Revin dan pencarian penghiburan

Ah hari hari belakangan sungguh suck..
Kepala yang berat. Tubuh yang lemas. Demam panas dingin. Mual muntah ga jelas. Pola tidur yang kacau. Nightmare. Nafas yang terus saja hilang terengah-engah. Konsentrasi yang buyar. Project jadi lama kelarnya.. belom lagi tuh paketan-paketan yang Dateng makin lama makin ngeselin...

Aaaarghhh..

Dan saat seperti ini, kemana kalian semua?

Hilang kan..

Jojo, Penny, yah aku ga akan bawa anak kmpa yg pasti lagi capek diatas. Ah aku nyesel ga bisa nyusul.

Satu-satunya penghiburan ya dengan kontak dan pesan-pesannya Revin.

Ah Revin. Siapa lagi tuh?

Halaah.. bukan siapa-siapa gue..

Namanya Revin Wahyudin (gatau bener apa kaga, belom croscek ktp-nye). Dan yah gue ketemu dan kenal orang ini belom begitu lama. Bisa dikatakan 7bulanan lah kurang lebih. Kita kenal pun berawal dari acara training clean camp nya rekruitment volunteer Greenpeace yang baru di labuan Banten Sanah, yang ternyata itu daerah tempat tinggalnya Revin.

Ga begitu banyak yang gue tau tentangnya. Karna pertama ketemu orangnya termasuk pendiem dan ga banyak omong.

Aku notabene volunteer baru, dan yah berawal dari minta photo acara clean camp waktu itu, jadilah keterusan chat panjang Ama Revin.

Ga ada niat apa-apa awalnya, selain jalin silaturahmi, nyari temen baru, biar kalo ada gathering gp berikutnya aku ga begitu canggung karna udah ada orang yg kenal selain temen-temen dari pwt. Tapi etapi, posisi ku yang saat itu sendiri dan ia pun jomblo malah disalahartikan, dan ia fikir aku lg ngegebet dia -___-". Duuh.

Itu masa-masa bebas. Saat aku masih tak terikat rasa apapun. Kontak sana jalan sini, sampe kedua sobatku Penny dan Retno marahin "Pitri mah plin plan tiap minggu gonta-ganti cowok. Ga ada yg diseriusin.."

O.oow..

Bukannya ga ada. Belom aja saat itu. Toh aku ga ingin buru-buru. Toh harus selektif. Dan selama aku belom berkomitmen ya aku masih free man kan. Tapi saat aku dan komit, ya bagiku udah satu orang doang untuk waktu yang panjang. Seluruh perhatian dan upaya ya buat orang itu doang, makanya tiap berasa sesuatu berakhir, kadang aku jadi berantakan kalau itu pake komitmen, perasaan, dan aku udah all-out.

Go back to Revin!

Ngobrol dan chat Ama Revin itu.... Hmm.. gimana ya, rame, seru, ada-ada aja, kaya ga pernah kehabisan topik, ga bergantung putus hanya karena kesibukan. Toh kita sama-sama ngerti punya kesibukan laen-laen. Kalo pun bersambung karena tidur atau apa, abis itu bangun juga bisa nyambung lagi. Kaga ada putusnya.

Tapi waktu itu sempat sejenak berhenti komunikasi kami. Saat ia berangkat ngebantu aksi di Batang, dan aku terbentur kuliah dan kerjaan yang padat jadi ga bisa nyusul ke barang . Dan di Batang pun sinyal susah. Terlebih aku enggan jadi bahan gosip anak-anak akar rumput lainnya .

Hidup berjalan. Cukup lama Revin dan zamzam berdiam di batang.

Hidupku pun berjalan.

Ada teman lelaki-ku yang saat itu seolah meminta bantuan untuk support dan motivasi. Dan aku tak tega tak ingin dia pasrah dengan hancur kuliahnya, aku pun berupaya keras di sampingnya.

Aku hanya tak pernah sangka, aku salah paham atas sikapnya.. that all i ever do is all for naught!

Revin belum kembali..

Tapi hidupku terus bergerak.
Dan kali ini pertemuan dan hubungan yang tak pernah disangka jalannya pun terjadi, mengalir begitu saja katanya. Sejak awal aku tak pernah bisa mendefinisikan apa yang ku rasa padanya . Ia lelaki menarik dan hebat, abangku, riarioku.
Ia dan semua keterburuannya dan gambaran naifnya mengajakku menikah. "Ah ini gila", kataku saat itu . Tapi kita sedang gila. Against all the odds, kita tetap memilih jalan.
Quesera Sera katanya..

