Cukup di kamu

Bersamamu..
aku merasa cukup..

Saat dekat ataupun jauh, aku tahu kamu ada. Ada kamu. Dan itu cukup buatku..

Di sampingmu, di belakang mu, di depanmu, atau sekedar saling lihat walau raga tak bersentuhan dan bersisian. Kamu tahu aku ada. Aku tahu kamu ada. Dan itu cukup bagiku..

Melihatmu..
Wajah seriusmu, tindak-tanduk usil mu, wajah cerah dan ramah itu, senyum hangatnya itu, tawa bahagia mu, wajah lelah dan tubuh layumu, ekspresi dan raut stress itu, wajah yang kadang bisa jadi ganteng banget, bisa tampak keren, berkharisma dan mempesona gadis manapun, hingga tampang aneh menjadi jelekmu pun.. aku tetap tak beranjak. Aku suka. Aku menikmati indahnya kamu ya sepaket. Udah gitu. Cukup rasanya. Ga berlebihan.

Walau ribuan ragu dan takut masih sering hadir. Aku yang kadang masih bertanya-tanya dan berandai sendiri "what if.." , "is He really the one?" , "Disinikah?" , "Sekarang kah waktunya berhenti?" , "Di hati , di orang inikah gue bakal berhenti" dan ribuan tanya hati lainnya..

Saat tanya itu muncul, lalu ku lihat lagi kamu, ku pandangi lagi binar wajah kita saat bersama, ku ingat lagi rekaman tindak-tanduk yang kita lakuin buat satu sama lain.

Dan aku sadar. Aku Amini. Ya iyah.. udah.. di orang ini aja cukup. Ga perlu yang macem-macem lagi udah cukup. Aku ga butuh liat sekeliling lagi tuk merhatiin dan pertimbangkan lelaki yang lain di sekitar.

Aku udah punya kamu. Dan rasanya itu cukup. Aku ga butuh yang lain-lain lagi.

Tuhan tolonglah, kabulkan, yang ini aja yah.. di orang ini aja yah. Udah cukup.

Dan aku hanya harap hal serupa pun ada padamu. Bahwa ini. Bahwa kita. Aku + kamu ya itu cukup.

Cuman abis ini kalo bisa bukan sekedar aku dan kamu, tapi ngelibatin ayah, ibu, kakak, adikmu.. juga mama, papah, aa dan adikku. Keluarga besarnya dan keluarga besarku..

yang semoga saja bila Restu itu ada, dan Ridha Tuhan ada.. ya satu hari kita bisa bangun tidur tiap pagi bersama. Saling ngejailin satu sama lain dengan muka bantal dan nafas naga masing-masing kita. Di bawah atap yang sama.

Tidak. Tidak untuk menjadi tua dan jelek bersama. Tapi untuk selamanya mengabadikan menjadi aku yang kekanakan, selamanya kita di semangat muda yang sama, yang ceria, yang seru dan menyenangkan.

Menghabiskan hidup bersama di tahun-tahun ke depan, berpetualang dan belajar terus tanpa henti seumur hidup kita.

Mungkin bukan lagi cuma berdua.. mungkin akan ada Orion kita sendiri yang nyata. Mungkin akan banyak lagi Satrio junior lainnya. Mungkin. Amien. Semoga..

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know