Sebuah rumah bernama kenyamanan

Kamu bukanlah satu-satunya lelaki di hidupku, bukan pula yang pertama yang pernah mendekat dan berbagi cerita bersama, dalam peran apa saja..

Tapi sempat mengenalmu menjadi syukur tersendiri yang kupanjatkan pada Tuhan lewat doa disela hari dan juga sujud-sujud sholat pada penciptaku..

Aneh juga ya bisa sedekat ini mengenalmu.. kita seringkali berada di lingkaran ruang dan kawan yang sama, sekre! Tapi di tahun-tahun sebelumnya kayaknya untuk sekedar sapa dan obrolan ringan saja aku tak ingat.. kok ? Kamu yang dimana atau aku yang kemana aja ?

Usia yang terpaut lumayan berbeda pun sempat bikin ku heran kok  bisa aku nyambung banyak hal dengan kamu. Seolah kita di jalur yang sama, alangkah usia tak pernah terbahaskan selain buat jadi bahan ledekan..

Selama ini aku sering beranalogi tentang aspek hidup. Dan bagiku kenyamanan dan keamanan itu ibarat rumah.
Ya, rumah.
Tempat bisa pulang dan menghilang sejenak beristirahat dari penatnya hari, ruang dimana bisa bebas dan leluasa tampil dan nunjukin keaslian diri tanpa perlu malu bakal di judge dan di Bully, tempat familiar yang juga jadi kekuatan, motivasi dan semangat bangkitkan keberanian untuk berbicara dan bertingkah apa yang di mau.

Tapi cerita hidup yang aku jalani, bikin aku sempat berfikir bahwa pandangan ku tentang nyaman itu terlalu utopis dan ga mungkin, kalo pun ada ya susah ditemuinya..

Tak terpikirkan sebelumnya, kan ku temukan penggambaran nyata kenyamanan itu di kamu bang.. sosok mu yang begitu saja, justru membuatku merasa tersanjung akan kepedulianmu, merasa aman dengan kamu.

Seiring waktu bersama, kamu yang menggenapi betul menjadi rumah itu. Tempatku bisa rehat bersandar, kekuatanku dan biarkan ku leluasa jadi diri sendiri.

Aku sedang beruntung dipertemukan denganmu bang..

Ketika suatu waktu kamu nyatakan kenyamanan bersamaku. Ah sungguh aku merasa tersipu namun juga terheran-heran bagaimana bisa? Kenapa aku ?

Ah ya, aku Amini deskripsimu yang yang sering berujar aku ga ada cewek-ceweknya acan. Hahaha..

Ya memang. Aku besar sebagai gadis tomboy yang begini adanya, tak cantik dan sexy fisik, kaya pun ngga, pintar yaaa ga terlalu.. da aku yang biasa-biasa aja kaya begini, ya jelas heran dan kadang berasa insecure berdiri di sampingmu..

Ya yang bisa ku tawarkan hanyalah hangat nya persahabatan dan ku akan mengajakmu berkelana menjelajah waktu dan mimpi-mimpi aneh. Hahaha..

Katanya aku bikin kamu jadi kaya anak kecil lagi. Hahaha.. rasakan!

Dengan segala insecure dan kekurangan ku, kamu masih disini bersamaku, bersandar di rengkuh dan peluk tubuhku..
aaah it nice to be with you..

Quesera Sera lah dengan apa yang terjadi besok atau lusa. Sekarang aku masih terus bersyukur dan menikmati rumah nyaman yang kita bangun berdua. Mumpung kita masih disini, masih baik saja..

Udah ah semoga kita masih bisa bertahan, kamu masih disini untuk waktu yang panjang. Semoga! Cuma Tuhan yang tahu..

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know