Sebuah dramaturgi, dan kebencian akan berubah

Yah inilah mungkin yang dikata segala awal pasti ada akhir. Hidup itu terus berubah. Perubahan itu adalah pasti dan menjadi siklus yang hakiki..

Kawan dan kerabat kerap memanggilku aktivis. Terlahir sebagai anak yang aktif, petakilan, ga bisa diam katanya. Tapi itu kata mereka. Itu persepsi yang mereka bangun atas diriku. Hasil kontruksi dari cuplikan laku dan Lakon hari-hari ku yang mereka temukan. Lalu difilter. Dipilah dan dikelompokkan sesuai kehendak ingin mereka. Dan mereka inginnya banyak. Tapi aku tak mampu memenuhi segala karakteristik itu.

Ya. Aku. Fitri. Seorang gadis kecil yang dilahirkan dan tumbuh ditengah keluarga yang minim keturunan perempuannya, yang dimana keberadaan anak laki-laki selalu punya hak dan sense istimewa apapun yang dilaku nya. Dimana tempat perempuan hanyalah seputar sumur dan dapur. Di dalam rumah. Lemah tak bisa apa-apa. Tingkah yang tidak sesuai dengan itu namanya menyimpang. Melanggar norma. Berarti salah. Berarti dosa. Berarti ngawur. Anak setan kamu!

Ah aku sudah biasa.

Aku yang selama bertahun selalu dilihat dengan mata terpejam. Aku si anak setan yang ga punya tempat di masyarakat ini. Akulah yang kini melanglangbuana di tanah orang. Dan aku ingin katakan ini..

Bahwa dibalik topeng dan kostum ku sebagai perangai gadis kuat, tegar, dewasa. Aku hanya berbohong pada kalian. Aku sedang berdramaturgi! Aku sedang mengkonstruksi pikiran kalian tentang aku.

Nyatanya aku tak sekuat itu. Aku tak sehebat itu. Tapi aku pun tak selemah itu. Aku hanya manusia biasa dengan segala kurang dan lebihnya. Lemah dan kuatnya. Aku biasa saja. Perempuan biasa yang dalam satu masa pun merasa rapuh dan butuh perasaan aman dan nyaman dilindungi dan bersandar ke sisi yang lebih dariku. Aku ya begitu.

Terlepas dari semuanya. Karena mereka sering kata bahwaku petakilan dan ga bisa diam. Dunia memiliki sebagai makhluk fleksibel dan dinamis. Yang terus berubah dan menikmati dalam arus perubahan hidup yang dinamis.

Aku tak seperti itu. Jauh di dasar diri, aku tau aku orang yang begitu benci akan perubahan yang terjadi begitu tiba-tiba. Dalam hal apapun. Aku benci ditinggalkan dalam gelap. Tak tahu apapun. Dan ya aku benci perubahan mendadak yang akan mengagetkan aku. Aku benci tidak siap menghadapi itu. Aku insecure. Aku takut kalah. Aku benci dikalahkan oleh keadaan.

Dan bersamamu. Sejak awal perubahan dekat kita. Fluktuasi rasa yang kurasa hari-hari saat bersamanya. Hingga sakit, senang, sedih sudah pernah. Aku sudah berharap. Dan sekarang, secara sepihak, dengan tiba-tiba, keadaan ini. Kamu pinta aku berhenti.
Kamu berubah. Dan aku benci..

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know