elegi terakhir

jujur aku tak lagi tahu apa kita ini..
apa aku dan kamu.. masih adakah sesuatu?
apa yang sedang kita lakukan?
apa yang harus kulakukan lagi..
harus apa rasa yang hadir sebenarnya..?

Kamu sayang, pernah menjadi my rocks..
my strength and anchor who held me on the ground..
cambuk, buku kamus tebalku dan kopi hitam pahit yang kutemukan dalam perjalananku.
saat jatuh dan enggan bangun, kamu cambukku buat mau bangun lagi dan ga jadi manja atau cengeng..
kamu buku kamus tebal yang begitu malas ku buka apalagi baca, tapi ternyata disana aku menemukan dan belajar banyak hal..
Kamu..
Kopi hitamku..
sedang aku pecinta hal manis dan kedua asam. benar-benar benci hambar atau pahit. Tapi kamu kepahitanku, dikamu aku tahu, hidup akan lebih banyak pahitnya, daripada manisnya, untuk bangun fit! diicip kopinya, meleklah! kadang setelah kepahitan, ada enzim dalam cafein yang bekerja di tubuh memaksa kita segera bangun dan melek lagi, hilangkan kantuk karena dunia belum selesai sampai disitu aja!

aku tak ingin lagi meratapi kamu..
pun aku tak tahu benarkah kita sudah benar berakhir selesai seperti ini.. semudah itu kau melepasku..
aku tak ingin lagi meratap. kamu buang-buang waktuku..!

aku memandang apa yang terjadi mungkin lebay dimatamu. tapi aku tak peduli. ini aku, dan perasaanku yang sakit lagi-lagi atas keegoisanmu..
dan bila dipandang dari kaca luar.
mungkin sudah baiknya begini..
kamu yang bahkan tak pernah mengjadikanku bagian penting dalam hidupmu, maka kamu pun tak layak untukku. aku terlalu berharga hanya untuk disia-siakan dan diselalu dikesampingkan oleh manusia seperti kamu. sehebat apapun kamu. aku juga manusia, yang merdeka, perempuan yang special dan berharga. sudah cukup.

kamu tahu ini tidak seperti batu yang patah seperti dulu ada lelaki yang kusebut mr. harry potter. duniaku tidak mendadak gelap gulita dan berjalan pincang saat perpisahan dengan muhsigbahku.. tak juga ingin membalikkan laut , membakar dunia dan menenggelamkan dalam laut darah seperti saat pengkhianatan adan.

kali ini aku lebih sadar. kali ini aku lebih lemah juga lebih kuat. kali ini aku berusaha lebih positif memandang semesta yang sedang bercanda. lelucon yang selama beberapa hari terakhir mungkin tak bisa kutertawakan dengan cerah.
Aku hanya tersesat dalam gamang dan pusaran angin yang kencang, saking bingung dan carut marutnya, aku menjadi linglung, tak berusaha lari keluar menyelamatkan diri hanya diam saja berdiri di tengah lapang. hingga angin menyelubungiku. begitu berisik tapi juga sepi. begi sesak tapi juga lega karena yang lain tak perlu melihatku yang sedang kusut. begitu lama dan kecapaian aku tak kuat bangun, terjebak dipusaran itu agak lama.

hari ini, tiap angin blues itu seolah datang, atau kerinduan dan amarah tentangmu muncul dan meradang, aku berpaling. aku berusaha melihat mu, melihat diriku dari kacamata luar, kakakku, sahabatku. yang aku tahu sangat menyedihkan melihat aku yang jatuh cuma karena seorang kamu. dan aku tak ingin menjadi menyedihkan dan dikasihani lagi.. sudah cukup berbicara tentang kamu. tentang kecewaku. sudah cukup.

desya selalu nyuruh untuk beralih produktif aja . biar galau tapi jadi bahan makin produktif.

dan itu yang terus kucoba lakukan dan upayakan.

selama ini, kamu menjadi objek dan inspirasi banyak karya, tulisan, puisi, dan laguku. sebagian banyak memang jadi koleksi pribadi saja. beberapa pernah kukirimkan padamu. beberapa lain, tak ku tunjukan padamu, tapi malah kutunjukan ke dunia. tulisan-tulisan romance dan klise buat majalah atau media remaja. dan yaaaah, dari sana aku dapat uang. hahaha...

jadi harusnya aku bersyukur. begini. tulisanku makin banyak, semoga uangku masih terus cukup buat bisa nabung buat ini itu lagi.

kali ini buat memboyong lagi kanvas, kuas, palet dan alat dan bahan lukis lainnya.
semoga gaji berikutnya cukup dan ga melulu abis buat obat.

sudah lama sejak aku berhenti menggambar dan melukis. sesuatu hal diantara memoriku yang hilang, disana pasti ada alasan mengapa aku berhenti bermain warna. mungkin akan sangat jelek. harus belajar lagi dari nol. tapi gapapa. aku ingin mewarna lagi.

tadinya uangnya mau nyiapin hadiah dan kejutan untuk ulang tahunmu bulan depan. tapi ah., nanti kamu pikir aku gagal move on dan terus gangguin kamu mulu. tapi gimana nanti, ya lihat aja nanti..

que sera sera..

aku tak ingin berencana lagi. aku ingin berhenti membuat harapan akanmu. cuma satu aja biarin. semoga kamu terus bahagia dan dapetin apapun yang kamu mau, lalu akupun akan segera menemukan bahagia di diriku sendiri.

semoga aku segera berhenti menulis tentangmu, agar usah tak lagi larut akanmu..

dan kalau kamu sudah lewat. aku segera menemukan inspirasi lain lagi yang lebih seru.

selamat malam semesta..

dan terima kasih juga selamat tidur kamu, kisah yang berusaha kutanggalkan.

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know