Sebuah cemburu
Sayang..
Kamu tahu betapa aku yang enggan dan memang kesulitan mengungkapkan apa isi kepala dan hatiku..
Kadang mungkin itu menyebalkanmu. Maaf ya!
Aku yang introvert. Aku yang tertutup. Aku yang pemalu dan penakut di dalamnya..
Dan aku tak tahu dan mungkin takkan heran bila satu hari nanti kamu akan menjadi lelah karenanya. Meskipun aku ga mau. Aku tak mau kamu lelah dan memilih berhenti akan ku. Aku pun takut akan ketiadaanmu..
Tiap kau tanya apa yang kurasa tentangnya, tentang hubungan kalian.. aku tak bisa pernah jawab dengan jawaban yang lugas akan itu. Entahlah..
Jujur, kadang aku menyimpan cemburu.. merasa bete dan sebal akannya.
Yah wajar kan, ia orang terdekatmu dari masa lalumu. Mungkin bisa dikata ia jauh lebih mengenalmu daripada aku. Banyak waktu dan cerita yang kalian telah lalui juga yang tak pernah dan mungkin takkan ku tanyakan kenangan masa indah kalian, karena aku tak ingin semakin cemburu atau sakit karena kepo.
Lalu kamu lelaki baikku yang masih dan mungkin akan selalu perduli, perhatikan dan mengkhawatirkan dia.. menjaganya walau kadang itu akan menyulut emosi dan membuat mu lelah fisik, jiwa dan raga.
Dan sekarang kamu punya aku, yang membuka tangan menyambutmu masuk dan mendekapmu dalam saat kutahu yang kau butuh hanyalah ketenangan.
Dan saat-saat itu aku sebal dengan apa yang kalian lakukan. Terus saling menyakiti namun Tak ingin melepas satu sama lain kelihatannya. Ah aku tak tahu apa-apa memang. Maaf bila dalam ketidaktahuan dan emosi ku aku pun jadi berasumsi yang aneh-aneh. Maafkan.
Sedikit memang, tapi ya aku cemburu. Wajarkan? Tak apa kan yah ? Aku cemburu dengan wanita lain di hidupmu, ia yang telah lama berada disana dan pernah mencipta sejarah bersamamu.
Maafkan aku kadang suka aneh kalau lagi diam sakit dan sendiri. Suka kalut sendiri.
Aku cemburu. Iyah.
Pun mungkin karena aku takut kehilanganmu..
Semoga tidak menjadi lebih-lebih rasanya. Kamu kan benci konflik fit!
Aku tak ingin menjadi pemarah, pendedam, ataupun posesif akanmu.
Maaf aku lagi sedikit cerita aja.. curcol hahaha..
Jangan difikirin, jangan dimasukin kehati kalau ada yang menyinggung perasaan mu..
Comments
Post a Comment