Farewell
" No one loses anyone, because No one owns anyone. That is the true experience of freedom: having the most important thing in the world without owning it.." - Paulo Coelho..
Aku gatau kamu sengaja atau apa, kamu ninggalin gambar quote itu di laptop ku. Mungkin benar sengaja mungkin tidak, kamu yang aku tahu, bukan orang yang doyan dengan quote-quote kaya gitu. Tapi kamu juga tahu aku bahkan punya koleksi quote yang disimpan di directory ku.
Aku pernah ngebahas quote ini juga di postingan ku berbulan silam. Namun kala itu, aku masih hanya meraba belum mampu memaknai sepenuhnya kata itu. Belum bisa verstehen.
Hari ini, bukan lagi sekedar verstehen. Kini semuanya nyata. I experience it first-hand.
Mungkin ini pesan yang coba kau sampaikan padaku sejak waktu silam. Peringatan agar aku bersiap diri. Agar aku mundur sejenak. Karena kamu mulai merasa terkungkung, hingga hilang kebebasannya. Hingga kamu harus memilih pergi dulu agar bisa bebas.
You are not a thing, not possesion to be owned. So no! Im not own you.. you're not mine to be kept.
You are your own Person, A child of universe. And im not supposed to held you back ftom your free Will. Your world is not just me, if ever.
So when today you choose to cross the gate , i couldn't stop you. I dont have any reason to be mad and curse you to the moon and back just because you leave a wrecking broken heart in here.
What can i do?
"Kalau kamu ninggalin aku, ya aku bisa apa, aku cuma bisa mencintaimu.."
Padahal di awal kita pernah janji biarkan skenario Tuhan berjalan gausah sok tahu apalagi menebak-nebak, selalu siaga dan bersiap aja. Tapi bodohnya aku malah coba ngontrol kamu..
Kamu terbeban ternyata menjadi harapanku..
Aku bahkan tak sadar kapan aku menjadikan kamu bagian dari harapanku.
Yang aku tahu sebelumnya. Kamu adalah salah satu tujuanku.. makanya aku ringan hati melangkah dan melakukan apa untukmu.
Kini aku tak tahu lagi yang mana yang bisa dipercaya yang mana yang tidak darimu Abang. Karena ternyata waktu belakangan kamu selalu berkelabut, tapi di awal kamu malah lupa diri karna terlalu excited akan sesuatu yang menyenangkan yang kamu temukan, aku.
Kamu bilang aku yang bantu nyadarin kamu, tapi kamu ya single fighter jadi harus ngemban sendirian.
Tapi kamu juga aneh. Kamu malah ngajarin aku untuk belajar percaya kalau orang lain pun akan mau nolong kita kapan pun butuh asal kita berbuat baik dan mau terbuka.
Kamu aneh sayang. Aku tak mengerti..
Aku hanya tak menyangka dalam langkahmu menata ulang hidupmu, kamu pun harus mengenyahkanku juga.
Aku yang kau kata tak pernah buatmu menangis, berusaha menjagamu saat lelap dan sadarmu, menawarkan tangan persahabatan yang hangat untuk kau pulang dan mengaduh.
Aku yang kau janjikan tak menua bersama. Yang kau bilang tanggung jawabmu, lembaran buku kosong yang Tuhan beri padamu.
Kamu egois sayang!
Kamu janji katanya ga mau jadi pengecut lagi. Ga mau nurutin ego buat gampang lari cuma karna banyak halang rintangan. Tapi kamu pembohong!
Kamu lelah menanggung jawabku, bosan dengan cerita yang tertulis. Jadi kamu usir aku.
Dan kini kamu telah berjalan membuang atribut komitmen yang kamu sendiri buat untukku percayai sendirian.
Kamu mundur diri sebagai lelakiku.
Tapi itu bukan hakmu..
Kalau kamu mau lepas, aku yang harusnya mencoret namamu sebagai lelaki kesayanganku. Tapi bahkan, semarah sesakit seberat apapun bersamamu, aku masih kekeh rasa sayang itu ga kunjung hilang. Aku tak bisa menjanjikan akankah kamu benar-benar hilang dari kesayanganku.
Ya kamu tak disampingku lagi.
Aku harus berjalan sendirian lagi. Aku harus melatih sayapku yang lama kutanggalkan agar bisa berjalan disampingmu, untuk bisa terbang lagi. Dan itu tak mudah. Tak ada yang bilang mudah. Tapi pasti aku bisa.
Suatu hari, saat kau lelah berjalan, duduklah istirahat sejenak dibawah pohon rindang. Seka keringat dan lelahmu.
Bila terdengar sayupan burung bersautan, mengepak sayapnya, terbang dengan lihai dan bebas dan abstrak. Nikmati sajalah. Mungkin saja salah satu itu sebenarnya aku yang sedang terbang..
