Tentang kamu yang dalam hati kupanggil sayang

Hei sayang..

Boleh kan ku panggil kamu “sayang” ?!

Emang sih belum ada pernah kejelasan tentang apa makna dari kedekatan kita ini. Tapi dalam hati dan tanpa kamu ketahui, aku seringkali menyebut dan memanggilmu Dengan sebutan ‘Sayang’. Yah walaupun emang untuk konsumsi Pribadi aja sih. Mana berani aku manggil begitu langsung di depan kamu. Aku tak punya cukup nyali untuk itu.

Entah kamu sadari atau nggak yang, sejak kamu mengajakku keluar melangkah dari zona nyaman ‘Teman Main’, interaksi kita pun jadi berubah. Ya aku masih fitri yang sama, gadis tomboy yang ceroboh, kikuk dan petakilan. Hahaha.. tapi kini, saat bersamamu atau di depanmu, aku tak se-Pede itu, nyaliku ciut untuk bertingkah aneh-aneh atau ngeledek songong ke kamu atau teman-temanmu, mendadak aku jadi pemalu, sayang. Aku pun makin kikuk, mati kata dan mati kutu saat dihadapanmu. Hingga aku pun memilih untuk menikmatimu dalam diam, lalu hanya berharap kamu yang akan memulai menyapaku duluan.

Ah bodoh!

Padahal aku tahu kalau kamu itu pendiam, sosok pemuda yang introvert dan tidak banyak omong hal-hal basa-basi. Pun kita jadi saling diam-mendiamkan walaupun kita berada di tempat yang sama, Awkward! 

Kecanggungan diantara kita justru yang membuat kita seolah berjarak, tahukah kamu ini menyiksaku sayang?!

Menyebalkan! Membuat frustasi..

Terlebih bagiku yang seiring hari berlalu mulai bergantung pada kehadiran konstanmu untuk sekedar membantu, makan bareng dan mengisi kekosongan hariku yang seringkali melelahkan. Ya walaupun kamu juga yang sukses bikin hari-hariku kayak naik rollercoaster Dengan sikapmu yang berubah-ubah dan berulang bikin marah, sebal atau kecewa.

Ya apapun bentuknya itu. Apapun rasanya itu. Kehadiranmu memberi warna lagi bagi jiwaku yang telah sekian lama tandus ini.

Sebelum kamu, aku memilih sendiri dulu. Focus Dengan diriku sendiri. belajar, kerja, hibernasi. Alhasil aku pun lupa rasanya disanjung dan dibuai oleh hal asing bernama cinta. Flat. Itu deskripsi teman-temanku tentangku yang lalu.

Selamat!
Kamu hebat!

Kamu bikin aku jadi berwarna lagi. Dengan paketan rasa nano-nano yang kamu tawarkan. Aku terbuai. Aku menikmati kamu ajak naik rollercoaster mu. Berusaha mengenal dan menyesuaikan hidupmu dan hidupku.

Dan aku terjatuh sayang. Aku terjatuh padamu. Karena kamu.

Aku sudah jatuh. Tolong tangkap aku sayang!

Semoga kamu bukan bagian dari orang-orang yang hanya sekedar singgah dan kemudian pergi meninggalkan. Kumohon jangan ya sayang! Karena aku pun tak yakin sanggup. Sanggup kembali menjadi berteman biasa saja lagi. Sama kamu yang telah mengombang-ambing hariku. Karena semua sudah tak sama lagi sayang. Kita sudah berbeda.


Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know