Pagii, terimakasih

Pagii mentari..

Ya kamu belum begitu tinggi memang di jam-jam segini. Tapi aku tetap ingin menyapamu. Terimakasih terus menjadikan terang dan mengizinkanku melihat warna-warni bunga, hutan, laut, burung, ikan, binatang lain yang lucu-lucu dan keindahan ciptaan Tuhan lain yang belum sempat ku sebut satu persatu.

Purwokerto pagi ini agak dingin mentari,, sejuk dan yah asri. Begitu damai. Semoga hari ini cerah ya..

Tuhan terimakasih masih memberiku kesempatan bangun dan menghirup aroma segar kehidupan hari ini. Terimakasih masih memberiku kesempatan atas nyawa kehidupan di dunia ini.

Terimakasih telah memberiku kesempatan bertemu lelaki istimewa ini. Manusia yang sedikit banyak sudah mengajariku tentang apa saja.. menguatkan dan menjaga ku pula.. terimakasih Tuhan, kau maha baik padaku, hambamu yang masih seringkali lalai akan perintahmu..

Aku menulis ini, di pagi ini.. sambil duduk dan memandangi wajah lelapnya.

Hahaha..

Ia selalu menganggap memandanginya tidur adalah hobi ku. Dan ku akan mengelak.. hahaha..

Entahlah. Aku suka dengan pemandangan begini. Melihatnya terlelap dan mencoba membangun mimpi terlepas dari penatnya dunia. Wajahnya, geraknya tampak begitu jujur di mataku.

Dan yah pagi ini bisa ku saksikan, bagaimana wajah lelapnya begitu lelah, raut capek dan stress. Aku tau, sedang banyak hal yang bercokol  di kepalanya..

segala permasalahan yang datang ini membuat raganya lelah, fikirannya sesak padat, emosinya menjadi tidak stabil, oh sungguh aku merasa bersalah padanya. Aku menjadi salah satu alasan munculnya bibit masalah ini, ia memilih bersamaku.. dan aku pun tak tahu, tak bisa berbuat apa untuk meringankan beban dan permasalahan yang nampak menyengsarakannya  ini. Aku tak tega. Aku tak suka melihatnya menjadi sengsara, menderita, kesakitan atas satu hal atau lainnya, aku tak suka. Aku benci dan merutuki hal apapun yang membuatnya tak nyaman. Tapi kali ini, aku belum bisa apa-apa selain berdiri di belakangnya, mendorong dan menopangnya saat tubuh dan jiwanya lunglai, berusaha menguatkan dan menyemangatinya. Aku tak akan meninggalkannya sendirian..

Beberapa hari tubuhku yang tidak fit, akhirnya tercium olehnya. Ia begitu khawatir aku tahu. Aku merasa tersanjung namun juga merasa bersalah menambah hal baru menjadi fikirannya..

Aku baik saja sayang. Aku kuat kok. Aku akan sehat dan kuat lagi. Tenanglah, jangan risau.

Terimakasih sayang, kau masih disini. Terimakasih masih di samping dan tetap menjagaku. Terimakasih masih memilih bertahan dan hadapi ini bersamaku, walau aku tahu ini tak mudah dan tak menyenangkan bagimu.. terimakasih sayang.

Mungkin tak banyak yang bisa ku lakukan selain support moral bagimu. Tapi aku berjanji akan bertahan, dan terus belajar lagi.. tak berhenti..

Que sera Sera..

Tuhan tahu kita hanya ingin mencari Ridha nya dalam ibadah. Semoga ia pun meridhai jalan kita kedepannya yah..

Terimakasih mentari,
terimakasih Tuhan yang penuh kasih,
Terimakasih lelaki hebatku..

Selamat pagi ^_^

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know