Tentang Orion
ORION..
Apa itu?
Siapa dia ?
Kayak gimana ?
Yah sering banget dapet respon balik tentang itu.
Dalam ilmu pengetahuan astronomi, Orion ialah satu dari banyaknya konstelasi bintang di langit, ia dikenal sebagai rasi "pemburu" atau di kalangan para pelaut Indonesia dipanggil dengan "waluku".
Dalam mitologi Yunani pun, Orion adalah anaknya poseidon dan Eorelius, yang sebagai anaknya dewa laut ia pun bisa berjalan dan mengendalikan air. Ada banyak versi tentang kisah Orion, juga ttg bagaimana ia mati dan diangkat menjadi rasi bintang. Ah tapi sayangnya dalam mitologi ini, versi manapun menggambarkan karakter negatif yang dominan seperti kesombongan, hingga ia mati oleh, ataupun karena scorpio.
Trus kenapa ngomongin Orion ?
Duh kenapa ya..
Aku suka nama ini sejak pertama mendengarnya lewat karya-karya fiksi fantasi yang pernah ku baca. Manis tapi cool kayaknya yah.
Gatau kenapa suka aja dengan nama ini. Terdengar manis di telingaku.
Sayangnya yang ku paham sebelumnya, cuman dia rasi bintang. Udah gitu aja.
Ya walaupun sempet baca deskripsi dan kisah mitologi Orion yang bagaimanapun, tapi anehnya tidak menyulutkan interes ku akan nama ini.
Tetep. Suka.
Saking suka nya, aku yang demen mix-and-match nama buat karakter tulisanku jadi sering pake nama ini. Dulu. Dan sempet malah berandai, kalo punya anak namain Orion ah.. cuman ga dipikir panjang, ga diambil pusing, karena kata anak dan pernikahan sebelumnya sangat jauh dan jauh-jauh ku kesampingkan..
Ketemu kamu yang banyak tahu akan apa saja makin membuatku takjub dan nyaman, ternyata satu diantara ketertarikanmu itu adalah tentang perbintangan. Ya jelaaas aku yang gatau apa-apa ini minta diajak tahu juga tentang bintang dan apapun yang mau kamu ciptakan ke aku ilmunya. Hehe..
Pertama kali skygaze sama kamu, malam itu aku pun bertanya "Orion yang mana?" Dan kamu menunjuknya dan ajari ku untuk bisa menikmati Orion juga, yah walau tak terlalu jelas malam itu. Tapi aku putuskan sejak itu, Orion lah rasi favoritku.
Kita yang kala malam itu hanya sebagai kawan dekat, entah ada angin apa, dengan santai aku bercerita bahwa aku berharap nanti suatu saat punya anak, mau dikasih nama Orion sebagai salah satu part namanya. Selain Orion ya bisa dikombinasikan dengan nama lain yang lebih islami atau indonesiawi. Ya itu terserah lelaki masa depanku lah.
Ngga. Aku ga pernah berani berharap kita bisa sejauh ini. Possibilitas kamu menjadi pendamping hidupku kelak pun meningkat. Tidak, aku tak berani bermimpi dan tidak mau berharap apa-apa dari kedekatan kita sebelumnya. Aku hanya membuka tangan lebar, ya inilah yang bisa kuberikan, hangatnya persahabatan dan kenyamanan berfantasi bersamaku. Aku ga mau baper dan membawakan kamu kan. Aku juga takut jatuh kalo mimpi ketinggian.
Sampai detik ini kamu masih setia menemani di sampingku, di depanku saat ku tak tahu arah kemana dan kemungkinan malah nyasar, di belakangku saat aku mulai lelah dan berfikir menyerah, kamu akan mendorongku dan mensupportku untuk maju. Terimakasih kamu..
Tuhan baik banget mempertemukan aku dengan makhluk kayak kamu. Sebaik kamu..
Kamu mengajakku bermimpi akan masa depan. Masa depan bersamamu. Dan walaupun ada segelumpuk ketakutan dan kekhawatiran di hatiku, aku melakoninya.. aku menyanggupi mencoba melihat berandai masa depan bersamamu. Dan aku lihat dan rasa kita akan baik saja, kerasnya dunia di depan dan sekeliling kita, selama kita bersama, selama aku masih punya kamu, aku tau bakal baik saja, bakal sekuat tenaga melakoninya. Menjadi survivor..
Tapi sayang, maafkan. Keraguan ku begitu besar untuk melangkah maju bersamamu. Aku takut..
Berapa hari ini tubuhku memang sedang tidak fit. Aku menghabiskan banyak waktu luang ku untuk beristirahat.
Sayang tahukah, ada hal yang belum sempat aku bagi padamu tentang tidurku..
Aku beberapa kali bermimpi. Ya maaf aku tak bisa ingat penuh apa isi mimpinya. Maaf.
Yang setelah beberapa kali terjadi, akhirnya ada bagian yang berhasil kuingat, kurekam. "Orion". Seorang anak kecil bersamaku, lucu sekali dia sayang. Namanya Orion sayang. Orion kecil bermain, belajar dan berpetualang bersama ayah-ibunya.
Ah sayangnya aku belum tau siapa calon ayahnya Orion. Mungkinkah itu kamu sayang ?
Hahaha..
Amien. Semoga saja begitu yah..
Tapi aku masih takut bercerita padamu, aku takut terbawa perasaan dan malah terlalu berharap.
Que Sera Sera..
Apapun bisa terjadi kan..
Termasuk kemungkinan ayahnya Orion itu kamu, sayang. Hahaha..
Sudah ah, sudah malam. Selamat malam.
Comments
Post a Comment