Munafik kecil

Hatiku sedang tidak tenang sayang..
Jiwaku terasa agak gamang..
Dan mungkin kamu liat , sadar ga sadar aku sedang sering mengawang kemana entah fikirannya..
Entah apa yang difikirkan nya..

Ya, beberapa hari yang lalu telah kukatakan padamu..
"find someone else babe, if you couldn't wait for me anymore. Find someone else and be happy, Cause i dont wanna hold you down babe. I am too care for you to let you down just because of me.."

Dan malam itu kamu diam, kamu hanya diam dan mendengarkan aku yang sedang meracau sambil mencoba menahan sesak di hati dan mataku..

Ya esoknya kamu balas berkata "Yeah, maybe i Will. I will find someone else.."

Dan aku terhenyak. Aku tersedak pula mendengarnya..

Kamu pinta jangan difikirkan, jangan dijadikan beban. Tapi aku ga bisa. Aku pemikir, dan hal itu jelas masuk ke daftar fikiran ku yang crowded ini. Dan aku jadi banyak diam dan mengawang. Berkontemplasi mencoba bercengkrama dengan semesta.

Semua orang berkata tuk "jangan terburu-buru"..

Aku coba berhenti sejenak dan refleksi, kecepatan kah kita? Aku tak pernah merasa berlari.. kita jalani ini yaa mengalir aja. Ga mencoba mengada-adakan yang tidak ada. Memaksakan yang tidak seharusnya. Semua normal. Semua dibatas kecepatan wajar. Tapi yah Iyah, dalam waktu yang tak begitu lama ini seolah telah begitu banyak hal yang dibagi,, seolah kita telah berkenal ribuan purnama yang lalu.. begitu mudahnya percaya dan jatuh cinta padamu lagi dan lagi. Hingga aku takut sendiri, takut aku jadi kehilangan kendali atas diri. Takut apa yang akan terjadi saat tiba-tiba kamu hilang.

Bukan. Bukan aku pingin kamu hilang.

Lebih karena kita harus mikir worse case scenario kan..

Dan salah satu worse case buatku ya, kalau kamu hilang, kalau orang tua kita tak merestui, kalau .. kalau..

Aaaah begitu banyak kalau..

Intinya aku takut kehilanganmu. Iyah. Aku takut aku ga sadar sudah begitu nyaman bersandar dan bergantung pada perlindungan dalam rengkuhmu.. aku takut apa yang akan terjadi saat semua tak sesuai mimpi-mimpi kegilaan yang kamu bikin aku bermimpi sekarang. Aku gatau.. aku gatau..
Aku ga bisa ngeliat apa-apa..

Kamu dah sukses bantu aku metain ulang hidup dan arahku setelah ini mau gimana. Aku dan ya gimananya aku nanti. Aku masih ada kamu. Kita berjuang sama-sama, dari nol.

Kesannya jadi kerasnya hidup dan dunia, ya aku akan baik saja, aku masih yakin bisa kuat dan tahu jalan, aku ga akan sendirian.

Terus sekarang coba ngebayangin ga ada lagi kamu. Ya aku gamang..

Pasti aku sedih, sakit, kacau. Tapi aku juga survivor. Hidup kan akan terus berlanjut. Aku pasti nanti bangun lagi.

Tapi apa jadinya aku saat itu. Setelah itu. Setelah ketemu yang begitu pasnya kaya kamu dan harus melepaskan. Damn. Aku gatau..

Mungkin aku bakal kaya kemarin-kemarin lagi. Jadi butek lagi. Meraba-raba dalam kebutaan jalan lagi. Mungkin. Gatau ah..

Sejak saat itu, aku jadi sering ngelamun yah.
Dan aku menyadari..
Aku lah yang memintamu pergi bila memang sudah tak mungkin lagi bagi kita maju, bagi kamu menunggu.. yah memang aku yang minta.
Aku pengen kamu bahagia, ga berhenti hidup kamu karena terganggu olehku..
Tapi aku penipu kecil ternyata. Aku pembohong bahkan ke diri aku sendiri.

Nyatanya sebagian dari diriku ga mau kamu pergi. Ga mau kalo kamu hilang. Ga mau melepasmu.

Ah aku memang pembohong kecil yang bodoh.

Aku egois

Aku bilang pingin kamu bahagia. Tapi aku yang egois, aku juga pengen bahagia. Dan bahagia ku yang hebat baru aku dapetin saat skarang ada kamu. Makanya aku galau ga mau kalo ga ada kamu..

Ah aku egois kecil yang bodoh..

Intinya kita cuma pingin bahagia. Jadi ayo berdoa sajalah agar semua makhluk di dunia berbahagia. Amien :))

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know