Jadi lihat saja lah keatas bilakah suatu waktu kita akan berpapasan , saat itu kamu melihatku sudah terbang dengan indah, bernyanyi nyanyian yang menghangat lkan jiwamu atau memilukan hatimu. Aku suka begitu memang.
Bila suatu hari kamu ingat dan rindu aku, maka baca dan lihatlah lagi tulisan-tulisan dan kata yang pernah terangkai untukmu. Tentang kita. Tentang jalan kita. Tentang bagaimana aku pernah jadi gadismu yang paling bahagia, entah karena apa. Hanya karena aku pernah sangat menyayangimu dan merasa kau pun sama. Tentang isi kepala dan kata-kata yang tak kau izinkan dan berikut waktu tuk sampaikan. Dan akhirnya tentang aku yang setelah sekian hari masih saja meneteskan air mata.. kala dulu namamu pernah menghangatkan hati, kini tersisa hanya menghenyakkan diri menyesakan dada, hingga aku sulit bernafas.
Maka bacalah, mungkin disana kan kau temukan aku.
Aku khawatir tak kan bisa lepas dari keingintahuanku untuk terus setidaknya ada disekitarmu.
Walau kutahu, aku tak lagi jadi siapa-siapamu. Bolehkah aku terus ada. Kamu masih kakakku kan? Abangku yang rese? Partner diskusi dan pelatih katidaktahuanku..
Berjalanlah sayang, kemanapun kamu mau. Melangkahlah.. terus berbagi kebaikan dan menginspirasi dunia.. jadilah lelaki yang kan terus kubanggakan pada duniaku juga, bahwa kamu pun abangku. And im so Proud of You..
Ternyata angin kita arahnya berbeda.
Aku mungkin akan terus melihatmu walau dari kejauhan. Tapi aku tak kan menghadang ataupun menarik langkahmu lagi sayang..
Aku bangga dan bahagia kamu bisa kubilang lelakiku.
Aku pun harus bersiap untuk terbang lagi.
Kamu bilang kamu bawa semangatku bersamamu. Maka bawalah. Jangan kau lepaskan.. setidaknya saat kau lelah, kamu tahu aku akan bawel dan merengek dan mengejek dan mengkritik mu supaya jangan jadi lemah. Harus bangun dan tangguh lagi. Jangan malu-maluin Napa..
Bukan malu Ama gue, malu Ama dirimu sendiri kalo gampang nyerah.!
Mungkin aku masih menangisimu sekarang. Tapi kuharap aku takkan berusaha menghambat jalanmu. Seingin apapun aku untukmu disisiku, aku tahu ini yang terbaik bagimu, ini yang memang dari dulu aku bawelkan dan harapkan kamu mulai sadari dan berbenah atas hidupmu.
Semoga kamu menemukan ketenangan dan kebebasan yang kau cari itu sayang. You're single fighter. And im livelier, we're Survivor of the storm.
Mungkin kita tak lagi punya komitmen yang sama untuk berjalan. Tapi aku beruntung nemuin harta berharga dari kamu. Yang akan ku terus belajar dan belajar lagi dan dijaga juga ditularkan ke dunia sekitarku.
Mungkin ini salah satu jawaban dari banyak doa" dan tamyaku pada Tuhan.. aku memang tak minta dimudahkan sayangnya..
Bila ia jodohku, kuatkan lah teguhkanlah.. bila ternyata bukan ia, beri kekuatan lebih agar kami bisa sama-sama berdamai dan membertemui jalan kami. Bahagia bersama maupun tidak berdua..
Kalau aku bilang tak mengharap kau kembali mungkin bakal sangat pembohong.
Tapi kamu tahu aku tak pernah melarangmu kan.. aku biasa membebaskan dan membiarkan kau memilih juga menjalani hidupmu..
Saking terbiasa.. hingga tak sadar, yah mungkin ini pilihanmu untuk tak lagi memilihku juga..
Ah sudahlah. Aku bisa handle ini sendiri.
Aku gapapa, lukaku bisa kubalut sendiri. Yang penting kamu baik-baik saja.
Mungkin kamu tak lagi menginginkanku . Biarlah. Aku akan berusaha terbiasa akan itu. Nanti juga jadi biasa..
Tapi terima sajalah. Kamu tahu aku kebanyakan kasih sayang , jadi terima saja kalau kamu masih kecipratan kasih sayangku..
Aku takkan meminta kembali atau pamrih padamu kok. Aku tahu diri.
Toh yang selama ini sering ku percaya. Bila milikmu itu kan tetap milikmu, kembali padamu. Cinta pun akan tahu kemana jalan pulang.
Selamat melangkah lelaki hebatku
Comments
Post a Comment