Abaang dan ntah mimpi ntah harapan entah cuma ucapan belaka yang dia tuangkan ke diriku. Aku terbiasa. Hingga aku tak sebegitu takut dan memandang ngeri lagi sebuah makna keluarga. Dan di riario ku ini aku pernah berjanji.. bila kah kita bertahan, dan ia masih punya niatan yang sama kearah itu, okeh. Dengan orang ini aku akan menutup lajang. Berhenti mencari. Waktunya membangun kebahagiaan. Bukan hanya mengejar impian sendiri, tapi kenapa ga kita wujudinnya bareng-bareng. New Zealand.. land Rover.. haji backpackeran. Dan hal gila lainnya..

Entah kenapa saat bersama bang Rio aku tak pernah mengungkit Revin. Yaa.. mungkin karena saat itu kami sudah sama-sama jauh dan berfikir takkan lagi, karena Revin adalah salah satu godaan menyenangkan yang bisa saja menggoda. Atau apa, entahlah..

Lalu medsos hidup lagi. Aku tak mencari Revin. Tapi justru dia yang jadi rajin mampir di medsos ku. Dan kali ini jadi banteran saling hina ajah.

Jumat 21 November. Aku tahu ada orang gp yang datang ke pwt. Cuman baru tahu belakangan kalo yang s satunya itu Revin bukan bang Dinar.

Dan Yap. Bener aja, pagi-pagi Revin udah absen nge bbm ngabarin di pwt. Nepatin janjinya buat nyinggahin kota gue berniam ini.

Sayangnya waktu kita ga banyak.

Lama tak bertemu. Tapi yah sekalinya ketemu udah cair lagi, lelucon yang hanya antara kita berdua.

Ah tapi merdeka cafe sedang rame. Mayapada pun rame. Kita fokus ke topik!

Berpindah ke bincer, dan obrolan kami berdua semakin nyeleneh ya karena cuma berdua. Yg lainnya ikut obrolan bang hadi dan anak krigan. And thaats.. lagi hinaan soal melajang, ah tapi aku tidak. Aku sedang tidak. Dan aku pun bisa bangga dikit dengan lelaki ku yang hebat itu, riario ku. (1-0 vin :P)

Dan sekarang..
Sejak kepulangannya, hingga sekarang. Kami berkontak kembali. Dan dengan segala kegundahan hariku yang tak tahu lagi harus apa dan bagaimana sebenarnya lanjutan kisah ku dan abaang. Dengan kesibukan dan hilangnya sobatku dalam dunia masing-masing. Cuma Revin jadi satu-satunya anchor penghiburan ku.

Yah walau sekarang, bahasannya makin dewasa. Ga cuma saling hina. Jadilah kadang saling flirting.. bebas sayang. Aturannya asal jangan baper!

Aku bukan nyari rebound Abang. Aku mengenalnya sebelum kamu kan. Lagian bersama kamu yang ngajarin aku banyak hal. Salah satunya untuk lebih hati-hati. Bahwa diluar sana akan ada orang yang jauh lebih baik entah sosok atau membawa cerita yang lebih baik. Bahwa aku perempuan hebat dan kuat, i deserve to be happy, and i deserve Someone who worth it too. Penerimaan apa adanya namun juga terus mendorong menjadi lebih baik.

Dan satu katamu yang paling kuingat..
"Cewek kuat biasanya dideketinnya Ama cowok lemah. Jangan mau!"

Dan kalau lelaki seperti kamu aja ternyata ga sanggup bertahan dan ga cukup tangguh dan kuat menopangku. Harus seperti apa lagi..

Yang pasti kayanya ga Revin. Makhluk yang Mandang perempuan sebagai objek seksual Mulu. Kalau aku mau nyari partner hidup pastinya ga akan ku cari di Revin. Tapi kalau kehilanganmu membuatku terlalu gila dan butuh pelampiasan seksual, mungkin casual intimate sama dia gapapa.

Ah NGAWUR!!

Lu ga serendah dan seremeh itu pit!

Dan revin yang sedang tapi jam 12 udah molor itu sudah lelap.

Abaang pun entah masih di kantor atau sedang di rumahnya.

Semoga kamu, dia, teman-teman dan keluargaku sehaaaat dan bahagia.

Semoga aku pun segera sehat dan kuat kembali. Semoga diberi kekuatan..

Kamu tampak baik-baik saja abang. Semoga aku segera bisa seperti itu. Semoga aku segera berdamai dan mampu membangun kebahagiaanku sendiri. Walau tanpa kamu..

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know