Jangan paksakan genggamanmu
"really? Him?"
"why him?"
"what you look in him?"
"dia itu kan...... Dia udah sering nyakitin kamu, buat kamu nangis.. Dia ga pernah perjuangin kamu seperti kamu memperjuangkannya... Kenapa masih bertahan?"
"kau hanya membuang waktu.. Terus-terusan menyakiti diri sendiri. Pergilah.. Lepaskan!"
Jangan tanya kenapa... Karena aku pun tak tahu harus jawab apa lagi.. Begitu banyak alasan, jawaban yang entahlah itu kejujuran nya ataukah sangkalan belaka untuk meredakan keresahan hatiku dan menampik pra sangka kawan-kawanku, sahabat dan abang ku yang ku tahu sebenarnya mereka sungguh menyayangi aku, mereka mengkhawatirkan aku dan tak ingin aku terluka tersakiti hanya karena cinta yang salah. Aku tahu itu.. And i appreciate it really.. Though i still being like this.. Im sorry..
Aku sakit.. Aku sesak... Aku ingin sekali menuruti pinta mereka yang meminta ku berhenti dan pergi dari sini.. Tapi bagaimana? Bagaimana caranya untuk berhenti aku tak tahu... Bagaimana harus menyerah dan pergi ketika di otakku masih penuh dengan jutaan tanda tanya yang tak pernah sempat dan berani ku sampaikan padamu; ketika separuh hatiku terlalu tak tega dan masih sangat merindukan dekapanmu, tak bisa menampikan aku sayang kamu; ketika sebagian dari jiwaku kehilangan waras ku karna kamu, aku masih di landa shock tak percaya kamu tega mempermainkan hatiku.. Aku.. Seorang yang kau pernah kata satu-satunya yang begitu memperhatikan dan menjagamu.. Aku tak percaya.. Aku sakit..
Kamu jahat.
Walaupun ini juga salahnya aku, ketika aku lupa untuk ber mawas diri.. Aku lupa untuk siap berjaga.. Untuk tak sepenuhnya percaya bersandar kan hatiku padamu, pada sosok yang tak pernah mau menjanjikan apa-apa padaku karena tak ingin mengecewakan ku, itu katamu.. Tapi aku bodoh. Aku percaya kamu.. Aku sandar kan jiwaku yang sedang letih dan sepi ini padamu.. Dan aku sakit.. Aku kecewa parah saat ombak kepercayaan mencoba menggoyahkan aku.. Saat kau memilih hilang dan berjarak.. Saat di depan mataku kau memilih menghabiskan waktumu dengan gadis itu.. Bukan aku.. Aku kecewa..
Dan aku galau.. Aku gamang... Tak tahu lagi harus apa.. Aku pun terus dilema untuk pergi atau memilih diam disini..
Aku tak akan memohon kau untuk tinggal.. Aku tak serendah itu untuk mengemis cintamu.. Hati yang mungkin tak sepantas itu untuk ku turunkan harga diriku..
Kamu ya kamu..
Aku ya aku..
Dia ya dia..
Aku bukan dia dan dia pun bukanlah aku.. Duniaku tak sesimpel dan seindah dia memang.. Hidupku keras.. Duniaku perjuangan kelam yang butuh kerja keras.. Butuh orang hebat di dalamnya... Dan perjalanan hidupku itulah yang telah membentuk diriku menjadi aku yang sekarang.. Aku yang pragmatis, realistis, tangguh, setengah dewasa setengah kekanakan, aku wanita hebat kata kawanku... Dan jelas lah aku bukan dia.
Ya, aku pun melihat itu.. Pesona nya dia.. Gadis lugu, periang, supel seakan punya cahayanya sendiri.. Ia bagai berlian kecil yang terselip diantara onggokan barang-barang vintage kulit, batu, jati seperti kita ini sayang.. Ia tampak berbeda.. Dan itu menarik.. Dan aku pun tak menyalahkan bila kamu pun tertarik padanya..
Karna dibandingkan aku.. Ia tampak lebih berbinar.. Karna hari ini sinar ku sedang redup.. Aku tak lagi sebercahaya itu..
Tapi maafkan aku tetap dan telah kecewa sayang..
Semua seakan kamu tak pernah anggap kehadiranku.. Kepedulianku yang begitu dalam untukmu... Kamu buang gitu aja.. Dan aku sakit karenanya..
Kamu jahat!
Bila memang akhirnya ia yang kau pilih.. Bila pada saatnya hatimu telah bersambut olehnya.. Bila itu pilihanmu.. Dan bahagiamu disana... Ketika aku pun tahu bahwa ialah yang kau tunggi, ia mampu menjaga mu dan bersabar bertahan untukmu.. Ia berhasil menghadirkan cahaya dan semangat dalam hidupmu itu lagi.. Aku belajar ikhlas sayang.. Aku akan belajar tersenyum melepasmu... Aku pun turut bahagia untukmu.. Karena bagiku ya kebahagiaanmu itulah yang jadi alasanku..
Maka berbahagia lah sayang dengan apapun pilihanmu... Aku sedang berusaha menjaga jarak.. Aku memperbaiki diriku lagi... Aku tak ingin mengusik harimu lagi... Tapi ketahuilah, bila nanti kau merindukanku... Aku kan ada disini.. Dan pasti aku sambut senyum untukmu...
Maka janganlah paksakan genggamanmu untuk aku.. Bila itu hanya sebuah keterpaksaan...
Aku masih teman baikmu.. Kau masih sahabat baikku... Kau masih terus melihatku... Dan aku masih akan terus menyimpan mu di hatiku.. Aku sayang kamu..
Tapi aku harus pamit untuk mundur sejenak dari sampingmu.. Semoga kamu bahagia sayang
Comments
Post a Comment