitu pula hujan di hatiku..

Ya. Kisahku bersambung  di November.
Siapa yang sangka yah?
Ternyata singkat banget..

Bukan tepat November sih. Tapi di akhir Oktober. Tapi yah. November just be my gloomy day. Ha-ha-ha..

Ya aku punya masalahmu sendiri yang tak kubagi kesiapapun. Tak juga dengannya..
Problematika yang mengancam dan sampai kali mempertaruhkan nyawaku sendiri tuk menghadapinya.

Kau kira itu berlebihan? Ah, aku tak peduli. Memang begitu adanya. Hal yang tak lagi bisa ku sepelekan karena berkali aku telah hampir dibuat mati dibunuh olehnya..
Nya kali ini bukan sosok lelaki yang pernahnya kesayanganku itu. Bukan.  Ia datang dari masa lalu ku yang kelam. Yang belum sempat kutebus dosanya..

Kalau selama ini aku pasang wajah baik saja. Seolah masalahmu hanya tentang cinta, biarkanlah. Itu lebih mudah dijelaskan.

Aku mungkin masih sering menangis karenanya. Tiap membaca lagi notes terakhirnya, dada sesak hingga mata berair tak disadari.

Tapi ketahuilah. Aku menangis bukan karena merutuk atau meratap. Aku menangis lega karena ini berakhir. Semua tanya dan spekulasi aneh yang menggelapkan jiwa. Usahi sudahi sampai sini saja.

Hari ini aku harus menyambut hari baru, melangkah sambut dan gapai lagi mimpi-mimpi ku yang sempat ku sampingkan.

Aku dan dia bertemu di persimpangan jalan yang tak disengaja. Dan oh ternyata memang jalan yang harus kami tempuh ke depan pun bukan jalan yang sama. Maka biar lah. Sambut saja lah. Berterimakasih bahwa ini berakhir. Kita sudah terlalu lama beristirahat dan tenggelam dalam kenyamanan masing-masing. Kini angin sudah berhembus. Pertanda harus segera berkemas dan berjalan lagi. Walau tak seperti ingin ku tuk menemanimu di langkahmu selanjutnya. Tapi aku harus ikhlas.

Kamu adalah hal indah sekaligus pahit yang membantuku belajar banyak. Dan salah satu kenyataan yang kucampak dari kita ialah , ternyata 'love is not 'enough'..

Aku ingin yang seperti kamu. Tapi aku juga butuh yang berbeda dari kamu.

Setidaknya aku butuh orang yang tulus menjagaku di sadar dan lelapku , sama seperti aku yang pernah berusaha menjagamu dulu. Setidaknya ada yang sigap membawakan air putih saat tanganku terlalu renta tuk menggapai sesuatu karena sakit ku..

Malam kedua ku di klinik. Sahabatku johar datang tengah malam. Ternyata ia baru saja turun dari Slamet, jadi tak menerima pesan ku. Dan saat turun ngecek hape ternyata ada BBM dari ku. Ia langsung beburu datang , bahkan tak sempat mandi atau berganti pakaian. Khawatir setengah gila. Dan sekedar ingin menjagaku.

Malam itu tanganku bengkak, karena adaasalah dengan jaringan infusku. Kalau bukan karena johar yang sadar dan bolak balik mencari perawat. Mungkin semalaman aku hanya akan meronta sendirian seperti biasanya.

Dan aku sungguh bersyukur dia ada disampingku. My best man. Bukan lagi seorang riario..

Sama seperti harapan Penny dan sobatku yang lain. 'semoga kamu dapet yang kaya Bani atau johar pit. Bukan mereka mungkin. Tapi yang tulus memperlakukan dan menyayangimu seperti mereka..'

Ah. Im so grateful for that little thing. For this miraculous breakheart.

At least it awaken me to get up . Dont be lazy again. My life is so empty before. So why not colour it again.

Not for anyone. But for my own pleasure.

Find new people. Enggage new companionship. Smile and appreciate that i got this chance to fix everything' by my self, not to rely on anyone again.

Sakit iya sakit. Biarkan saja lah.
Berusaha jangan ngeluh lagi. Nikmati sajalah. Ini proses pendewasaan ku. Toh dalam suatu proses ga pernah ada yang enak kan.

Tentang dia yang memilih pergi. Selamat melangkah..

Carilah apa yang ingin kau cari. Yang kau fikir tak bisa kau gapai bersamaku.

Ini tak bisa dibilang mudah bagiku. Tapi aku akan Survive..

Entah bagimu kisah ini selesai selamanya. Entahlah. Tapi Tuhan dan semesta pun setuju, selamanya itu terlalu lama. Itulah kenapa ada tanpa koma.
Bagiku kita hanya tanggal, tertinggal dengan koma.

Tak tahu akankah ada kata sambungnya . Tak ada yang tahu.

Quesera Sera aja.

Aku bicara ini bukan berarti masih berharap banyak padamu. Aku cuma menjadi seperti yang kau inginkan dulu. Siap menyambut apapun perubahan yang terjadi tanpa perlu menduga dan menaruh ekspektasi berlebihan lagi.

Melangkahlah. Aku pun akan sibuk menata hari. Menyelesaikan masalahku sendiri. Dan bila aku selamat setelah ini. Ya aku akan siap terbang menggapai mimpi-mimpi ku.

Aku bisa bahagia tanpamu juga ..

November memang setengahnya berisi gloomy. Tapi November belum usai. Masih ada setengah jalan. Peernya yaaa melanjutkan November itu dan mengisinya menjadi lebih positif

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know