Cinta pilihan tuhan

Cinta itu memang candu yah.. Dan saat kita dah terjatuh dalam jeratnya, kadang logika sudah semakin sulit berfikir rasional dan memandang objektif akan hal-hal apa yang terjadi.. Mata para pecinta seolah ditutup, semua jadi gelap di sekeliling cuma bisa melihat sinar sang objek kecintaan, ia akan tampak seolah hal paling bersinar kemilau dan menarik, secara naluriah manusia akan mendekat dan mencari sumber cahaya kilau itu. Pecinta akan berjalan menyusur kegelapan berjalan menuju cahaya itu. Biarpun harus tertatih, terengah-engah dalam perjalanannya tapi biasanya pecinta yang sejati tak akan menyerah begitu saja.. Ia akan terus berjalan. Berjalan membangun harapan dan mimpi akan sang tercinta.. Akankah mimpi itu terwujud menjadi bahagia nyata atau malah cinta itu sebuah fatamorgana pisau dalam sarung, hanya tuhan yang tahu... Dan manusia sebagai pecinta hanya bisa menanti wakti bergulir menyingkap skenario tuhan yang sudah terpatri.. Biarkan sang waktu berbicara..

Usia 20, sedikit banyak aku telah berkenalan dengan pahit manisnya kehidupan yang fana ini.. Dari cerita soal pertemanan lucu, keluarga, lika-liku masa sekolah, balada jadi mahasiswa, rasanya jadi militan kampus sampe kecemplung dilabelkan aktivis, soal beban tuk jadi tulang punggung keluarga, mengais membangun ekonomi yang stabil mulai dari diri sendiri, hingga cerita terbang dan jatuhnya mencinta.. Toh aku manusia biasa..

Pengalaman hidupku.. Sejarah hidupku.. Inilah yang membentuk diriku yang sekarang ini. Aku yang hanya gadis muda tak sempurna namun punya mimpi besar dan harapan yang tak kecil juga akan hidupnya untuk bermanfaat bagi orang lain..
Yang kucari cuma satu.. Bahagia.. Aku ingin bahagia!

Aku bukan gadis yang mudah.. Sungguh tak mudah keep up berjalan bersamaku.. Aku sadar itu.. Maka dari itu, aku terbiasa.. Aku membiasakan diriku untuk mandiri.. Menjadi pribadi yang independent dan tidak bergantung mengandalkan orang lain untuk mencapai apa yang kumau.

Mereka bilang aku cewek tangguh, kuat, mandiri, tomboy, dewasa, de el el lah..

Ah masa iya? Aku iyakan saja lah ya... Biar gampang.

Aku senang menjadi kuat sendiri tapi aku pun tak akan munafik aku butuh sandaran.. Ketika hidup terlalu melelahkan, aku ingin partner berjalan dan teman bercerita yang siap mendorongku saat lelah berjalan, menuntunku saat tak tahu harus jalan kemana, menjaga ku, mendengarkan gundah dan memotivasi balik bagiku.. Aku bisa pulang dan lari dari kejamnya dunia dalam peluknya.. Disana kuharap temukan rumah.. Sebuah perlindungan tanpa pamrih, sederhana, menyajikan rasa aman dan nyaman.

Aku ingin pulang.. Aku ingin buka baju.. Buka semua topengku.. Aku ingin sekali saja aku ingin jujur menjadi telanjang akan semua ketidaksempurnaanku tanpa harus bersembunyi dan berbohong lagi.. Aku ingin bisa percaya lagi pada manusia..

Berkali kujatuhkan pilihan.. Betbagi hati mengajak lelaki pilihan menyelami halaman pekarang rumahku.. Berharap mereka cukup tangguh untuk bertahan dan sudi untuk masuk lebih jauh.. Tapi tuhan memang punya suratannya..

Aku pernah berbagi percaya.. Berbagi kasih sayang ku yang melimpah.. Hingga lelaki itu mengundurkan diri dan memilih mundur keluar dari gerbang hidupku.. Aku percaya hingga saat sadar belakangan bahwa aku berjuang sendirian.. Ketulusanku tak pernah bersambut penghargaan dan penerimaan tulus darimu lelaki pilihanku.. Aku pernah percaya hingga sang kecintaan mengkhianati dan membuat pupus kepercayaan itu.. Aku pun lelah..

Kini aku menyepi.. Bersama rinai hujan malam ini..

Aku tak kehilangan harapanku.. Aku berusaha bangkit lagi.. Karena aku percaya tuhan menyayangiku.. Mungkin dengan mematahkan hatiku ia mencoba memberi tahu ku untuk sudah jangan main-main mulu, tuhan sudah nyiapin yang lebih baik.. Buka hati aja.. Karna siapa tahu orang itu sebenarnya ada di sekitar kita.. Hanya belum sadar aja..

Cinta kapan datangnya?
Siapakah gerangan dirimu pilihan sang pencipta untukku?
Jangan terlalu lama jauh ya, aku menunggu kamu datang disini.. Berusaha memantaskan diri untuk bersamamu kelak.. Siapapun itu kamu.

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know