Masih belum beranjak darimu

Kupikir semua baik-baik saja
Tlah kucoba hiraukan suara-suara tak enak dan menjatuhkan tentangmu tentang kita..

Aku begitu percaya padamu..
Aku pikir memang beginilah adanya kita. Begitulah kami. Dan seperti inilah yang terjadi ketika sepasang makhluk "introvert and quiet ambivert" bertemu, lelaki B yang santai dan cuek bersama gadis A yang serius dan penyayang macam aku.

Ah betapa bodohnya aku berfikir sedangkal itu. Seremeh itu. Karna bisa jadi realita yang terjadi jauh lebih kompleks dari persepsi itu.

Disinilah aku nampaknya, gadis bodoh yang polos, cuek dan kurang peka terhadap tanda dan kode yang kau sampaikan. Bahwa sebenarnya kamu tak nyaman. Kamu tak ingini ini, kita, aku dan kamu berlanjut jadi kita. Aku yang terlalu buta untuk melihat itu semua mungkin.

Aku baru tahu, baru sadar justru saat adik-adikmu, teman baik ku di kampus yang meminta bahkan memohon untuk "sudahlah ka, berhenti lah berharap pada dia. Aku tak ingin kaka tersakiti lebih. Carilah yang jauh bisa menerima kaka! "..

Rasanya seperti tertohok. Ketika kamu belakangan menghilang (lagi) dan mereka yang tadinya mensupport aku buat atau dan jagain kamu malah memohon ku untuk menyerah memperjuangkan kamu. Tak bisa ku hiraukan begitu saja pinta mereka, karna aku pun tahu mereka teman baikku dan kamu yang sama-sama sayang dan mengharap yang terbaik buat kita berdua.

Bermenit-menit. Jam hingga hari pun berlalu. Dan kau tak kunjung menyapa ku seperti biasa.

Ada apa sebenarnya ?
Adakah kau sempat mengingat dan merindukan ku sayang ?
Atau malah begitu mudahnya aku luput dari ingatanmu?
Adakah yang lain yang menghiasi harimu kini?

Aku bimbang.. Aku galau harus apa lagi.
Haruskah aku bertahan dan menunggu kamu seperti biasa ataukah ku turuti pinta sahabat-sahabat ku yang memintaku berhenti menanti kamu dan memilih pergi??

Bukan. Bukannya aku tak bisa melangkah tanpa kamu. Aku hanya ga mau. Aku belum siap pergi beranjak dari nyaman pelukmu. Menghilangkan wajah dan aroma tubuhmu yang melekat di diriku. Sayang, aku belum ingin beranjak tanpamu..

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know